Gadis Misterius

Gadis Misterius
[Bab 11]


__ADS_3

Setelah menempuh waktu yang sedikit panjang, kini mereka semua telah kembali ke markas Mafia Foriuos Slayer yang sangat begitu tersembunyi dari orang-orang luar.


Mereka adalah salah satu klan Mafia yang tidak menggunakan aliran khusus, klan Mafia mereka bisa dibilang berada ditengah-tengah, tidak pernah yang namanya melakukan transaksi-transaksi ilegal dan tidak pernah juga sekalipun berhubungan dengan pemerintahan.


Namun dengan kekuatan nya, semua klan Mafia yang ada di dunia harus menghormati dan harus berfikir beberapa kali untuk menyinggung klan Mafia Foriuos Slayer.


"Kemana kita sekarang ini?" tanya Arsyad yang terus mengikuti langkah kaki Samuel.


Sudah beberapa lorong dan ruangan yang mereka lewati, namun sepertinya tidak ada tanda-tanda agar segera sampai pada tujuan mereka.


"Bukankah kau adalah anggota Queen, tapi mengapa kau tidak mengetahui kemana arah tujuan kita?" ucap Samuel yang malah melempar balik pertanyaan kepada Arsyad.


"Ai ahh.. diriku ini hanya orang iseng yang ingin ikut ke dalam klan Mafia, agar bisa dengan mudah menemukan keberadaan Ana.. tapi siapa yang menyangka jika orang yang kucari adalah pemimpin dari Mafia yang dibilang sangat kejam dan haus darah ini" kata Arsyad rempong.


"Lalu" Samuel mengangkat sebelah alisnya bingung.


"Huhhh.. bukankah sudah kubilang hanya iseng saja, tentu saja diriku lebih memilih untuk mencari keberadaan Ana dengan identitas ku ini dari pada mengikuti kegiatan dan pelatihan kalian"


Mendengar apa yang Arsyad ucapkan lantas membuat Samuel mengerutkan dahi nya, mengapa selama ini ia tidak mengetahui jika ada orang seperti Arsyad ini di Klan Mafia Foriuos Slayer, sepertinya ia sudah sedikit lalai dalam mengawasi perkembangan mereka akhir-akhir ini.


Namun beberapa detik kemudian ia justru tersenyum dengan sangat aneh, membuat Arsyad yang berada disampingnya menjadi bingung.


"Ada apa denganmu" tanya Arsyad memicingkan matanya.


Bukannya menjawab pertanyaan dari Arsyad, Samuel justru semakin mempercepat langkah nya membuat Arsyad kelimpungan karena tertinggal lumayan jauh.


"Hahh.. Hahh.. Hahh.."


Dengan susah payah Arsyad berusaha menormalkan nafasnya yang tersengal akibat berlari mengikuti Samuel.


"Dasar payah" ucap Samuel tersenyum mengejek.


"Kauuu!!" Arsyad melototkan kedua matanya kesal dengan kelakuan Samuel yang sepertinya memang sengaja ingin membuat nya marah.


"Apakah masih belum puas" datar seorang wanita yang duduk di kursi taman yang terlihat begitu indah didepan mereka sekarang ini.

__ADS_1


"Eh" canggung Arsyad menggaruk lehernya yang tidak gatal.


"Apakah anda tahu Nona? sebenarnya laki-laki disamping saya sekarang ini adalah seorang anggota yang sangat tidak patuh" ucap Samuel.


"Hei apa maksud mu" sengit Arsyad tidak terima.


"Sudahlah Sam, aku pun sebenarnya tidak menyangka dengan kelakuan orang yang ada disamping mu itu, jika saja dulu ia tidak baik padaku, sudah pasti sekarang akan ku lemparkan ke kandang Zico dan Gamy" ucapnya memijat kening nya pelan, sebelum Samuel memberi tahu nya pun sebenarnya ia sudah tahu lebih dulu bagaimana kelakuan Arsyad yang begitu nakal dan banyak bolosnya jika sedang pelatihan.


Tapi mengingat jika Arsyad adalah orang yang sudah berjasa padanya, maka ia biarkan saja laki-laki itu berbuat seperti apa yang di inginkan nya, namun karena berakhir menjadi seorang pemberontak membuat dirinya mau tak mau harus turun tangan untuk menyadarkan dan sekaligus melepaskan rasa bersalah didalam hatinya selama ini.


"Hehehe" cengir Arsyad menampilkan deretan gigi putih nya.


"Ck, dasar kekanakan" sinis Samuel.


"Samuel kau pergilah dahulu, aku ingin berbicara empat mata dengannya" Kata Ana dengan raut wajah serius.


"Tapi Nona" meskipun Samuel tahu bagaimana seorang Arsyad, tapi tetap saja dirinya merasa tidak nyaman jika mengizinkan nya berdua saja dengan Ana karena mengingat laki-laki itu memiliki perasaan yang lebih pada pemimpin nya.


"Tidak apa-apa, pergilah" kata Ana meyakinkan.


Setelah kepergian Samuel, Ana langsung menyuruh Arsyad untuk duduk dikursi yang ada dihadapan nya.


"Arsyad" panggil Ana pelan.


"Ada apa" sahut Arsyad menatap Ana dalam.


"Kau tentu saja mengetahuinya bukan? jika diriku sama sekali tidak pernah menaruh rasa yang berlebih padamu" ucap Ana balik menatap ke Arsyad yang tampak begitu tenang, tak seperti sewaktu dirinya dengan Samuel tadi.


"Oleh sebab itulah, ku mohon untukmu agar bisa melupakan perasaan mu, karena jujur saja.. diriku tak bisa bertindak kejam pada orang yang sudah berbuat baik padaku" lanjut nya.


"Huhhh" Arsyad menghembuskan nafasnya kasar.


"Kau tenang saja, sekarang perasaan ku padamu sudah berbeda Ana, diriku memang mencintai dan menyayangi dirimu, namun kau sudah ku anggap seperti adikku saja sekarang, tentu saja aku sudah sadar jika perasaan tidak bisa dipaksakan" Arsyad tersenyum tulus.


"Namun sebelum itu, maafkan diriku yang tidak mengetahui identitas mu sebagai pemimpin klan Mafia ini, jika saja aku mengetahuinya maka tentu saja aku tak akan berbuat hal kotor sejauh ini" ucapnya merasa sangat bersalah.

__ADS_1


Mendengar apa yang keluar dari mulut Arsyad tentu saja senyuman manis langsung terpatri indah diwajahnya.


"Baiklah, aku akan memaafkan mu"


"Benarkah???" tanya Arsyad tak percaya.


"Hanya dengan satu syarat" ucap Ana tersenyum misterius.


"Apa syarat nya" semangat Arsyad, baginya mendapatkan maaf dari Ana adalah sebuah kebahagiaan yang tak bisa ditandingi oleh apapun, oleh sebab itu jika ia masih sanggup menuruti syarat yang Ana berikan, tentu saja akan ia lakukan dengan senang hati.


"Jadilah kakak angkat ku" jawab Ana.


"Apaa???" Arsyad benar-benar dibuat tak percaya olehnya.


"Kenapa? apakah kau tak suka" tanya Ana mengerutkan dahinya.


"Tentu saja aku sukaa, tapi aku bukanlah orang yang bodoh Ana, kau mengatakan itu tentu saja ada maksud tersembunyi bukan?" tanya nya menatap Ana serius.


"Hehehe, tidak ada"


"Benarkah?" tanya Arsyad sekali lagi berusaha meyakinkan.


"Hanya ada permintaan kecil saja" ucap Ana menyeringai.


"Sudah ku duga" ucap Arsyad menyenderkan bahu nya ke kursi yang tengah ia duduki sekarang.


"Oh ayolah, syarat ku itu memanglah ku ucapkan dengan sungguh-sungguh"


"Yaayaya, kau memang selalu seperti itu" ucap Arsyad.


"Bagaimana?" tanya Ana memastikan, meskipun Arsyad tak mau jadi kakak angkat nya, maka ia akan memaksa laki-laki itu untuk menuruti keinginannya.


"Baiklah-baiklah, katakan apa permintaan kecil mu itu" ucap Arsyad kembali menatap Ana.


"Balaskan dendam ku"

__ADS_1


__ADS_2