
Laila menghapus air matanya saat Dia kembali mengingat kejadian kelam yang tidak bisa Dia lupakan. Hidupnya hancur sekarang.
"Baiklah aku akan menikahi mu. Tapi ingat aku hanya menikahi mu sampai anak ini lahir dan setelah nya aku akan menceraikan mu" kata Raksa begitu enteng nya
Laila menatap tidak percaya pada Raksa. Apa yang Dia ucapkan benar benar menyakitinya.
"Apa? Kenapa menatap ku seperti itu? " kata Raksa merasa risih dengan tatapan Laila
"Bagaimana? Kau mau kan? Kau tidak perlu khawatir meskipun nanti kita bercerai. Tapi anak itu akan tetap aku biayai. Banyak anak yang orang tuanya bercerai, tapi mereka baik baik saja. Jadi yang terpenting sekarang adalah anak itu punya Ayah" jelas Raksa
' Apa aku harus menyetujuinya? Tapi aku juga gak mungkin membiarkan anak ku tumbuh tanpa seorang Ayah yang jelas' Laila
"Cepatlah, aku tidak banyak waktu kau mau atau tidak?" tanya Raksa tidak sabar
Laila menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya dengan berat.
"Baiklah, yang penting anak ini tahu siapa Ayahnya" kata Laila
"God Girl" kata Raksa tersenyum puas
"Kita akan menikah minggu depan dan kau harus bersiap siap untuk itu" kata Raksa yang langsung pergi meninggalkan Laila yang masih diam dengan fikiran nya.
'Inikah rencana mu Ya Allah?' Laila
"Baiklah semangat Laila, kau pasti bisa melewati ini semua. Kau pasti kuat sampai anak ini lahir kau akan terbebas dari pria dingin itu" gumam Laila
...----------------...
__ADS_1
Hari pernikahan pun tiba, tidak banyak yang datang dan hanya di hadiri beberapa orang kepercayaan Raksa termasuk dokter Resi. Bahkan Raksa pun tidak memberi tahu Kevin dan Alifiya sebagai orang tuanya. Dia benar benar melakukan pernikahan ini hanya untuk menutupi aib anaknya nanti.
Proses ijab Qobul pun berjalan dengan khidmat. Tak ada acara resepsi pada acara ini. Bahkan Laila pun tidak memakai baju pengantin atau kebaya pada umumnya seorang pengantin.
Setelah semua acar selesai, kini semua orang sudah pada pulang. Laila duduk diam di taman dengan mata berkaca kaca menatap langit.
"Inikah akhir kisah hidupku? Kenapa sesakit ini, kenapa sekejam ini dunia padaku? Hanya dalam waktu 9 bulan aku akan menjadi seorang janda di usia muda" setetes air mata sudah meluncur membasahi pipinya.
Setelah lelah menangis, Laila pun kembali masuk ke dalam rumah dan Dia menemui Raksa yang sedang duduk di sofa ruang keluarga.
"Sini kau" kata Raksa dingin
Laila hanya mengangguk dan duduk di sofa depan Raksa. Raksa melemparkan sebuah kertas pada Laila.
"Baca" katanya lagi masih dengan wajah datar
Surat pernikahan
2. Jika suami salah maka kembali ke nomor 1.
Laila mengerutkan keningnya 'Ini si egois namanya'
"Bagaimana? Kau sudah mengerti? Sekarang tanda tangan lah dan kau tetap tidur di kamarmu ya. Jangan harap kau mau tidur bersama ku, karna kau tak lebih dari wanita penggoda yang menjebak ku demi uang" kata Raksa
'Apa? Dia bilang aku menjebak nya demi uang? Tidak salah kah apa yang ku dengar. Bahkan Dia yang memaksaku... Cobaan apa lagi ini'
Laila menatap Raksa dengan mata berkaca kaca. "Kau benar benar tidak punya perasaan Tuan"
__ADS_1
"Apa kau bilang? Aku tidak punya perasaan? Kalau aku tidak punya perasaan mana mungkin aku mau menikahimu" kata Raksa emosi
"Terserah anda Tuan" Laila pun pergi ke kamarnya
Laila menumpahkan segala sesak di dadanya. Belum puas hidup mempermainkan nya. Lagi dan lagi Dia harus menerima kenyataan yang menyakitkan.
...----------------...
Besok paginya seperti biasa Laila melakukan tugas nya. Meskipun telah bersetatus istri tapi tetap saja Dia melakukan tugas pembantu. Karna mau bagaimana pun pernikahan nya bukan berdasarkan cinta.
Setelah semuanya selesai Laila pun segera bersiap untuk ke kampus nya.
"Kemana cewe itu?" Raksa yang baru turun dari kamarnya melihat meja makan yang sudah ada sarapan tapi Dia tidak menemukan Laila
Raksa langsung makan sarapan yang telah dimasak oleh Laila. Dan sampai kapanpun masakan Laila tetap yang paling cocok di lidahnya. Entah kenapa Raksa sangat menyukai masakan Laila.
Saat sedang menikmati sarapannya pun keluar dari kamarnya sudah siap untuk ke kampus.
"Kau tidak sarapan dulu?" tanya Raksa melirik sekilas pada Laila
"Kenapa kau sok perhatian padaku" kata Laila cuek
Raksa menatap tajam pada Laila "Aku hanya perhatian karna kau mengandung anak ku bukan karna aku perhatian padamu"
"Ya aku tahu" Laila pun pergi tanpa pamit dan sarapan membuat Raksa kesal di buatnya
"Kenapa tuh cewe bisa sesantai ini menghadapi masalah ini" gumam Raksa yang melanjutkan sarapan nya
__ADS_1
Sementara itu Laila keluar dari gerbang itu dengan berlinang air mata. Dia hanya bisa pura pura tangguh di depan Raksa agar Dia tidak selalu merendahkan nya.
Vote nya jangan lupa 🤗🤗😍😍