Gadis Misterius

Gadis Misterius
Part 49


__ADS_3

Malam nya Alifiya dan Kevin baru pulang ke kontrakan Alifiya. Mereka disambut ramah oleh Alisya dan Vano. Kini mereka sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Kenapa lo kayanya seneng banget?" tanya Vano yang melihat rona bahagia di wajah Kevin.


"Kita pulang kapan ?" bukan nya menjawab Kevin malah balik bertanya


"Emang nya Fiya udah mau di ajak balik?" tanya Vano


"Udah dong. Iya kan sayang?" tanya Kevin pada Alifiya


Semua mata telah tertuju pada Alifiya menunggu jawaban. Alifiya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sambil cengengesan.


"Aku harus mengundurkan diri dulu dari perusahaan Adit" jawab Alifiya


Mereka pun tersenyum senang mendengar ucapan Alifiya.


"Ya udah kamu bilang dulu aja sama Adit. Dia bakal ngerti ko" kata Alisya tersenyum


"Iya Kak. Aku bilang besok sama Adit" kata Alifiya


"Oh ya Fiya. Adit itu sebenarnya siapa kamu?" tanya Vano


"Dia temen sekolah aku Kak dan sekarang jadi bos aku. " jawab Alifiya tersenyum


"Hmmm. Kirain gitu kamu udah move on dari cowo somplak samping gue ini" kata Vano sengaja menggoda Kevin


Bugh


Kevin melayang kan pukulan nya di lengan Vano yang malah tertawa terbahak bahak.


"Sialan lo Van. Awas aja lo kalau ada masalah jangan minta bantuan gue lagi" kata Kevin dengan wajah serius


"Woless Bro" Vano mengacungkan dua jari nya membentuk hurup V didepan wajah Kevin.


"Udah kalian ini kenapa berantem mulu" Alisya menengahi perdebatan antara dua sahabat ini.


"Kalau gitu mendingan kalian pulang dulu sana" kata Alifiya

__ADS_1


"Kamu ngusir aku Be?" tanya Kevin kesal


" Bukan gitu ihh. Tapi inikan udah malam mendingan kalian pulang dulu ke hotel" kata Alifiya menjelaskan


"Bener yang dibilang Fiya" Alisya menyetujui ucapan adiknya


Kevin dan Vano pun akhirnya pamit pulang ke hotel tempat mereka menginap. Sebenarnya Vano tak rela berpisah dengan istrinya itu. Tapi Dia juga tak mungkin menginap karna di kontrakan Alisya hanya ada satu kamar.


................


Pagi harinya seperti biasa Alifiya sudah siap untuk berangkat ke kantor. Hari ini Alifiya dijemput Kevin. Tapi masalah nya Adit malah duluan jemput Alifiya. Dia lupa mengabari kalau hari ini di jemput Kevin. Adit memang sering antar jemput Alifiya.


"Ayo Fi" ajak Adit saat Alfiya sudah berada di hadapan nya


"Hmmm. Itu... anu... Gimana ya ngomongnya " Alifiya gugup


"Apaan si? gak jelas banget kamu" Adit mengusap sayang rambut Alifiya seperti seorang kaka kepada adiknya.


Tin Tin Tin


Kevin keluar dari mobil dengan wajah datar membuat Alifiya menelan ludah kasar nya.


"Oh kamu dijemput pacarmu. Kenapa gak bilang si Fiya?" tanya Adit heran


"Selamat pagi Pak Kevin" Adit mengangguk hormat dan tersenyum pada Kevin


"Pagi" Kevin tersenyum tipis


"Ya udah kalau gitu saya duluan ya. Mari Pak, Fiya" kata Adit yang di jawab anggukan oleh keduanya.


Setelah Adit pergi Kevin kembali memasang wajah datar nya. Alifiya tahu kalau Kevin pasti melihat Adit mengelus kepalanya.


"Seneng ya di antar jemput sama Bos" kata Kevin menekan kata terakhir nya.


"Apaan si? Adit kan temen aku lagian Dia sering antar jemput aku" ucap Alifiya santai. Dia tidak menyadari perubahan wajah Kevin yang makin kesal.


"Ohh gitu. Jadi seneng tinggal disini, gak mau di ajak pulang karna ada cowo yang lebih perhatian iya" kata Kevin penuh penekanan

__ADS_1


Alifiya baru menyadari ucapan nya. Dia menelan ludah kasar saat melihat wajah Kevin yang datar dan dingin.


"Bukan...gitu.. Mak... Maksud aku" ucap Alifiya gugup


"Masuk mobil sekarang" kata Kevin tegas dan segera masuk ke mobil diikuti Alifiya.


Di dalam mobil keduanya masih diam dengan fikiran masing masing. Kevin tetap fokus nyetir dengan wajah datar nya. Sementara Alifiya masih mencari kata yang cocok untuk menjelasakan pada kekasihnya yang pencemburu ini.


"Sayang" panggil Alifiya


'Gunakan kata sayang dulu biar luluh sedikit ' batin Alifiya


"Apa?" kata Kevin ketus


'Tuhkan mulai luluh ni. Meski masih ketus' batin Alifiya lagi


"Kamu kenapa ? jangan marah. Aku sama Adit gak ada apa apa. Kita cuma menganggap seperti saudara aja." jelas Alifiya


"Kamu bisa aja menganggap nya saudara tapi Dia belum tentu mau menganggap mu saudara " kata Kevin


"Justru Adit sendiri yang bilang kalau Dia menganggap ku saudara"kata Alifiya


"Modus banget" kata Kevin kesal


"Sayang" meraih tangan Kevin dan mencium nya. Jurus rayu paling ampuh menurut Alifiya.


"Kamu kan tau kalau aku cuma cinta sama kamu. Masa iya aku selingkuh si. Aku masih bisa menerima kamu padahal kamu kan anak dari orang yang membunuh orang tuaku. Kurang bukti apa lagi cintaku padamu" kata Alifiya dengan wajah seimut mungkin


Kevin diam Dia baru menyadari betapa beruntung nya Dia mendapatkan wanita seperti Alifiya. Kevin kembali ingat tentang Daddy nya yang tega membunuh kedua orang tua Alifiya. Tapi Alifiya masih mau menerima nya dan kembali padanya.


"Kamu percaya kan sama aku?" tanya Alifiya lagi


"Iya aku percaya. Maafkan aku karna sudah berprasangka buruk padamu. Aku terlalu takut kamu akan berpaling dariku. Apalagi setelah kamu tahu masa lalu Daddy aku" kata Kevin sendu


"Sayang aku gak akan pernah meninggalkan kamu. Oke" kata Alifiya menyandarkan kepalanya di bahu Kevin


"Iya Sayang. Terimakasih " Kevin mencium kepala Alifiya.

__ADS_1


__ADS_2