Gadis Misterius

Gadis Misterius
Season 2 (Part 9)


__ADS_3

Tidak seperti harapan nya, Satya dan Salwa hanya bisa datang berdua tanpa anak anak nya. Karna memang anak anak nya sedang sibuk dengan kuliah mereka.


Laila sudah gelisah duduk di sofa dengan kedua orang tua yang masih terlihat tampan dan cantik. Sebenarnya tidak terlalu tua juga si apalagi dengan penampilan mereka yang terlihat makin muda.


"Jelaskan" kata Satya dingin


Satya benar benar syok mendengar Raksa sudah menikah dan sekarang istrinya sedang hamil. Jika waktu itu tidak banyak kerjaan mungkin Satya sudah melesat ke rumah keponakan nya itu.


Raksa menunduk merasa bersalah "Maafin Raksa Om"


"Jelaskan Raksa" kata Satya setengah berteriak membuat Laila semakin gemetaran


Raksa menghela nafas berat, Dia pun menceritakan semuanya. Di mulai dari Dia yang mabuk sampai akhirnya Laila hamil anak nya.


"Kau gila Raksa, kau sudah mempermalukan keluarga besar Bramarta dan Rahardian" kata Satya sedikit emosi


Raksa hanya diam menunduk tanpa mau menjawab perkataan Om nya itu.


"Kenapa kau sebodoh itu hah? Kenapa harus sampai mabuk mabuk kan cuma gara gara wanita seperti Dia" kata Satya


Salwa langsung melirik tajam pada suaminya "Kau juga sama saja"


Satya diam, kali ini Dia kembali di skakmat oleh istrinya.


"Apa kau istrinya Raksa?" Satya menunjuk pada Laila yang dari tadi menunduk

__ADS_1


Laila mendongak lalau mengangguk dan kembali menunduk.


"Tidak perlu takut, aku tidak akan marah padamu. Aku hanya kesal saja kenapa keponakan ku menikah tanpa memberi tahu kami" jelas Satya


Salwa berdiri dan berjalan ke arah Laila lalu duduk di sampingnya. Salwa merangkul bahu Laila dengan penuh kelembutan.


"Kamu tidak perlu takut Sayang, disini yang salah bukan kamu tapi keponakan kami yaitu Raksa. Kamu hanya korban, sekarang tante hanya bisa meminta kamu untuk mendampingi Raksa sampai maut memisahkan kalian. Jadilah keluarga bahagia" kata Salwa lembut


Laila sampai meneteskan air mata haru mendengar ucapan Salwa yang begitu lembut. Laila benar benar merasakan kembali kasih sayang seorang ibu.


"Terimakasih Tante" Laila memeluk Salwa


Salwa mengusap punggung Laila yang mulai bergetar karna menangis. Lelah Laila benar benar sudah lelah dan sekarang Laila bisa menumpahkan tangisnya bersama Salwa. Entah kenapa Laila merasa sangat nyaman berada di pelukan Salwa.


"Sudah jangan menangis, kamu harus kuat dengan semua ini. Ingat ada nyawa yang harus kamu lindungi di dalam perur kamu" kata Salwa lembut


"Terimakasih Tante karna ada Tante aku bisa merasakan lagi hangatnya pelukan seorang ibu " kata Laila


Salwa tersenyum "Kamu boleh ko menganggap Tante sebagai ibu kamu. Oh ya siapa nama kamu?"


"Laila Tante " jawab Laila tersenyum


Salwa tersenyum dan mengelus kepala Laila. Sementara itu Satya dan Raksa masih saja saling melempar pandangan.


"Jadi kapan kau akan memberi keluarga mu di luar negri?" tanya Satya

__ADS_1


"Om aku mohon sama Om jangan beri tahu dulu Daddy sama Mommy. Aku akan memberitahu mereka tapi tidak sekarang " kata Raksa memelas


Satya menghela nafas kasar "Baiklah, Om yakin kamu bisa menyelesaikan masalah ini"


Raksa bernafas lega saat Satya menuruti keinginan nya.


"Kalau begitu kami pamit dulu dan kau jangan macam macam pada istrimu" kata Satya tegas dengan tatapan membunuh nya


Raksa mengangguk "Iya Om"


"Sayang ayo kita pulang" ajak Satya


"Iya Mas. Raksa Laila, kami pamit pulang dulu ya. Assalamualaikum " pamit Salwa


"Waalaikumsalam " jawab mereka


Kini di ruang tamu hanya tinggal Laila dan Raksa. Keduanya masih diam dengan fikiran masing masing.


"Kau jangan coba coba mengambil hati Tante ku supaya kau bisa mendapatkan simpatinya. Ingat pernikahan ini hanya sementara dan kau jangan berharap bisa menjadi anggota keluarga ku" kata Raksa sinis


Hancur semuanya hancur, masa depan nya, kehidupan nya dan semua harapan nya. Kini Laila hanya bisa pasrah dengan suratan takdirnya.


Tanpa banyak berkata Laila pun pergi ke kamarnya dan menangis disana. Sungguh dadanya terasa sesak, semua ucapan Raksa seperti ribuan anak panah yang menancap di hatinya. Sakit, kecewa yang Laila rasakan.


'Aku fikir Dia sudah berubah sejak Dia mau mengantarku peruksa kandungan. Tapi ternyata semua harapan ku salah dan sia sia. Dia sama sekali tidak berubah, Dia tidak bisa menerimaku sebagai istri nya'

__ADS_1


Laila hanya bisa meratapi nasib nya yang sampai sekarang belum mendapatkan kebahagiaan seutuhnya. Tapi Laila tetap akan bertahan dan bersabar dengan semua keadaan ini. Semua demi anak nya, demi masa depan anaknya.


Like, Komen dan Vote yang banyak. 😁😁


__ADS_2