Gadis Misterius

Gadis Misterius
Part 46


__ADS_3

Pagi ini Elvano dan Kevin telah duduk menunggu klien nya di salah satu restoran. Mereka datang lebih awal jadi mereka harus menunggu sebentar.


Tak lama kemudian klien yang ditunggu pun datang Kevin langsung tersentak kaget saat tahu siapa yang menjadi rekan bisnis nya. Dia ingat betul siapa laki laki di depan nya ini. Adit yang dulu pernah membuatnya cemburu karna mengobrol sama kekasihnya.


"Selamat pagi maaf membuat anda menunggu " menjabat tangan Vano


"Ahh tidak apa. Oh ya ini yang menggantikan Pak Adre?" tanya Vano


"Iya Pak saya anak nya Pak Andre. Perkenalkan nama saya Aditya" kata Adit


"Baiklah. Saya Vano dan ini asisten saya Kevin" Vano menunjuk ke arah Kevin yang masih diam mematung.


"Ohh anda kan yang waktu itu. Calon suaminya Fiya kan?" tanya Adit saat melihat ke arah Kevin


Kevin baru tersadar dari fikiran nya Dia langsung menjabat tangan Adit dan tersenyum ramah.


"Apa anda kenal dengan Alifiya?" tanya Vano penasaran


"Iya. Dia teman sekolah saya dulu" jawab Adit tersenyum


Vano pun hanya mangut mangut mengerti.


"Baik ayo kita mulai miting nya Pak" kata Kevin


"Sebentar Pak saya menunggu sekertaris saya dulu katanya tadi mau ke toilet" kata Adit yang celingukan menunggu Alifiya.


Adit sengaja tak memberi tahu Kevin kalau sekertarisnya adalah Alifiya. Adit tahu mereka sedang ada masalah walaupun Dia tidak tahu apa masalah nya.


...............

__ADS_1


Sementara itu Alifiya masih di toilet dengan perasaan gugup dan takut. Alifiya memandang dirinya di pantulan cermin yang ada di toilet.


"Aduhh gimana ni? Aku belum siap untuk bertemu mereka dan aku juga gak mungkin pergi gitu aja. Gak profesional dong" Alifiya berbicara sendiri


Alifiya terus mondar mandir sampai Dia cape sendiri. Alifiya akhirnya memantapkan hatinya untuk menemui klien nya itu. Mungkin ini adalah takdir Tuhan pikirnya.


Alifiya berjalan menunduk ke arah bos nya itu.


"Kamu kemana saja ?" tanya Adit yang melihat Alifiya berjalan ke arah nya


"Maaf Bos tadi say...." Ucapan Alifiya terhenti saat kepalanya mendongak dan matanya melihat ke arah klien yang sedang duduk.


Deg Deg Deg Deg


Detak jantung ketiga nya berdetak kencang. Alifiya hanya mematung ditempatnya. Dia bingung harus bagaimana. Ketiga nya masih diam mematung dengan fikiran masing masing sampai suara Adit menyadarkan mereka.


"Eh iya maaf Bos" Alifiya langsung duduk dan mencoba menetralkan perasaan nya saat ini.


"Bisa kita mulai sekarang Pak" kata Alifiya mencoba senetral mungkin. Padahal perasaan nya sudah tak karuan.


Vano dan Kevin hanya mengangguk patuh tanpa sepatah kata pun. Keduanya masih belum percaya kalau ini adalah kenyataan. Semuanya terasa mimpi saat melihat Alifiya wanita yang selama ini di cari cari.


Alifiya mempersentasi kan segala nya di depan Kevin dan Vano. Setelah selesai Alifiya diam memandang Kevin dan Vano yang masih terbengong melihatnya.


"Bagaimana Pak?" tanya Adit membuyarkan fikiran Vano dan Kevin.


"Eh iya Pak saya setuju saja dengan konsep yang perusahaan Bapak buat" kata Vano mencoba profesional


"Baiklah kalau begitu saya pamit dulu. Masih banyak kerjaan di kantor" Adit beranjak dari duduk nya dan mengancingkan jas nya.

__ADS_1


Alifiya segera membereskan berkas berkas dan laptopnya saat melihat bos nya akan segera pergi. Tapi sebelum Alifiya berdiri sudah di cegah oleh bos nya itu.


"Kamu disini saja Fiya. Selesaikan dulu masalah mu. Masalah kerjaan biar aku saja" kata Adit mengambil berkas berkas dan laptop Alifiya yang sudah di masukkan ke tas nya.


"Tapi bos say.."


"Udah kamu selesaikan dulu masalah mu" Adit langsung memotong ucapan Alifiya


"Saya permisi dulu pak" kata Adit yang langsung berlalu pergi.


Mau tak mau Alifiya duduk kembali di sana. Perasaan nya gugup saat melihat mereka menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


'Gimana ini? Kak Syasya tolong aku' teriak Alifiya dalam hati


Mereka bertiga masih diam membisu tanpa ada yang mau bersuara satu pun. Alifiya dan Kevin sesekali saling curi pandang. Jujur saja keduanya sangat merindukan kebersamaan mereka selama ini. Mungkin mereka sangat ingin saling memeluk jika tidak ada Vano disini.


"Fiya dimana Kakamu sekarang?" tanya Vano akhirnya bersuara


Alifiya diam. Apakah ini saat nya mereka bersatu kembali? Inikah takdir Tuhan yang kembali mempertemukan mereka? Haruskah Alifiya membawa kaka ipar nya pada kaka nya? Apakah kaka nya akan siap bertemu suaminya lagi?. Pertanyaan itu berseliweran di fikiran Alifiya.


"Jawab Fiya. Diamana Kaka mu?" kata Vano sudah tidak sabar lagi


Alifiya menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya dengan berat.


"Jika Kaka ingin bertemu Kak Syasya kalian ikut aku pulang. Dan jika Kak Syasya tidak mau ikut Kaka. Maka Kaka jangan memaksanya" kata Alifiya tegas


"Baiklah ayo kita pergi sekarang" kata Vano semangat


Alifiya mengangguk dan berdiri lalu menyelempangkan tas di pundak nya. Mereka bertiga pun pergi keluar dari restoran itu.

__ADS_1


__ADS_2