Gadis Misterius

Gadis Misterius
Part 52


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, Kini Kevin dan Alifiya telah sampai di Jerman setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu cukup lama. Kevin segera mengajak Alifiya menaiki mobil yang sudah disiapkan Daddy nya untuk menjemput mereka. Tapi Kevin belum memberi tahu kalau Dia datang bersama Alifiya.


"Wie geth's Jungcherre " kata supir Kevin mengangguk hormat dan segera membukakan pintu mobil


"Mir geth es gut, dunke" jawab Kevin


Alifiya hanya diam karna Dia kurang mengerti bahasa Jerman. Sepanjang perjalanan Kevin tak lepas menggenggam tangan Alifiya dan sesekali mencium nya.


Sesampainya di rumah kedua orang tua Kevin. Mereka langsung turun dan disapa ramah oleh pelayan dan penjaga yang ada disana.


Alifiya sampai terbengong melihat rumah kedua orang tua Kevin yang terlihat seperti istana. Alifiya pun jadi bingung kenapa Kevin mau menjadi asisten Vano padahal Dia juga anak orang kaya.


"Ayo masuk sayang kenapa diam saja" Kevin merangkul pinggang kekasihnya dan berjalan masuk.


Saat mereka sampai disana mereka sudah disambut oleh Mommy nya Kevin.


"Wah wah Tuan Muda Rahdian ingat pulang juga" kata Mommy nya Kevin memeluk anak nya itu


"Apaan si Mom. Gimana kabar Mommy dan mana Daddy?" tanya Kevin


"Mommy baik sayang. Daddy mu masih di ruang kerja katanya tadi ada kerjaan yang harus di selesaikan dulu" kata Mommy


"Huh Daddy anaknya dateng juga masih aja ngurusin kerjaan" kata Kevin cemberut


Alifiya hanya tersenyum melihat kedekatan antara ibu dan anak ini.


"Ohh sayang ini siapa ? Manis sekali" kata Mommy yang baru menyadari keberadaan Alifiya


"Saya Fiya tente " Alifiya mencium tangan Mommy nya Kevin


"Ini calon istriku Mom" kata Kevin tersenyum


"Oh ya ampun calon menantu Mommy manis sekali" kata Mommy mencubit gemas pipi Alifiya

__ADS_1


"Terimakasih " Alifiya hanya tersenyum melihat Mommy nya Kevin yang ternyata sangat baik


"Mommy apaan si pake cubit cubit calon istriku. Awas sayang Mommy aku galak" kata Kevin santai


Plak


Mommy memukul tangan Kevin gemas.


"Durhaka kamu sama Mommy. Kamu ko mau si sama anak somplak kaya Kevin?" tanya Mommy pada Alifiya


Alifiya hanya tersenyum, bingung harus jawab apa. Sementara Kevin sudah cemberut karna pertanyaan Mommy nya, yang bukan nya mendukung malah memojokan anaknya.


"Dasar Mommy durhaka sama anak. Bukan nya mendukung malah menjelek jelekan anaknya" kata Kevin kesal


Mommy malah tertawa melihat anak nya yang masih suka merajuk dan manja kalau bersamanya.


"Emang kamu jelek. Ayo sayang kita duduk dari tadi berdiri aja" ajak Mommy pada Alifiya


"Sayang kamu berapa tahun sekarang?" tanya Mommy


"23 tahun tante" jawab Alifiya tersenyum


"Jangan panggil tante, panggil saja Mommy ya. Sudah cukup umur untuk menikah. Tuan Muda kapan kamu mau menikahi Fiya?" tanya Mommy menggoda anaknya


"Ada yang harus Kevin urus dulu sama Daddy Mom. Sebelum Kevin menikahi Fiya" jawab Kevin


"Apaan yang mau kamu urus sama Daddy?" tanya Mommy bingung


Kevin tak menjawab pertanyaan Mommy nya. Dia bingung harus jawab apa, biar Daddy nya saja yang nanti akan menjelaskan pada Mommy nya.


Tak lama kemudian terdengar suara seseorang menuruni tangga. Kevin menoleh dan tersenyum saat melihat Daddy nya yang masih gagah dan keren di usianya yang sudah tidak muda lagi.


"Kamu pulang sama siapa Tuan Muda?" tanya Daddy

__ADS_1


"Calon istriku Dad" jawab Kevin santai. Padahal perasaan nya sudah gelisah tak jelas.


"Oh ya, mana kenalkan dong sama Daddy " kata Daddy


"Sayang ini Daddy aku" kata Kevin


Alifiya pun segera berdiri dan berbalik ke arah Daddy nya Kevin.


Deg Deg Deg


'Ya Tuhan inikan gadis itu. Apa yang sebenarnya terjadi ? kenapa Dia masih hidup? dan kenapa gadis ini bisa bersama anakku?' batin Daddy yang masih diam mematung menatap Alifiya lekat seolah memastikan apakah benar apa yang dilihat nya.


Tanpa diduga semua orang David tiba tiba berlutut dihadapan Alifiya sambil menangis. Semuanya terkejut apalagi Mommy yang tidak tahu apa apa.


"Maafkan saya... Saya mohon jangan masukan saya ke penjara. Saya hanya membantu Hendika sahabat saya. Saya pun tak tahu kalau ternyata Hendika juga di fitnah oleh adiknya sendiri. Jadi kami salah faham pada keluarga mu. Maafkan saya" kata David sambil terus menangis


Alifiya pun tak kuasa menahan air mata nya. Dada nya terasa sesak, Alifiya hanya diam mematung tanpa ada kata keluar dari mulut nya. Tenggorokan nya tercekat.


"Saya mohon maafkan saya. Saya benar benar menyesal " kata David masih menangis


"Bangunlah Om" kata Alifiya yang membantu David berdiri dan memapahnya untuk duduk di sofa


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Mommy semakin bingung


"Nanti Kevin jelaskan Mom" kata Kevin supaya Mommy nya diam dan tak banyak tanya, karna sekarang waktunya Daddy dan Alifiya yang menyelesaikan masalah nya.


"Maafkan Saya" kata itu lagi yang keluar dari mulut David


"Om saya sudah memaafkan Om asalkan Om mau berubah dan benar benar menyesal. Jujur saja saya sangatlah marah pada Om yang telah menghancurkan kebahagiaan keluarga saya. Tapi saya tak bisa lama lama marah kepada Om, karna saya mencintai anak Om" kata Alifiya bijak


"Saya hanya mencoba berdamai dengan masa lalu dan mengikhlas kan semuanya. Saya mencoba berfikir jernih mungkin semua ini adalah takdir Allah dan kita sebagai manusia tak akan pernah bisa melawan takdirnya" kata Alifiya lagi


David tidak bisa berkata kata lagi. Dia langsung memeluk Alifiya dan mengelus kepalanya dengan sayang. David benar benar menyesali perbuatan nya. Dia bahkan tak bisa tidur nyenyak setelah kejadia itu. Selalu terbayang wajah Alisya dan Alifiya di fikiran nya. Hingga David menjadi gila kerja dan akhirnya Dia bisa sesukses sekarang.

__ADS_1


__ADS_2