
Setelah itu dokter Samsu melangkahkan kakinya masuk ke mobil dan kemudian mengemudikannya, meninggalkan kediaman Melisa.
Sementara itu mbok timnah dan juga Zulaikha melangkahkan kaki masuk ke rumah setelah mobil yang di kendarai dokter Samsu hilang dari pandangan mata mereka.
...*****...
Kembali ke rumah sakit dimana dokter Adam Rendra telah selesai bertugas.
"Oiya, aku kan mau melihat keadaan mas Danar yang katanya kecelakaan!" gumam dalam hati dokter Adam rendra yang mengingat pertemuannya dengan polisi di kediaman Melisa tadi pagi.
"Sebaiknya aku percepat langkahku untuk pergi ke rumah sakit itu!" ucap dalam hati dokter Adam Rendra yang mempercepat langkahnya keluar dari ruangannya dan menyusuri lorong rumah sakit dan akhirnya dia keluar dari rumah sakit dimana dirinya bekerja.
Tak berapa lama kendaraan umum yang menuju ke kota dimana rumah sakit yang merawat Danar datang. Dan Dokter Adam Rendra pun naik ke dalam bus tersebut.
Sepanjang jalan dokter Adam Rendra berusaha mengingat kejadian dimana dia berbincang dengan polisi tersebut. Dan melihat dua anak muda yang bersama polisi itu.
🗓️Flashback on
"Ma'af tolong berhenti sebentar!" seru dokter Adam Rendra yang dengan lantang dan berani menghentikan polisi tersebut.
"Ada yang perlu saya bantu, kenapa Anda menghalangi kami?" tanya polisi tersebut pada seseorang yang menghadangnya.
"Saya assisten dokter pribadi di rumah itu. Saya hanya ingin tahu, kalian membawa berita apa untuk keluarga tuan Danar dan Melisa?" dokter Adam Rendra yang menunjukkan kartu namanya pada kedua polisi tersebut.
Polisi tersebut menerima dan dan membaca tanda pengenal dari dokter Adam Rendra.
"Kami mengabarkan bahwa dokter tuan Danar sedang mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit dimana terjadinya kecelakaan tersebut." jelas salah satu polisi tersebut pada Dokter Adam Rendra. Yang kemudian mengembalikan kartu nama dokter Adam Rendra dan dokter muda itu menerimanya, kemudian memasukkannya dalam dompetnya.
"Tuan Danar kecelakaan? tapi kenapa sopirnya ada dirumah?" tanya dokter Adam Rendra yang sedikit terkejut dan penasaran.
"Benar, dia mengalami kecelakaan tunggal. Dan itu diakibatkan dengan remnya yang blong." jelas Polisi tersebut.
"Saya masih belum percaya kalau Tuan Danar mengalami kecelakaan, karena kalau keluar kota, biasanya tuan Danar menggunakan jasa sopirnya untuk mengendarai mobilnya." ucap dokter Adam Rendra yang masih saja penasaran.
"Itu nanti menjadi tugas kami dalam menyelidiki sebab akibat kecelakaan tersebut. Ma'af kami harus segera kembali ke rumah sakit!" ucap polisi yang satunya.
__ADS_1
"Baiklah nanti kami akan berkunjung ke rumah sakit dimana mas eh maksud saya tuan Danar kecelakaan." ucap dokter Adam Rendra yang menatap kedua polisi tersebut.
"Terima kasih, selamat siang!" ucap pamit olisi tersebut yang kemudian menyalakan sepeda motornya.
"Sama-sama, selamat siang juga pak Polisi!" balas Dokter Adam Rendra yang kemudian menepi dan sepeda motor yang dikendarai kedua polisi tersebut beserta mobil yang ada di belakangnya itu perlahan meninggalkan dokter Adam Rendra yang sudah berada di tepi jalan.
🗓️Flashback off.
Akhirnya bus yang ditumpangi oleh dokter Adam Rendra itu telah sampai di depan rumah sakit dimana Danar dirawat.
Setelah turun dari kendaraan umum itu dokter Adam Rendra bergegas melangkahkan kakinya masuk ke halaman rumah sakit, dan kemudian menuju ke bagian informasi.
Sesampainya di bagian informasi, dokter Adam Rendra menanyakan keberadaan Danar Aji yang menurut sumber terpercaya dia dirawat di rumah sakit itu
"Ma'af, apakah disini ada pasien yang bernama Danar aji. Dia mengalami kecelakaan kemarin?" tanya Dokter Adam rendra pada petugas rumah sakit tersebut.
"Oiya, ada. Beliau sudah berada diruang rawat inap kelas Satu di bangsal Cempaka." jawab petugas itu dengan ramah.
"Baik, terima kasih!' ucap dokter Adam Rendra yang mengulas senyumnya.
Dokter Adam Rendra melangkahkan kakinya menuju ke arah ruangan dimana Danar di rawat dengan menyusuri lorong-lorong rumah sakit.
Tak berapa lama, akhirnya Dokter Adam Rendra telah menemukan ruangan tersebut. Dan kemudian dokter muda itu mengetuk pintu ruangan itu, walaupun pintunya sudah terbuka.
"Tokk...tokk...tokk...!"
"Assalamu'alaikum, selamat sore!" Ucap salam dokter Adam Rendra saat mengetuk pintu ruang rawat dimana Danar aji di rawat.
Dan nampaklah dua orang anak muda laki-laki dan perempuan yang sedang menunggui pasien.
"Wa'alaikumsalam, selamat sore juga!" balas kedua pemuda dan pemudi tersebut yang menoleh ke arah dokter Adam Rendra
Pemuda itu menghampiri dokter Adam Rendra dan mengajaknya keluar dari ruangan itu. Sementara itu pemudi yang juga menunggui pasien, juga mengikutinya.
"Sebaiknya kita bicarakan diluar saja tuan!" ucap pemuda itu yang tak lain adalah Baim, yang mengingat dokter Adam Rendra yang ditemui oleh polisi yang bersamanya pada waktu ke rumah Melisa guna bertemu Zulaikha. Tapi dia tidak dapat bertemu dengan kakak tirinya itu.
__ADS_1
Ketiganya kemudian melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu, dan mereka melangkahkan kaki menuju ke bangku taman yang berada di depan ruang rawat Danar.
Kemudian mereka duduk di bangku tersebut dan Zahra duduk di bangku yang berbeda.
"Perkenalkan saya Adam Rendra, asisiten dokter keluarga Tuan Danar. Bisa diceritakan apa yang telah terjadi pada tuan yang mempekerjakan saya ini?" tanya dokter Adam Rendra seraya menatap kedua pemuda dan pemudi yang ada dihadapannya itu.
"Sebelumnya, perkenalkan saya Baim adik dari Zulaikha dan dia Zahra sahabat mbak Zulaikha selama di pondok pesantren. Kami berdua hendak mencari keberadaan mbak Zulaikha, dan tanpa sengaja kami melihat mobil yang jatuh ke jurang kemarin. Kami berusaha menolongnya dan mengantarkannya sampai ke rumah sakit. Dan siapa sangka kalau korban dari kecelakaan itu adalah orang yang membawa mbak Zulaikha." jelas Baim yang didengarkan oleh dokter Adam Rendra.
"Dan pada waktu kami berkunjung ke rumahnya, kami hanya bertemu dengan sopirnya saja." tambah Zahra.
"Apa yang dikatakan sopir itu pada kalian?" tanya dokter Adam Rendra yang penasaran.
"Katanya, sekarang ini tak ada satupun keluarga yang ada di rumah. Dan pada waktu kami tanyakan tentang mbak Zulaikha, dia tidak mengenal mbak Zulaikha!" jawab Baim yang khawatir dengan nasib kakak tirinya itu.
"Dia bilang begitu?" tanya dokter Adam Rendra yang penasaran.
"Iya, dan sampai sekarang dia maupun keluarga yang lainnya belum ada yang kemari untuk sekedar menjenguk tuan Danar." jawab Baim.
Hal itu membuat dokter Adam Rendra semakin penasaran. Rasa gelisah terpaut di wajah dokter muda itu.
"Memangnya ada apa dokter?" tanya Zahra yang curiga denga tingkah laku dokter Adam rendra itu.
"Ada yang aneh, seharusnya kan Bower memberitahukan kejadian kecelakaan yang dialami oleh tuan Danar pada istri pertamanya?" gumam dokter Adam Rendra yang diliputi rasa penasarannya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel GADIS JAMINAN HUTANG...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1