Gadis Misterius

Gadis Misterius
Season 2 (Part 10)


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat, hari ini adalah hari wisuda Laila. Untung saja kehamilan nya masih usia dini jadi tidak ada yang curiga kalau Laila sedang mengandung.


Dengan gaun warna cream dan riasan make up yang natural membuat Laila terlihat sangat manis.


"Saya pergi dulu Tuan" kata Laila pad Raksa yang sedang duduk di sofa sambil minum kopi buatan nya tadi.


Raksa mendongak menatap Laila dari atas sampai bawah. Sungguh Raksa mengakui kalau Laila sangatlah manis dan cantik. Tapi Dia malu untuk mengatakan nya.


"Kau ada acara apa? Ko penampilan nya beda?" tanya Raksa datar


' Apa Dia lupa? Padahal waktu itu aku sudah memberitahunya. Ahh apa yang kau harapkan si Laila. Mana mungkin Dia mengingat hal yang tidak penting baginya'


"Hari ini adalah hari wisuda saya Tuan" jawab Laila


Raksa terdiam sejenak "Hmm. Baiklah selamat ya"


Laila mengangguk "Terimakasih Tuan"


Tidak seperti yang lainnya yang di temani beberapa keluarganya. Laila hanya datang sendiri tanpa ada yang mendampingi. Tapi Dia bahagia karna Dia berhasil meraih nilai yang memuaskan dan langsung banyak perusahaan yang menawarkan pekerjaan padanya.


Acara demi acara telah di langsungkan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun. Laila berjalan keluar kampusnya dengan perasaan bahagia bercampur sedih.


"Sudahlah Laila apalagi yang kau harapkan? Tidak akan ada yang datang di hari wisudamu" gumam Laila menyemangati diri sendiri


Laila pulang sore hari, tubuhnya terasa sangat lemah mungkin juga karna faktor kehamilan nya. Sesekali Dia tersenyum sambil mengelus perutnya tapi air mata juga tidak bisa Dia tahan lagi.


"Semangat Laila, kamu sudah biasa hidup sendiri " katanya pada diri sendiri


Laila tidak punya teman dekat seperti yang lainnya. Sehingga Dia hanya bisa memendam semua penderitaan nya sendiri. Teman teman kampus nya tidak mau berteman dengan nya karna perbedaan kasta dan juga karna Laila pernah tinggal di panti asuhan. Maklum lah kampus tempatnya kuliah adalah salah satu kampus favorit dan kebanyakan anak anak orang kaya yang kuliah di sana.

__ADS_1


...----------------...


Raksa baru saja pulang dari kantor, Dia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Hari ini cukup melelahkan untuk nya.


Selesai mandi dan berganti pakaian dengan pakaian santai. Raksa turun ke lantai bawah untuk makan malam. Dia melihat di meja makan sudah ada makanan untuknya makan malam. Raksa celingak celinguk mencari seseorang yang telah memasak untuk nya.


"Dimana Dia? Apa Dia di kamarnya" Raksa pun berjalan ke arah kamar Laila


Tok tok tok


"Iya, siapa?" teriak Laila dari dalam kamar


"Ini aku, ayo makan malam dulu" ajak Raksa


Laila sedang rebahan dan Dia sedang malas untuk ngapa ngapain. Laila hanya ingin istirahat saja saat ini.


'Mungkin Dia kelelahan abis acara wisudanya tadi'


"Baiklah, tapi nanti kau harus makan kasihan bayi kita kalau kau tidak makan" kata Raksa yang langsung berlalu pergi ke meja makan


'Apa? Dia bilang bayi kita? Benarkah Dia menganggap bayi ini anaknya? Ahhh kenapa aku sesenang ini' Laila


Setelah selesai makan malam Raksa kini sedang duduk santai di ruang keluarga sambil menontob TV.


"Apa sudah makan" gumam Raksa


Entah kenapa Dia merasa khawatir pada Laila. Raksa pun pergi ke kamar Laila untuk mengingatkan nya agar segera makan malam.


Tok tok tok

__ADS_1


"Hey ayo makan malam dulu" teriak Raksa


Laila yang sedang tidur pun terasa terganggu. Dia pun memaksakan matanya untuk terbuka dan berjalan ke arah pintu kamarnya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan menampakkan Laila yang masih mengumpulkan kesadarannya sambil mengucek ngucek matanya.


'Kenapa Dia menggemaskan seperti itu kalau baru bangun tidur. Heh apa yang kau fikirkan Raksa. Sadarlah' Raksa


"Ada apa Tuan?" tanya Laila setelah kesadaran nya benar benar terkumpul


"Kau belum makan malam, makanlah dulu" kata Raksa datar


"Hmmm" Laila mengangguk lalu pergi ke meja makan


Raksa hanya mengikutinya dari belakang. Laila duduk di meja makan dan mengambil sayuran ke piringnya tanpa nasi karna Laila masih belum bisa makan nasi.


Raksa duduk di samping Laila membuat Laila keheranan.


"Tuan mau makan juga?" tanya Laila


"Tidak, aku hanya ingin menemani mu makan. Siapa tau kau bosan makan sendiri" kata Raksa santai


'Hah? Apa katanya? Di benar benar aneh, kadang galak kadang juga baik' Laila


Laila tidak menghiraukan keberadaan Raksa. Laila makan dengan tenang. Sementara Raksa hanya diam sambil sesekali melirik ke arah.


'Duh ada dengan ku? Sadarlah Raksa. Tapi kenapa Dia terlihat sangat menggemaskan' Raksa menggeleng kan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2