Gadis Misterius

Gadis Misterius
Part 44


__ADS_3

5 Bulan Kemudian


Kevin dan Vano masih terus berusaha mencari keberadaan para wanita nya. Tapi sampai sekarang mereka belum bisa menemukan Alisya dan Alifiya.


Hendarto pun tak kalah sibuk nya mencoba melacak keberadaan menantu nya lewat anak buahnya. Apalagi setelah tahu kalau menantu nya itu sedang mengandung cucu nya.


Satya sampai sekarang tidak pernah bertemu lagi dengan Hendarto. Dia hanya akan bertemu Vano dan teman teman nya di tempat lain, asalkan jangan bertemu dengan Papi nya. Bahkan Satya tak pernah menanyakan keberadaan Papa kandung nya. Para Sahabatnya pun sudah kewalahan untuk menegur Satya yang sekarang menjadi arogan, pemarah dan sangat dingin pada orang lain.


Saat ini empat sekawan sedang berkumpul di cafe yang dulu Alisya bekerja. Mereka berkumpul di ruangan VIP agar tidak ada yang mendengarkan percakapan mereka.


Vano terlihat sedih saat memasuki cafe ini. Vano ingat bagaimana dulu Dia berjuang mendapatkan simpati Alisya.


"Sabar Van. Gue yakin ko lo bisa lewatin ini semua" kata Reno menyemangati


"Gue yakin Alisya dan Fiya bakalan baik baik aja. Lo tau sendiri kan gimana bini lo dulu waktu kuliah. Dia bisa jaga diri Van" Satya ikut menimpali.


Satya tetap peduli pada Vano meskipun Dia tahu kalau Papi nya Vano lah yang sudah membuat keluarga nya hancur. Tapi Satya tak akan ikut menyalahkan Vano karna Vano tidak tahu apa apa.


"Iya Bang " jawab Vano lesu

__ADS_1


"Kita harus terus berusaha Van" kata Kevin optimis


"Iya bener tuh kata Kevin" kata Reno


Mereka pun asyik mengobrol banyak hal, mencoba menghibur Kevin dan Vano yang sedang di landa kesedihan. Persahabatan mereka memang patut untuk di contoh. Selalu saling mendukung dan membantu saat ada yang terkena masalah.


...............


Di Kota B


Alisya dan Alifiya sedang makan malam bersama. Setelah makan malam mereka langsung masuk ke kamar. Alisya dan Alifiya tidur bersama, karna kontrakan nya tidak terlalu besar hanya ada satu kamar, dapur, kamar mandi dan ruang tamu yang menjadi satu dengan ruang keluarga.


"Kak.. Kaka kenapa?" tanya Alifiya yang melihat kakanya melamun


"Ah tidak. Tidak apa apa ko dhe" jawab Alisya gelagapan


"Kaka kangen Kak Vano ya?" tanya Alifiya seolah mengerti perasaan kaka nya


Alisya diam. Jujur saja Dia memang sangat merindukan suaminya itu. Di saat hamil seperti ini biasanya semua perempuan akan ingin dimanja oleh suaminya. Tapi Alisya justru harus berjauhan dengan suaminya. Tapi mau bagaimana lagi semuanya telah terjadi.

__ADS_1


Seandainya Alisya tahu kenyataan ini sebelum menikah dengan Vano mungkin Alisya tak akan sesakit ini. Sekarang semuanya sudah terlanjur terjadi, Alisya sudah mencintai suaminya itu dan sekarang Dia sedang mengandung anak nya. Tapi Alisya masih belum siap jika harus bertemu Vano sekarang.


"Apa kaka mau kita kembali ke kota A?" tanya Alifiya ragu


"Hah. Apa maksud mu?" Alisya tersentak kaget mendengar pertanyaan Alifiya


"Kak aku tahu kaka sangat mencintai Kak Vano. Aku juga gak mau lihat kaka sedih terus dan suatu saat nanti juga bayi dalam perut kaka jika sudah lahir pasti akan menanyakan keberadaan ayah nya kan?" Alifiya menarik nafas nya sebelum melanjutkan ucapan nya.


"Aku gak mau egois kak. Jujur aku juga sangat merindukan Mas Kevin. Sebenarnya kita salah Kak jika harus membenci orang yang bahkan tidak tahu apa apa" kata Alifiya


Alisya menghembuskan nafas berat. Dia juga berfikir yang sama dengan adiknya dan Alisya tak menyangka adiknya bisa sedewasa ini.


"Kaka tidak mau kembali ke kota A dhe. Jika kaka jodoh sama kaka iparmu maka Dia akan bisa menemukan kaka. Begitu pun dengan Kevin" kata Alisya


"Baiklah kak. Kita pasrahkan saja semuanya pada yang di atas" kata Alifya memeluk kaka nya


Alisya mengangguk dan membalas pelukan sang adik. Semuanya akan ada jalan keluar nya dan Alisya yakin sama takdir Tuhan pasti yang terbaik untuk nya.


Jangan Lupa Vote, Like dan komen.

__ADS_1


🤗🤗


__ADS_2