
Setelah memergoki istrinya dengan Hendriawan. Hendika langsung pulang tapi bukan ke rumah nya melainkan ke rumah adiknya. Disaat seperti ini Hendika butuh teman cerita. Saat sampai di rumah Hendarto Dia langsung masuk dan disambut ramah oleh adiknya.
"Hai Bang. Tumben kesini ada apa?" Hendarto merangkul bahu kaka nya dan mengajak nya duduk di sofa ruang tamu.
"Aku lagi ada masalah " kata Hendika lesu
"Masalah apa? Ceritalah" jawab Hendarto
Hendika pun menceritakan tentang istrinya yang kepergok sedang tidur dengan Hendriawan sahabat mereka.
Hendarto pura pura syok dan terkejut mendengar cerita kaka nya. Padahal jauh di hatinya Dia tertawa melihat kaka nya terpuruk.
" Kau yang sabar ya Bang " Hendarto menepuk bahu kakanya
"Iya Hen makasih ya selalu ada di saat aku butuh " jawab Hendika mencoba tersenyum
"Kalau gitu aku pulang dulu ya Hen" Hendika berdiri dan berjalan keluar rumah di antar oleh adiknya
"Oh ya mana Istrimu Hen?" tanya Hendika setelah berada diteras rumah
"Ada di dalam kamar lagi istirahat" jawab Hendarto
"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya" pamit Hendika yang di jawab anggukan oleh adiknya.
................
__ADS_1
Yunia baru saja sampai di rumah nya. Dia akan mencoba menjelaskan semuanya pada suaminya. Dia juga berniat memberi tahukan tentang kehamilan nya.
Hendika yang baru sampai langsung masuk ke dalam rumah. Wajah nya berubah merah menahan amarah, rahang nya terlihat mengeras saat melihat Yunia sedang duduk di sofa.
"Dasar wanita tidak tahu malu" ucap nya sambil berjalan ke arah tangga.
Yunia langsung berlari dan menahan tangan suaminya. Air matanya sudah tidak bisa ditahan lagi saat melihat suaminya yang biasa ramah dan lembut berubah menjadi kasar dan dingin.
"Aku mohon Mas dengarkan aku dulu" Yunia terus memegang tangan suaminya
"Lepaskan tangan kotormu itu wanita mur**an" bentak Hendika penuh emosi
"Mas apa kamu tahu di dalam sini ada calon anak kita Mas" Yunia mengarahkan tangan suaminya untuk menyentuh perutnya
"Mas aku mohon percayalah sama aku. Aku bahkan tidak melakukan itu dengan nya. Kita di jebak Mas. Ini anak mu " Yunia menangis histeris ketika suaminya tega tidak mengakui anak nya sendiri.
"Pergilah dari rumah ini. Aku sudah tidak peduli dengan mu. Aku sudah menalak mu tadi Yunia"Kata Hendika mulai merendahkan nada suaranya.
Sejujurnya Hendika merasa sakit di lubuk hatinya saat mengatakan itu. Karna mau bagaimana pun Yunia lah wanita yang bisa menaklukan hatinya yang begitu keras.
"Pergilah Yunia" kata Hendika lagi
Yunia hanya bisa pasrah dan menangis. Jika suaminya sudah mengambil keputusan maka akan sulit untuk di goyahkan. Yunia berjalan ke arah kamar membereskan beberapa pakaian nya ke dalam koper sambil terus terisak.
Setelah selesai Yunia segera keluar kamar dan menghampiri suaminya.
__ADS_1
"Mas terkadang yang kita lihat tidak seperti yang kita bayangkan. Aku pamit dan terima kasih sudah mau menjadi sumiku selama ini. Kamu adalah suami terbaik dan aku harap kamu tidak akan menyesal dengan keputusan mu ini" kata Yunia panjang lebar dan berlalu pergi membawa sebuah luka dan kekecewaan di hatinya.
Hendika hanya diam memandangi punggung Yunia yang semakin jauh. Tanpa terasa air mata telah membasahi pipi nya.
...............
Yunia sedang berjalan menyusuri jalanan komplek perumahan nya. Dia berjalan sambil berurai air mata. Hidup nya hancur, sekarang yang sedang Dia fikirkan hanya mencari tempat tinggal dan kerjaan untuk bisa membesarkan anak nya kelak.
Tin tin tin
Tiba tiba terdengar suara klakson mobil yang berhenti di dekat Yunia. Pemilik mobil langsung keluar dan menghampiri Yunia.
"Yuni apa yang terjadi? kenapa kau membawa koper segala? " tanya Hendarto
"Aku diusir dari rumah Hendar" jawab Yunia semakin menangis terisak.
"Apa? Bang Hendi benar benar keterlaluan" Hendarto terlihat sangat marah
"Kamu pasti sudah tahu kan tentang masalahku. Aku tidak melakukan itu Hendar. Aku di jebak. Percayalah " Yunia berharap sahabat nya ini akan percaya padanya dan bisa menolong nya.
"Iya Yuni aku percaya padamu. Sekarang kamu ikut aku ke rumah ya" ajak Hendarto yang langsung mengambil koper Yunia dan memasukan nya ke bagasi mobil.
Yunia hanya pasrah dan masuk ke dalam mobil Hendarto. Untuk saat ini Dia hanya butuh tempat tinggal dan orang yang bisa mendukung nya dan menguatkan nya mengahadapi masalah ini.
Masih berlanjut kisah Hendarto dan Hendika ya Semuanya. Jangan lupa like, komen dan Vote yang banyak.. 🤗🤗
__ADS_1