GADIS JAMINAN HUTANG

GADIS JAMINAN HUTANG
Hari Pertama kerja Dokter Adam Rendra


__ADS_3

Setelah keduanya sampai dititik puncak mereka, Bower merebahkan dirinya disamping Melisa dan mereka tertidur dengan saling berpelukan, setelah puas dan keletihan.


"Ternyata begini ya rasanya bermain dengan selain suami, ada rasa menantangnya.'' ucap Melisa lirih namun dapat didengar oleh Bower.


"Aku juga begitu, bisa bermain denganmu nyonya. Kamu memang luar biasa nyonya, aku ingin selalu melakukannya denganmu nyonya!" bisik Bower yang mengubah posisi tidurnya yang saat ini miring menghadap ke arah Melisa.


"Mas Danar luar biasa, dan kamu sama luar biasanya, aku mulai menyukai gaya permainan kamu." balas Melisa yang menghadapkan tubuhnya pada laki-laki yang bersamanya saat ini.


Keduanya saling berhadapan dan saling berpelukan. Mereka pun memejamkan kedua mata dan kemudian larut dalam mimpi mereka.


Sementara itu dokter Adam Rendra uang saat ini hari pertamanya bekerja di rumah sakit.


Sebelum berangkat ke tempat kerjanya di Rumah sakit ternama dan satu kerjaan dengan dokter Samsu, Dokter Adam Rendra menyempatkan dirinya untuk mengunjungi Zulaikha di kediaman Melisa.


"Kenapa sepi sekali?" tanya dalam hati dokter Adam Rendra yang penasaran dengan suasana di rumah besar itu.


"Tokk...tokk...tokkk...!"


Dokter Adam Rendra mencoba mengetuk pintu utama rumah tersebut, namun tak ada jawaban dari dalam rumah.


"Tokk...tokk...tokkk...!"


Sekali lagi Dokter Adam Rendra mengetuk pintu, dan lagi dia tak mendapatkan jawabannya.


Karena jam di ponselnya menunjukkan jam kerjanya, dokter Adam Rendra dengan terpaksa meninggalkan rumah besar itu dan dia berencana naik ojek online untuk mengantarkannya ke tempat kerjanya.


"Kemana mereka perginya ya? kenapa tak ada jawaban? apakah terjadi sesuatu dengan Zulaikha?" pertanyaan demi pertanyaan yang ada dalam hati Dokter Adam Rendra sambil menunggu Ojek online yang dia pesan di pinggir jalan raya.


Tiba-tiba ada sebuah mobil dan sepeda motor yang dinaiki oleh dua orang polisi, masuk ke halaman rumah kediaman Melisa itu.


"Siapa mereka?" tanya dalam hati dokter Adam Rendra yang melihat kembali ke rumah besar yang tadi dia datangi.


Dokter Adam Rendra kemudian mengcancel permintaannya pada aplikasi ojek online yang kebetulan belum menemukan driver untuknya itu.


Laki-laki itu memperhatikan dengan seksama kondisi rumah Melisa saat ini.


Dokter Adam Rendra melihat dua polisi itu turun dari sepeda motor mereka dan melihat dua orang yang keluar dari mobil, laki-laki dan perempuan yang berjilbab seperti Zulaikha.

__ADS_1


"Siapa mereka? apa keperluan mereka?" pertanyaan yang menghantui pikiran dokter Adam Rendra saat ini.


Salah satu dari mereka telah mengetuk pintu utama rumah itu.


Dokter melihat ada yang membuka pintu utama rumah tersebut, dan dia mengenal laki-laki yang membuka pintu itu.


"Bukankah itu Bower, sopir keluarga ini?" tanya dokter Adam rendra yang terus memperhatikan kelima orang yang sedang mengobrol itu.


Tak berapa lama mereka telah selesai berbincang-bincang dan melangkahkan kaki menuju kendaraan mereka.


" Sebaiknya aku tahan mereka dan bertanya apa kepentingan mereka, siapa tahu ada hubungannya dengan Zulaikha." ucap dalam hati dokter Adam Rendra yang bersiap menahan laju kendaraan polisi dan mobil tersebut.


Sementara itu, kedua polisi tersebut sudah naik ke sepeda motor dan kedua laki-laki dan perempuan itu telah masuk ke mobil. Mereka kemudian melajukan kendaraannya secara pelan keluar dari halaman rumah tersebut.


Sedangkan Dokter Adam Rendra sudah bersiap menghadang mereka di depan rumah di tepi jalan raya.


Dan benar saja, dokter Adam Rendra menghadang polisi dan juga mobil tersebut.


"Ma'af tolong berhenti sebentar!" seru dokter Adam Rendra yang dengan lantang dan berani menghentikan polisi tersebut.


"Ada yang perlu saya bantu, kenapa Anda menghalangi kami?" tanya polisi tersebut pada seseorang yang menghadangnya.


Polisi tersebut menerima dan dan membaca tanda pengenal dari dokter Adam Rendra.


"Kami mengabarkan bahwa dokter tuan Danar sedang mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit dimana terjadinya kecelakaan tersebut." jelas salah satu polisi tersebut pada Dokter Adam Rendra. Yang kemudian mengembalikan kartu nama dokter Adam Rendra dan dokter muda itu menerimanya, kemudian memasukkannya dalam dompetnya.


"Tuan Danar kecelakaan? tapi kenapa sopirnya ada dirumah?" tanya dokter Adam Rendra yang sedikit terkejut dan penasaran.


"Benar, dia mengalami kecelakaan tunggal. Dan itu diakibatkan dengan remnya yang blong." jelas Polisi tersebut.


"Saya masih belum percaya kalau Tuan Danar mengalami kecelakaan, karena kalau keluar kota, biasanya tuan Danar menggunakan jasa sopirnya untuk mengendarai mobilnya." ucap dokter Adam Rendra yang masih saja penasaran.


"Itu nanti menjadi tugas kami dalam menyelidiki sebab akibat kecelakaan tersebut. Ma'af kami harus segera kembali ke rumah sakit!" ucap polisi yang satunya.


"Baiklah nanti kami akan berkunjung ke rumah sakit dimana mas eh maksud saya tuan Danar kecelakaan." ucap dokter Adam Rendra yang menatap kedua polisi tersebut.


"Terima kasih, selamat siang!" ucap pamit olisi tersebut yang kemudian menyalakan sepeda motornya.

__ADS_1


"Sama-sama, selamat siang juga pak Polisi!" balas Dokter Adam Rendra yang kemudian menepi dan sepeda motor yang dikendarai kedua polisi tersebut beserta mobil yang ada di belakangnya itu perlahan meninggalkan dokter Adam Rendra yang sudah berada di tepi jalan.


Setelah mereka hilang dari hadapannya, dokter Adam Rendra kembali memesan ojek online untuk dia yang akan ke tempat kerjanya.


Tak berapa lama sepeda motor yang membawa dokter Adam Rendra itu telah sampai di rumah sakit.


Setelah berhenti, Dokter Adam Rendra melepaskan helm yang dipakainya dan menyerahkan pada driver ojek online itu.


"Ma'af mas Saya bayarnya lewat aplikasi, dan ini tips buat mas." ucap Dokter Adam Rendra yang memberikan uang satu lembar dua puluh ribu pada driver tersebut.


"Terima kasih!" balas driver tersebut seraya mengulas senyumnya dan dokter Adam Rendra juga membalas dengan senyumannya.


"Permisi." ucap pamit dokter Adam Rendra yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke rumah sakit.


Dokter muda itu menyusuri lorong-lorong rumah sakit, dan akhir ya dia sampai di ruang praktek kerjanya sebagai spesialis dokter gigi.


Di saat sedang sibuk membereskan ruangannya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang kerja dokter Adam Rendra.


"Tokk... tokk... tokk....!"


"Assalamu'alaikum, selamat pagi!" ucap salam yang berada di depan pintu ruang praktek dokter Adam Rendra .


"Wa'alaikumsalam, hai pagi juga dokter Samsu!" balas dokter Adam Rendra yang menoleh dan melihat siapa yang mengucap salam padanya, dan mengetahui kalau dia dokter Samsu.


Dokter Samsu kemudian masuk dan menghampiri dokter Adam Rendra.


"Dokter Adam Rendra, ada yang ingin saya sampaikan pada anda. Dan pastinya anda akan terkejut karenanya!" seru dokter Samsu saat berada di depan dokter Adam Rendra.


"Maksud dokter Samsu apa? anda berhasil membuat saya penasaran saja! he.. he..!" seru dokter ada Rendra pada dokter Samsu yang mereka saling berjabat tangan.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2