Gadis Misterius

Gadis Misterius
Part 26


__ADS_3

Elvano telah siap dan rapi hari ini Vano ada miting dengan klien. Vano turun ke bawah dan menemukan Alisya yang sedang membuatkan Roti selai coklat untuk sarapan hari ini.


"Sayang.. sudah siap ayo sarapan dulu" Alisya menarik kursi dan duduk. Vano pun ikut duduk.


"sayang nanti aku mau ke toko bunga ya.. Katanya ada yang mau ngelamar jadi pegawaiku.. Aku kan udah lama gak buka toko jadi aku mau cari pegawai saja. " Alisya menjelaskan


"iya sayang.. Jadi kamu bisa banyak waktu sama aku dan gak perlu tiap hari ke toko" Vano tersenyum


"iya sayang" jawab Alisya masih memakan sarapan nya.


...........


Setelah Elvano pergi ke kantor. Alisya pun pergi ke toko bunganya yang sudah terbengkalaian semenjak Dia menikah. Masalah nya Vano selalu punya banyak alasan saat Alisya mau pergi ke toko. Untung saja Alisya telah memasang pengumuman mencari pegawai wanita beserta nomor ponsel nya. Tadi malam kebetulan ada yang menelpon nya dan siap bekerja.


Saat Alisya sampai di depan toko bunga yang di beri nama 'ALVANo FLOWER ' itu sudah berdiri seorang gadis cantik yang memakai pakaian tertutup dan berjilbab. Alisya langsung menghampirinya dan tersenyum.


"Kamu yang mau kerja ya? Perkenalkan nama saya Alisya" mengulurkan tangan nya


"Saya Salwa bu" Mengangguk hormat dan menjabat tangan Alisya


"jangan panggil Ibu dan jangan kaku kaya gitu. Santai saja aku gak gigit ko" Alisya tertawa


"maaf mbak" Salwa menunduk


"Its Oke.. ayo masuk kamu mau kan hari ini bantu aku membersihkan toko ini dulu soalnya sudah lama gk aku buka ni toko" jelas Alisya sambil terus berjalan ke arah pintu masuk dan membuka kunci


"iya mbak" jawab Salwa singkat


Mereka pun mulai membereskan toko. Mulai dari membuang barang barang yang sudah tak terpakai dan menata kembali vas bunga yang belum ada bunga nya. Tak lama kemudian datang mobil berisi bunga dari suplieer yang sudah Alisya pesan kemarin malam. Mereka pun langsung membereskan bungan bunga dengan rapi dan tertata sesuai jenis bunga nya.


Akhirnya semua beres tepat saat jam makan siang. Alisya sangat puas dengan pekerjaan Salwa. Dia terlihat telaten dan rapi dalam mengerjakan sesuatu.


Kini mereka sedang makan siang di salah satu restoran yang dekat dengan toko.


"kamu tinggal dimana Salwa?"tanya Alisya setelah mereka selesai makan

__ADS_1


"Saya tinggal di blok B mbak" jawab Salwa ramah


"hmmm. lumayan jauh juga ya. Terus kamu kesini pake apa?" tanya Alisya lagi


"Saya bawa sepeda mbak" Salwa menunjuk sepedanya yang terparkir di halaman toko.


Alisya mengikuti arah yang ditunjuk oleh Salwa. Alisya baru menyadari ada sepeda disana.


"ohhhh. kamu berapa tahun Salwa?" tanya Alisya lagi


"22 tahun mbak " jawab Salwa tersenyum


"wahh.. berarti kamu seumuran adikku. Nanti aku kenalin ya sama adik ku" Alisya antusias


"iya mbak" jawab Salwa singkat


Mereka pun kembali ke toko setelah selesai makan siang dan mengobrol . Menurut Alisya Salwa adalah gadis baik dan lemah lembut Alisya langsung cocok dengan Salwa.


..................


"Gue inget banget dulu Alisya kerja disini dan mengantarkan minuman pada kita semua. Hahaha" Kevin tertawa membayangkan dulu Alisya yang cuek dan dingin.


"Ohh.. ya Vano gimana urusan lo sama bini lo semalem?" tanya Reno yang emang sudah penasran


"kalian bertiga itu memang bukan sahabat gue ya. Ninggalin gue disaat gue dalam masalah besar tau gak?" kata Vano kesal


"Hahaha. Emang lo diapain semalam sama bini lo?" tanya Reno lagi


"Gue disuruh tidur di kamar tamu.." Vano cemberut


"Hahahahha " tawa Kevin dan Reno pun pecah melihat wajah Vano yang frustasi dan kesal


"Sialan lo pada malah ngetawain gue lagi" Vano makin kesal


"Kasian banget lo Van.. Pasti karatan tuh junior lo.. Hahaha" Reno tertawa

__ADS_1


"Heh.. Bang Reno disini masih ada yang bujangan ya.. Gue sama Bang Sat masih suci ya" Kevin mengedipkan matanya pada Satya membuat Satya bergidik ngeri


"Hahahahha. Dasar bujang lapuk lo berdua. Dan lo Vin gue gak yakin lo masih bujangan. Hahaha" Vano tertawa terbahak bahak sampai memegangi perut nya


"Sialan lo pada.. Gue masih Suci ya. Lo kan tau gue baru pacaran aja sekarang sama Alifiya.. Gak kaya lo yang udah banyak mantan. Justru lo yang perlu diragukan " Kevin membela diri


"Enak aja lo. Gue gak mungkin ngelakuin itu sama cewe cewe yang gak gue cintai.. Gue cintanya cuma sama bini gue" kata Vano tegas


"Dasar Bucin lo pada" Satya bersuara dengan datar dan dingin


Semuanya saling pandang gk biasanya Satya ketus kaya gitu jika sedang bersama mereka. Satya memang yang paling dingin dan cuek. Tapi kalau bersama geng nya Dia selalu biasa dan ceria.. Ada apa dengan Satya? pertanyaan itu berada di fikiran mereka.


"Lo kenapa Sat? ada masalah?" tanya Reno kepo


"gk ada" jawab Satya datar


"Ayolah Bang Sat cerita sama kita.. Kenapa lo kaya gini?" Vano memaksa Satya agar cerita


Satya menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya.. Dia memejamkan matanya. Perasaan nya saat ini benar benar tak karuan.


Mereka makin bingung dengan ekspresi Satya. Mereka diam menunggu kata dari Satya yang akan keluar dari mulut nya.


"Dia semalem nelpon gue" Satya berbicara dengan mata masih terpejam


"Maksud lo Bella Bang?" tanya Kevin


"iya.. Dia nelpon gue dan bilang udah kembali dan merindukan gue." Satya menarik nafas berat sebelum melanjutkan kalimat nya.


"Gue bingung harus gimana?" Satya terliahat frustasi


"Lo yang sabar Bang.. menurut gue lo jangan beri Dia kesempatan lagi. Lo gak lupa kan apa yang telah Dia lakuin sama lo. Move on Bang" Vano menasehati.


"Entahlah. Gue masih bingung harus gimana " Satya meminum minuman nya


"Bener kata Vano lo harus Move on Sat. Banyak cewe yang lebih baik dari Bella" Reno ikut menyemangati Satya

__ADS_1


__ADS_2