
Hari hari berlalu begitu cepat. Tak terasa sudah 6 bulan pernikahan Alisya dan Vano. Keluarga kecil yang harmonis selalu menyelesaikan masalah secara bersama sama.
Hari ini Alisya bangun dari tidur nya tepat pukul 3 dini hari. Perutnya terasa tidak nyaman. Alisya pergi ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. Alisya bolak balik ke kamar mandi dan terus memuntahkan isi perutnya. Alisya keluar dari kamar mandi berjalan ke arah sofa dengan gontai. Badan nya benar benar lemas.
Alisya menyandarkan kepalanya di sandaran sofa memejamkan matanya. Tak terasa subuh pun tiba, Alisya langsung ke kamar mandi untuk mandi dan melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim.
Selelsai dengan kegiatan nya Alisya segera membangunkan suaminya yang tertidur dengan lelap nya. Bahkan Dia tak tahu Alisya sudah bolak balik kamar mandi.
"Sayang bangun, subuh dulu" Alisya mencium pipi Vano
"Hmmmm. Udah subuh ya sayang" Vano mengerjap ngerjapkan matanya.
"Iya. Ayo subuh dulu aku mau bikin sarapan dulu" Alisya beranjak dari duduk nya dan pergi keluar kamar menuju dapur.
Sementara Vano langsung bangun dan berjalan ke kamar mandi. Tak butuh waktu lama Vano sudah selesai mandi dan melaksanakan kewajiban nya. Kini Vano sedang memeriksa ponsel nya. Setelah selesai dengan ponselnya Vano pun turun ke bawah untuk menemui istrinya.
"Sayang kamu panggilkan Papi ya. Kita sarapan bareng" kata Alisya yang melihat suaminya sudah siap.
Vano mengangguk dan berjalan ke arah kamar Papi nya. Tak lama kemudian Vano pun kembali bersama Papi nya.
Mereka sarapan dengan tenang. Selesai sarapan Alisya mengantar suaminya sampai teras depan. Tak lupa Alisya mencium tangan Vano begitupun Vano yang selalu mencium kening istrinya sebelum berangkat kerja.
Alisya kembali ke kamar nya karna lagi lagi perutnya tidak nyaman. Alisya langsung berlari ke kamar mandi dan kembali memuntahkan sarapan yang tadi di makan nya.
Alisya duduk di sofa dengan wajah pucat dan tubuh yang lemas. Tiba tiba ponsel nya berdering. Alisya pun berjalan dengan gontai ke arah meja kecil yang ada di samping tempat tidur.
"Hallo Sis" Kata Alisya dengan nada lemah setelah mengangkat telepon nya.
"kamu kenapa Sya? ko lemes gitu?" tanya Siska di seberang sana
"Gak tau ni Sis tiba tiba aku muntah muntah dan badanku lemes banget" Alisya berjalan menuju sofa lalu duduk.
"Apa kamu udah datang bulan Sya?" tanya Siska
__ADS_1
"hmmm. kaya nya bulan ini gak deh Sis" jawab Alisya sedikit bingung kenapa Siska malah menanyakan itu.
"Kaya nya kamu hamil deh Sya"
"Apa? hamil Sis. Kamu yakin?" Alisya terlihat sangat antusias
"Aku gak yakin juga si. Tapi biar kamu yakin kamu beli alat tes kehamilan aja" kata Siska
"Gini aja biar aku kesana sama Alifiya kebetulan hari ini kita gak ke kantor. Nanti aku belikan alat tes kehamilan nya" tambah nya lagi
"Baiklah.. Terimakasih ya Sis" Alisya tersenyum senang
"Iya sama sama"
Sambungan telepon pun terputus. Alisya memilih membaringkan tubuh nya di tempat tidur. Dia merasa sangat lemas.
...................
Siska dan Alifiya baru saja sampai di rumah Alisya. Mereka segera turun dari mobil nya.
"Assalamualaikum " ucap mereka setelah Siska memencet bel
"Waalaikumsalam" Papi yang sedang santai di sofa ruang tamu segera membukakan pintu.
"Eh kalian. Kirain siapa, kenapa tidak langsung masuk saja" kata Papi tersenyum
"Papi apa kabar?" Siska menyalami Papi begitupun Alifiya.
"Ayo masuk Alisya kaya nya lagi tidur di kamar nya" Papi masuk ke dalam rumah diikuti Siska dan Alifiya.
"Kalau gitu kita ke kamar Alisya dulu ya Pi" kata Siska yang dijawab anggukan oleh Papi.
Tok tok tok
__ADS_1
"Sya kita masuk ya" kata Siska sambil membuka pintu kamar Alisya.
"Kak Syasya gak papa?" tanya Alifiya berjalan menghampiri kaka nya yang sedang duduk di tempat tidur.
"Gak papa ko Fiya" jawab Alisya tersenyum
"Sya ini cepetan kamu pakai, petunjuk nya ada di kemasan" Siska memberikan alat tes kehamilan
"Oke. kenapa kamu yang gak sabaran gitu" kata Alisya mengambil benda itu
"Aku gak sabar Sya. Bener atau nggak kalau kamu hamil " kata Siska antusias
"Iya Kak. Aku juga sudah gak sabar mau punya keponakan" Alifiya menimpali
"Iya. Kalian tunggu dulu di sini" Alisya berjalan ke kamar mandi.
Tak lama kemudian Alisya keluar dari kamar mandi. Siska dan Alifiya pun langsung menghampiri nya dan mengajak Alisya duduk di sofa.
"Gimana hasilnya?" tanya Siska tak sabar
"Nih kamu lihat aja sendiri" Alisya menyerahkan benda itu pada Siska
Siska langsung mengambilnya dan melihat hasil nya. Siska langsung memeluk Alisya sambil meneteskan air mata haru.
"Kamu hamil Sya. Selamat ya" kata Siska
Alifiya yang mendengar itupun langsung memeluk kakanya.
"Selamat Kak, akhirnya aku akan jadi tante" kata Alifiya tersenyum senang
"Iya makasih ya" kata Alisya tersenyum haru
"Kalian jangan kasih tau siapa siapa dulu ya. Aku mau buat kejutan untuk Vano" kata Alisya tersenyum
__ADS_1
"Siap" kata mereka berdua serempak.
Mereka pun tertawa bersama. Kebahagian tengah menyelimuti tiga sahabat ini.