
Satya sedang disibukan dengan tumpukan berkas yang butuh tanda tangan nya. Di saat Satya masih sibuk tiba tiba ponsel berdering, Satya langsung mengambil ponsel nya yang Dia simpan di meja kerja tepat di samping berkas berkas yang sedang Satya tanda tangani.
"Hallo Pi" Satya langsung mengangkat telepon dari Papi nya.
"Sat. Papi akan pulang minggu depan. Papi udah gak sabar mau lihat menantu Papi"
"iya Pi di tunggu"
"kamu cepet nyusul Vano dong Sat. Kapan kamu nikah"
"Bella udah kembali Pi. Nanti Satya fikirin lagi"
"Sat Papi kan udah bilang kalau Bella bukan yang terbaik untuk kamu" Papi berkata tegas
"Sudahlah Pi aku gak mau bahas ini dulu"
Satya memijit pelipis nya merasa pening di kepalanya jika terus memikirkan hubungan nya dengan Bella yang di tentang oleh semua orang orang terdekatnya.
"Ya sudah Papi tutup dulu telpon nya. "
"iya Pi" Satya langsung menutup telepon nya.
Satya menyandarkan kepala nya di sandaran kursi sambil memejamkan mata.
....................
Alifiya, Siska dan Alisya hari ini pergi ke toko Alvano Flower. Alifiya dan Siska sengaja ingin tahu tempat toko bunga Alisya.
Setelah sampai disana mereka telah di sambut ramah oleh Salwa. Alifiya terpesona dengan penampilan Salwa yang tertutup tapi tetap terlihat cantik dan menarik.
"kenalin ini Salwa pegawaiku" Alisya memperkenalkan
"Hai. aku Alifiya adik nya Kak Syasya"
"Aku Siska"
" Salwa" menjabat tangan mereka bergantian sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
"Ayo masuk semuanya" ajak Alisya yang langsung berjalan masuk diikuti semuanya.
Mereka masuk dan duduk di kursi plastik yang sudah disediakan Alisya di toko. Mereka bercanda ria.
"Aku baru tahu loh kalau Mas Kevin gak suka sama kak Bella" kata Alifiya
"Kamu fikir Kevin aja Vano juga tau" kata Alisya
"Mas Reno juga" Siska menimpali
"iya kenapa mereka gk suka ya. Padahal Bella cantik loh" Siska mengetuk ngetukan telunjuk nya ke dagu seperti sedang berfikir.
" Ya iyalah gak suka orang Kak Bella matre banget" jawab Alifiya santai
"maksud kamu?" Siska dan Alisya menatap Alifiya penasaran
Alifiya menarik nafas nya lalu menghembuskan. Alifiya menceritakan tentang pertemuan nya dengan Bella dan Satya di mall. Alifiya juga menceritakan tentang Dia yang salah faham pada Kevin.
"Hahaha. kamu ada ada saja Fiya.. Masa iya kamu cemburu sama Kevin si cowo somplak itu" Alisya tertawa senang
"Kaka ini suka seenaknya deh. Gitu gitu Dia calon adik ipar Kaka" Alifiya cemberut
"Sudah jangan berantem mulu. Kita makan siang aja yu.. udah waktunya makan siang" Siska menengahi
"ayo.. Salwa ayo makan siang dulu" aja Alisya pada Salwa yang sedang merapikan bunga.
"Saya puasa mbak" jawab Salwa tersenyum
"puasa apa ?" tanya Alifiya sambil berjalan ke arah Salwa.
"Senin Kamis" jawab Salwa tersenyum manis
"wahh. kamu keren banget" Alifiya tersenyum tulus
"Bukan keren.. Tapi aku hanya mengikuti sunah rosul" jawab Salwa tersenyum
"Baiklah kalau begitu kita pergi makan siang dulu ya" pamit Alifiya
__ADS_1
"kita pergi ya Salwa" pamit Alisya juga
"Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam "
Mereka bertiga pun pergi ke restoran terdekat untuk makan siang .
.................
Di perusahaan BRM GROUP Vano and the geng baru saja selesai miting dengan para direksi perusahaan. Setelah miting selesai mereka tidak langsung keluar karna Satya meminta mereka untuk tetap di sana.
"Papi bakal pulang minggu depan " kata Satya
"Ohhh. gitu ya udah kenapa lo kaya gk seneng gitu?" tanya Vano heran
"Gue seneng.. Tapi Papi pasti nentang hubungan gue sama Bella lagi " Satya memegang kepalanya sambil bersandar di sandaran kursi.
"Lo tuh ya.. kenapa gk bisa banget dibilangin.. Udah gue bilang Bella bukan yang terbaik buat lo" kata Reno
"Bener tuh Bang.. lo harus dengerin kita" Kevin menimpali
"Tau ahh. Gue bingung" Satya berdiri lalu melenggang pergi ke luar.
"Tuhkan selalu aja ngehindar kalau bahas Bella. Kesel gue sama Bang Sat" kata Vano kesal
"Udahlah Van nanti juga kalau udah tau gimana Bella yg asli . Bang Sat juga bakal sadar sendiri " kata Kevin
"iya kalau sadar kalau ngga gimana. Lo pada tau kan gimana sifat si sarang tawon" kata Vano
"Udahlah. dari pada pusing mikirin sarang tawon mendingan kita makan siang gue laper" ajak Reno sambil berdiri dari duduk nya
"ayo" jawab Mereka
Mereka bertiga pun pergi keluar ruangan dan menuju restauran dekat kantor.
Sementara itu Satya masih diam merenung di ruangan nya. Satya sedang memikirkan gimana caranya biar hubungan nya dengan Bella bisa mereka terima.
__ADS_1
"Kenapa mereka begitu tidak menyukai Bella si.. Padahal Bella cantik dan baik. Aku mencintainya dan Dia juga mencintaiku. Arghhh" Satya berbicara sendiri sambil mengacak rambut frustasi.