Gadis Misterius

Gadis Misterius
Part 43


__ADS_3

"Fiya"


"kamu..."


"Iya ini aku. Kamu ngapain disini?"


"Aku tinggal disini sekarang"


"Ohh. terus kamu mau kemana rapi banget?"


" Aku mau cari kerjaan"


"Kalau gitu kebetulan banget, aku lagi butuh sekertaris ni. Mau gak kamu jadi sekertarisku?"


"Oke aku mau"


"Ayo ikut aku kalau gitu"


Alifiya pun menurut dan masuk ke dalam mobil itu. Dia terlihat sangat bahagia karna bisa mendapat kerjaan dari teman sekolah nya dulu.


Sesampai nya di perusahaan Alifiya langsung turun dan mengikuti teman nya itu. Saat sampai di ruangan nya Alifiya langsung di suruh duduk dan di ajarkan beberapa hal. Alifiya yang sudah pernah mengurus perusahaan tentu saja langsung faham dan mengerti apa yang harus dikerjakan nya.


...............

__ADS_1


Vano dan Kevin masih terus berusaha mencari Alisya dan Alifiya. Kali ini mereka mencari dengan mobil masing masing. Seharian mereka mencari menyusuri kota A tanpa terlewatkan. Tapi hasil nya tetap nihil, Alisya dan Alifiya tidak ditemukan sama sekali.


Mereka pun kembali pulang ke rumah masing masing. Vano langsung masuk ke kamar nya dan berharap istrinya akan pulang dan menunggu nya dikamar seperti biasa yang Alisya lakukan.


Tapi itu semua hanya angan angan Vano saja. Alisya tentu saja tidak pulang. Bahkan mungkin Dia tak memikirkan untuk pulang saat ini.


Vano mengambil foto pernikahan nya yang terpajang di atas meja. Dia menatap foto itu dengan mata sendu.


"Sayang kamu dimana ? Pulang lah sayang aku merindukan mu. Bagaimana keadaan anak kita ?" Vano mengusap fota Alisya dengan ibu jarinya. Buliran bening telah lolos dari pelupuk matanya.


Vano sangat rapuh saat ini. Kehilangan orang yang sangat Vano cintai membuatnya frustasi memikirkan nya. Hidupnya terasa hampa, apalagi setelah Dia tahu kalau istrinya pergi dalam keadaan mengandung anak nya. Khawatir, cemas dan rindu menjadi satu yang Vano rasakan.


...............


Bella kesal melihat Satya mengacuhkannya. Padahal setiap bertemu dengan nya Satya srlalu ceria dan terlihat bahagia.


"Beb kamu kenapa si?" tanya Bella yang tak dihiraukan sama sekali oleh Satya


Satya benar benar asyik dengan lamuna nya dan dunia nya sendiri. Untuk saat ini Dia tidak mau di ganggu termasuk oleh Bella kekasihnya.


"Beb" Bella memanggil nya dengan nada tinggi


"Eh iya ada apa Bell?" tanya Satya yang baru sadar dari lamunan nya

__ADS_1


"Kamu kenapa dari tadi diem aja?" tanya Bella mengerucutkan bibir nya.


"Ohh. Gak ko aku gak papa " jawab Satya mencoba tersenyum


"Kalo gitu kita ke mall yu. Aku mau shoping" Bella memeluk tangan Satya dan menyenderkan kepala nya di bahu Satya.


"Kamu pergi aja sendiri ya. Aku masih banyak kerjaan" tolak Satya halus


"hmmmm. Baiklah aku pergi dulu ya sayang. Bye" kata Bella seraya mencium pipi Satya


Satya hanya tersenyum melihat Bella yang sudah keluar dari apartemen nya. Kini fikiran nya kembali pada kenyataan pahit itu. Untuk seorang Satya mendapat kan masalah sudah hal biasa. Apalagi di dunia bisnis pasti selalu ada masalah yang harus dihadapinya.


Tapi untuk masalah satu ini Satya benar benar blenk untuk mencari cara menyelesaikan nya. Di fikiran nya hanyalah sebuah rasa dendam dan benci pada Papi nya. Satya tak punya lagi hati nurani untuk saat ini. Bahkan Dia sudah mendapat julukan bos yang kejam di kantornya. Tapi Satya tak memperdulikan nya.


Satya terlalu nyaman dengan dirinya yang sekarang. Satya merasa kalau Dia berubah kejam berarti tidak akan ada lagi yang berani membohongi nya. Itulah yang ada di fikiran Satya.


Amarah dan rasa benci telah merubah nya menjadi Satya yang arogan dan kejam dalam segala hal. Papi nya pun sudah tak berani menegur nya hanya untuk sebatas menasehati nya saja.


.............


Di lain tempat Hendarto masih terus menyuruh anak buahnya untuk mencari menantu nya itu. Hendarto terus berusaha menemukan menantunya itu apapun caranya. Dia akan menebus segala kesalahan nya dimasa silam.


Vote nya jangan lupa 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2