
Laila mengerjapkan matanya, Dia mencoba mengangkat tangan suaminya yang melingkar di pinggang nya. Tapi belum juga terangkat Raksa malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas bangun udah subuh, shalat dulu " kata Laila
"Hmmm sebentar lagi sayang"kata Raksa masih dengan mata terpejam
Laila hanya pasrah dan membiarkan suaminya memeluknya. Lima belas menit kemudian mereka telah bangun dan mandi. Mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah. Ya meskipun Raksa jarang melaksanakan kewajiban nya namun Dia tetap tahu karna Fiya selalu mengajarkan nya tentang agama.
"Sayang sini" Raksa menepuj pahanya
Laila hanya diam tanpa menghiraukan ucapan suaminya. Dia masih duduk di sofa samping suaminya.
"Kenapa hmm?" tanya Raksa lembut
Laila menoleh dan menggeleng pelan. Raksa tahu ada yang di sembunyikan oleh istrinya. Tapi Dia tidak mau memaksa istrinya untuk bercerita. Raksa akan menunggu sampai istrinya akan menceritakan nya tanpa paksaan.
'Gimana ini? Apa aku tanyakan saja? Aku benar benar penasaran dengan wanita yang kemarin. Apa Dia benar menyusul suamiku ke Jerman. Lalu apa yang mereka lakukam disana. Sampai kemarin Mas Raksa tidak menghubungi ku'
Laila masih bergelut dengan fikiran nya. Raksa semakin yakin kalau ada yang di fikirkan oleh istrinya. Melihat Laila banyak diam dan melamun.
"Hei ko melamun? Ada apa?" tanya Raksa
Lalia tersadar dari lamunan nya dan menatap Raksa "Hmmm kemarin ada yang datang kesini"
Raksa menautkan alisnya "Siapa?"
"Gak tau siapa namanya, dia sepertinya gadis blasteran. Cantik dan Dia bilang kalau Dia pacarnya Mas" jelas Laila hati hati
Mata Raksa langsung terbelalak kaget "Terus Dia ngapain kamu? Dia gak nyakitin kamu kan?"
Laila menggeleng "Tidak. Dia hanya bilang kalau Dia akan menyusul mu ke Jerman setelah aku memberi tahu kalau kamu gak ada disini dan sedang mengunjungi orang tua kamu"
Raksa bernafas lega dan langsung memeluk Laila "Sayang dengerin aku"Raksa menangkup kedua wajah Laila agar menatapnya.
__ADS_1
"Jangan pernah mikir macem macem. Dia memang mantan aku tapi sumpah aku sudah tidak hubungan apapu sama Dia. Bahkan jauh sebelum kita menikah" jelas Raksa karna tidak mau istrinya salah faham.
"Tapi Dia bilang kalau kamu cuma mencintai Dia dan kamu menikahiku karna kesalahan ini"Laila menatap Raksa dengan mata berkaca kaca
Raksa menggeleng cepat "Kamu harus percaya sama aku. Dia sudah menikah dengan orang kaya dan asal kamu tahu kalau Dia sudah selingkuh di belakang ku. Itulah sebabnya kenapa malam itu aku mabuk berat karna aku baru mengetahui perselingkuhan nya"
"Tapi aku sama sekali tidak menyesal karna telah mabuk malam itu dan sampai malam bersamamu terjadi. Aku bahagia karna sekarang ada calon anak kita disini" Raksa mengelus perut buncit Laila
Laila langsung memeluk suaminya "Terimakasih Mas, sudah menerimaku dan anak ini"
"Iya Sayang, aku juga bahagia karna bisa mendapatkan istri sebaik dan secantik kamu "Raksa membalas pelukan Laila
"Oh ya Mas, apa keluarga kamu gak marah sama pernikahan kita?"tanya Laila
Raksa tersenyum "Awalnya Daddy marah karna aku menikah diam diam. Tapi setelah aku menjelaskan semuanya Daddy dan Mommy setuju ko sama pernikahan kita"
"Beneran Mas?" tanya Laila tidak percaya
"Ya sudah kalau begitu ayo kita turun Mas" ajak Laila
Mereka pun turun sambil bergandengan tangan. Sampai di meja makan mereka langsung memakan sarapan yang disiapkan oleh Bi Siti.
Selesai sarapan Raksa mengajak istrinya untuk bersantai di ruang keluarga. Laila tiduran dengan paha suaminya sebagai bantalan. Raksa mengelus rambut Laila dan memainkan rambut itu.
"Mas aku pengen ke panti deh" kata Laila
"Hmmm, nanti siang aja ya. Sehabis makan siang" kata Raksa
"Beneran Mas?" tanya Laila antusias
"Iya Sayang" jawab Raksa tersenyum
...----------------...
__ADS_1
Laila dan Raksa suda berada di panti asuhan. Tempat dimana Laila di besarkan setelah kedua orang tuanya meninggal. Raksa membeli beberapa pakaian, mainan dan juga makanan untuk anak anak panti.
Sungguh Laila sangat bahagia melihat kepedulian suaminya. Laila sedang asyik bermain dengan anak anak panti dan mendengarkan cerita mereka.
"Laila "teriak seseorang membuat Laila menoleh dan membelalakan matanya
"Mala" kata Laila
"Cih aku bukan Mala aku Laura" kata Mala
"Kau hamil La? Kau hamil anak siapa ? Cih sama saja kau denganky Laila" kata Mala tersenyum sinis
"Cuku Mal, aku tidak sama seperti kamu "bantah Laila
"Hahaha buktinya kau hamil tanpa ada suami. Kau kan belum menikah"kata Mala sinis
"Saya suaminya" teriak Raksa entah sejak kapan ada di belakang mereka
Mala membelalakan matanya melihat Raksa Rahardian berdiri di depan nya dan Dia mengaku sebagai suami Laila teman masa kecilnya.
"La kau benar benar menikah dengan nya? Cih kau sama saja mencari pria kaya untuk memenuhi hidupmu" kata Mala tersenyum sinis
"Mala aku tidak menyangka kalau kau akan berubah secepat ini. Mana Mala yang ku kenal dulu?" kata Laila mulai menangis
"Sudah ku bilang namaku Laura bukan Mala" teriak Mala
"Terserah, aku hanya berharap kau akan kembali ke Malaku yang dulu" kata Laila
'Aku tidak mungkin kembali ke Mala yang dulu La. Aku seperti ini untuk mempertahan kan hidupku dari pria itu. Maafkan aku La' Mala melangkah pergi meninggalkan panti asuhan
Raksa memeluk Laila yang menangis "Sudah jangan menangis lagi ada aku disini oke"
Ramaikan juga novel saya yang baru. KU INGIN BAHAGIA 🤗🤗
__ADS_1