Gadis Misterius

Gadis Misterius
Part 42


__ADS_3

Sekarang Vano dan Kevin kembali mencari Alisya dan Alifiya. Kevin dan Vano sengaja mencari secara bersama sama. Reno juga mencoba melacak keberadaan Alisya dan Alifiya di kantor nya. Reno tak mungkin meninggalkan Satya yang sedang kacau.


Sejak kejadian itu Satya menjadi lebih dingin dan lebih parah nya Satya berubah menjadi bos yang kejam. Tak segan Dia memarahai karyawan yang membuat kesalahan sekecil apapun, bahkan Satya tega memecat para karyawan. Sudah banyak karyawan yang kena amarah Satya. Kevin dan Vano pun tak berani menegur Satya melihat sikap Satya sekarang jauh berebeda dengan Satya yang dulu.


Kevin dan Vano masih terus mencari para wanitanya. Sesekali mereka melirik ke kanan dan kiri siapa tahu ada sosok yang di carinya. Tapi tetap saja mereka tak menemukan Alisya dan Alifiya.


"Kita harus cari kemana ni Vin?" tanya Vano mulai putus asa


"Gue juga bingung Van. Kita sekarang cuma bisa berdoa semoga mereka baik baik saja" jawab Kevin


Mereka pun akhirnya kembali ke kantor karna hari ini ada jadwal pertemuan dengan klien perusahaan di kota B.


................


Setelah selesai urusan kantor Kevin dan Vano pergi ke rumah Siska dan Reno. Mereka berniat mencari informasi tentang Alisya dan Alifiya. Siapa tahu ada petunjuk dikamar Alifiya. pikir mereka.


Sesampainya di rumah Siska mereka di sambut ramah oleh pemilik rumah. Kini mereka telah duduk di sofa ruang tamu.


"Gimana apa kalian sudah mendapat kabar tentang mereka?" tanya Siska


"Belum Sis, sampai saat ini kita belum bisa menemukan mereka. " jawab Vano lemas


"Justru kedatangan kami kesini untuk mencari informasi. Siapa tau kamu bisa bantu kami. Apa kamu tahu tempat yang suka di kunjungi Alisya atau Alifiya secara kalian kan dekat?" kata Kevin

__ADS_1


"Setau aku Alisya dan Fiya tak punya tempat sepesial yang suka mereka kunjungi. Apalagi Fiya, Diakan terlalu lama tinggal di luar negri. " jelas Siska


"Oh iya Van. Alisya apa sudah bilang tentang kehamilan nya?" tanya Siska


"Apa?" Kevin dan Vano teriak karna kaget mendengar ucapan Siska


"Apa kamu belum tahu kalau istrimu sedang mengandung?" tanya Siska lagi


"Tidak Sis. Aku baru tahu sekarang" jawab Vano sedih


Siska pun menceritakan semuanya. Tentang waktu itu Alisya memintanya membelikan alat tes kehamilan, lalu mereka datang dan Alisya langsung menggunakan nya, dan ternyata Alisya memang positif hamil.


Vano langsung berubah tegang, fikiran nya kacau. Dia baru tahu kalau istrinya hamil. Vano semakin khawatir dan cemas memikirkan istrinya yang pergi entah kemana.


"Ko kamu baru bilang si sayang" Reno yang tadi hanya diam akhirnya buka suara.


"Terus gue harus gimana sekarang Bang? Bini gue lagi hamil dan gue gak tau Dia dimana sekarang" Vano menjabak rambutnya sendiri. Dia terlalu frustasi memikirkan istri nya.


"Lo yang sabar Van. Gue yakin mereka baik baik saja. Sekarang kita jangan menyerah kita harus tetap berusaha mencari keberadaan Alisya dan Alifiya " Reno mengusap punggung Vano mencoba menenangkan.


......................


Di Kota B

__ADS_1


Alisya dan Alifiya masih mebereskan barang barang mereka dan juga membersihkan kontrakan yang baru mereka tinggali. Karna waktu itu datang nya malam jadi mereka langsung tidur sebelum beres beres.


"Kak gak papa ya kita tinggal disini dulu" kata Alifiya yang masih memasuk kan pakaian nya ke lemari plastik yang ada di kamar itu.


"Iya dhe kaka gak papa ko. Yang penting kita tetap bersama" jawab Alisya tersenyum


"Besok aku mau cari kerjaan Kak. Kak Syasya diem aja di rumah jangan kemana mana" kata Alifiya


"Iya. Maaf ya kaka gak bisa bantu kamu kerja " kata Alisya menunduk sedih


Alifiya segera menghampiri kaka nya yang sedang duduk di pinggir tempat tidur. Alifiya memegang kedua bahu Alisya.


"Kak jangan ngomong kaya gitu. Aku ini adhe nya kaka, Jadi aku akan bertanggung jawab sama kaka dan calon ponakan aku" Alifiya tersenyum tulus


"Tapikan seharusnya kaka yang biayai hidup kamu, bukan sebalik nya" Alisya menatap wajah adiknya dengan mata berkaca kaca


"Kak saudara itu harus saling melengkapi. Jika waktu kecil kaka selalu melindungiku. Maka sekarang waktunya aku melindungi kaka" Alifiya memeluk kakanya


"Terimakasih sayang" Alisya membalas pelukan adiknya dan mengusap punggung adik nya itu.


Pagi hari nya Alifiya sudah siap untuk berangkat mencari kerjaan. Setelah selesai sarapan Alifiya pun pergi.


Alifiya berjalan menyusuri jalan di kota B yang padat oleh kendaraan. Dia tak menyadari kalau ada mobil yang menghampirinya dan berhenti. Si pemilik mobil langsung keluar dan menghampiri Alifiya yang terlihat kaget.

__ADS_1


"Fiya" sapa orang itu


"Kamu..."


__ADS_2