
Alisya, Alifiya dan Siska sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka asyik bercanda ria. Sampai mereka tak sadar kalau para lelaki sudah pulang dan menghampiri mereka. Siska memang sudah memberitahu Reno kalau Dia akan ke rumah Alisya bersama Alifiya. Kevin yang tahu kekasihnya di sini juga ikut pulang ke rumah Vano.
"Assalamualaikum. Asyik bener ngobrolin apa si?" tanya Vano yang sudah duduk di samping istrinya
"Waalaikumsalam " jawab mereka serempak
"kalian sudah pulang? Tumben masih sore?" tanya Alisya
"Lagi gak banyak kerjaan aja Sya" jawab Reno
"Bentar ya biar kita buatkan minum dulu" kata Siska sambil berdiri dan berjalan ke arah dapur diikuti Alisya dan Alifiya.
"Pada ngumpul ni. Mana Satya?" tanya Papi yang baru keluar dari kamar nya.
"Bentar lagi sampai ko Pi" jawab Vano
Papi pun duduk dan ikut mengobrol bersama mereka. Tak lama kemudian Satya pun datang dan langsung ikut bergabung. Alisya dan yang lainnya memebawakan minuman dan cemilan. Setelah itu mereka kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
"Masak apa kita Sya?" tanya Siska yang sedang membuka kulkas
"Hmmm. Apa ya? Masak bahan yang ada di kulkas saja Sis" jawab Alisya
Siska pun mengangguk dan mengeluarkan beberapa sayuran dan daging ayam yang ada di kulkas. Mereka bertiga pun mulai memasak.
Tak butuh waktu lama masakan mereka pun telah matang. Karna di kerjakan bersama jadi cepat selesai masak nya. Alisya segera memanggil para lelaki yang sudah pada mandi dan ganti pakaian.
"Ayo makan malam dulu" ajak Alisya
__ADS_1
Mereka pun berjalan mengikuti Alisya ke meja makan. Mereka semua makan dengan tenang. Selesai makan malam mereka kembali berkumpul di ruang keluarga.
"Papi mau ke belakang bentar" kata Papi sambil berdiri dan berlalu pergi
"Aku mau ke kamar mandi dulu" Alisya berdiri dan berjalan menuju kamar mandi yang ada di dapur.
Selesai Alisya di kamar mandi, Dia langsung keluar. Tapi saat Alisya akan kembali ke ruang keluarga Alisya tak sengaja menangkap seseorang sedang berjalan ke arah belakang. Alisya yang penasaran langsung mengikuti orang itu.
Ternyata orang itu menuju gudang yang sudah lama tak pernah dibersihkan. Alisya terus mengikutinya. Terlihat orang itu membuka sebuah koper entah apa isinya.
"Maafkan aku.. Gara gara aku kalian harus kehilangan orang tua" kata orang itu lirih namun masih terdengar oleh Alisya
"Semua salahku. Hingga orang orang terdekatku harus menderita dan menanggung kebodohan ku" ucapnya lagi
Alisya bingung kenapa Papi berbicara seperti itu. Alisya makin penasaran dengan barang yang ada di dalam koper itu.
Saat Hendarto akan keluar dari gudang Alisya segera berjalan ke arah samping. Hingga tubuhnya tak terlihat karna tertutup tembok.
Alisya berjalan dan menyentuh koper yang sudah dipenuhi debu. Alisya meniup debu yang ada di atas koper. Dengan perlahan tapi pasti Alisya membuka koper itu.
Alisya diam mematung dengan tubuh bergetar dan air mata yang mengalir deras. Kedua tangan nya menutup mulut nya karna terlalu kaget dengan apa yang Dia lihat saat ini.
Alisya mengambil beberapa benda yang ada di dalam koper lalu berlari kedalam rumah. Saat sampai di ruang keluarga Alisya langsung melempar benda benda itu di hadapan mereka semua.
Semua yang ada disana terkejut melihat tingkah Alisya. Papi sudah tegang dengan wajah pucat pasi. Alifiya langsung menangis dan berlari memeluk kakanya. Kejadian itu seolah kembali diingatan mereka berdua.
"Jelaskan kenapa semua barang itu ada di gudang " suara Alisya terdengar sangat dingin.
__ADS_1
Kevin berdiri dan mengambil salah satu benda yang Alisya lempar. Dia seperti pernah melihat benda itu.
"Inikan jam tangan punya Daddy" kata Kevin tanpa sadar
Alifiya langsung menangis histeris mendengar perkataan Kevin. Alisya memeluk adiknya erat. Mengelus punggung nya mencoba menenangkan padahal Dia juga sangat hancur.
"JELASKAN" teriak Alisya dengan air mata berlinang di pipinya
"Apa maksudmu sayang? jelaskan apa?" tanya Vano bingung
"Maafkan Papi Alisya, Alifiya. Papi tau Papi salah" kata Papi dengan suara bergetar menahan tangis
Vano dan yang lainnya melihat ke arah Papi dengan pandangan bingung dan penuh tanya.
"Jadi selama ini Papi yang sudah membunuh kedua orang tua ku" bentak Alisya emosi
"Dan orang tua kamu juga ikutan dalam pembunuhan itu" teriak Alifiya sambil menunjuk ke arah Kevin
"Apa maksud mu Be? Aku gak tau apa apa. Gak mungkin Daddy melakukan itu" Kevin bingung dan tak terima dengan tuduhan kekasih nya itu
"Aku benci kalian semua. Kamu sudah menghancurkan hidupku dan adikku" Alisya menunjuk Papi tak ada lagi rasa hormat di dalam dirinya.
"Maaf" hanya itu kata yang keluar dari mulut Hendarto.
"Dan kau adalah anak dari pembunuh orang tua ku" teriak Alifiya suarnya memenuhi langit langit ruangan itu.
Alifiya mengambil tas dan kunci mobil nya. Tanpa banyak kata Alifiya menarik tangan Alisya dan pergi keluar.
__ADS_1
"Kalian mau kemana?" teriak Vano yang masih linglung dengan keadaan ini.
Kevin dan Vano berlari keluar mengejar Alisya dan Alifiya. Tapi sayang Alisya dan Alifiya telah masuk mobil dan Alifiya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.