
Kevin dan Reka baru sampai di rumah sakit pagi ini. Mereka segera menuju ruangan Laila yang telah di tanyakan pada salah satu perawat.
Ceklek
"Assalamualaikum " Kevin dan Reka langsung masuk ke ruangan Laila
"Waalaikumsalam " jawab mereka yang ada di sana
"Kapan sampe Mas? Kan bisa aku jemput" Fiya mencium tangan suaminya dan Kevin pun mencium kening Alifiya
Reka juga menyalami Mommy dan kakanya "Bang ini anak lo? Lucu banget Bang gak kaya bapak nya"
Raksa melirik kesal pada adiknya itu "Apa maksud lo?"
"Apaan si Bang, gue kan cuma berkata jujur " jawab Reka tanpa menoleh ke arah kakanya, Dia masih saja fokus pada baby mungil yang berada di dalam bayi.
"Udah gak usah berantem, mana Daddy mau lihat cucu Daddy" Kevin pun berjalan ke arah box bayi
"Ya ampun gemes banget cucu Grandfa ini" kata Kevin dan menggendong baby Qila
Laila hanya tersenyum melihat ayah mertuanya dan adik iparnya bisa menerima kehadiran anaknya.
"Oh ya Bang, ini istri lo. Hay gue Reka adiknya Bang Raksa "kata Reka
Laila tersenyum "Saya Laila"
"Oh ya La, ini Daddy mu" kata Fiya
Kevin yang baru sadar belum memperkenalkan diri langsung menghampiri Laila dan mengusap kepala Laila membuat Laila merasakan kasih sayang seorang Ayah lagi.
__ADS_1
"Saya Kevin Daddy nya suami kamu. Kalau Raksa macam macam bilang aja sama Daddy biar Daddy pecat jadi Dia" sifat konyol Kevin sudah keluar
Laila hanya tersenyum, sementara Reka dan Alifiya tertawa melihat wajah masam dari anaknya.
"Saya Laila Daddy" kata Laila sedikit canggung
"Tidak perlu kaku kaya gitu La" kata Kevin tersenyum
Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga Rahardian. Kehadiran anggota baru di keluarga mereka membuat mereka sangat bahagia. Baby Qila yang sangat menggemaskan dan juga menantu yang sangat cantik dan baik hati.
...----------------...
Seminggu yang lalu Laila telah di izinkan pulang. Laila sangat bahagia atas kehadiran baby Qila yang sangat menggemaskan itu.
Raksa sudah satu minggu cuti bekerja dan hari ini adalah hari pertama Raksa bekerja kembali setelah kelahiran baby Qila.
"Yank aku gak masuk kerja dulu aja kali ya. Masih kangen sama Qila" kata Raksa sambil terus menciumi pipi Qila
Raksa hanya menghela nafas kasar. Jujur saja Dia sangat berat meninggalkan anak dan istrinya ke kantor. Apalagi baby Qila lagi gemes gemes nya membuat Raksa semakin betah bermain dengan putrinya ini.
"Mas udah siang, sarapan dulu. Udah sini Qila nya sama aku aja" kata Laila
"Gak papa Yank, ayo kita kebawah biar aku gendong baby Qila" kata Raksa masih terus menciumi pipi anaknya
Mereka pun sarapan bersama, baby Qila di titipkan dulu pada Mommy Fiya yang sudah lebih dulu sarapan bersama Kavin dan Reka.
Alifiya membawa baby Qila ke taman belakang untuk menjemur cucunya itu.
"Dhe apa kamu belum mau punya beginian?" goda Fiya sambil mengangkat baby Qila ke depan wajah Reka
__ADS_1
"Ihh apaan si Mom, aku masih kuliah ya. Belum kepikiran sampe kesana" jawab Reka sambil mencium pipi keponakkan nya
"Hahaha, kamu gak beda jauh sama abangmu. Sama sama dingin sama cewe. Gimana mau dapet pasangan coba" kata Kevin
"Ck gak lag Dad, abang kan pernah punya pacar gak kaya si Reka yang belum pernah pacaran" kata Raksa yang tiba tiba muncul bersama Laila
"Iya pacaran, tapi lo cari pacar kaya Dia Bang. Sarang tawon lo pacarin" kata Reka mengejek kakanya
"Hahaha. Ngomong ngomong sarang tawon ko Daddy jadi ingat seseorang ya. Hahaha" kata Kevin tidak bisa menahan tawanya lagi
"Shuttt berisik Dad, baby Qila tidur nih" kata Fiya
"Oh maaf maaf, ko udah tidur aja si Mom kan belum main sama Daddy" kata Kevin
"Enak kali Dad sambil berjemur jadi tidur deh" jawab Alifiya
"Ya udah abang berangkat kerja dulu ya. "Raksa mencium pipi Qila yang sedang di gendong oleh neneknya
Laila mengantar suaminya sampai ke depan rumah.
"Berangkat dulu ya sayang, kamu baik baik di rumah jangan terlalu capek. Kamu cukup ngurusin baby sama aku aja gak perlu kerjain pekerjaan rumah" kata Raksa lalu mencium kening Laila
"Iya Mas" Laila mencium tangan Raksa
"Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam "
Laila merasa sangat bahagia ketika semua perjuangan nya selama ini tidaklah sia sia. Kini Dia mempunyai keluarga dan suami yang sangat menyayangi nya. Bahagia itu memang sederhana, merasa dicintai dan disayangi saja sudah snagat membuat Laila bahagia. Apalagi dengan kehadiran baby Qila yang awalnya dari sebuah kesalahan. Tapi sungguh Laila ataupun Raksa tidak pernah menyesali semuanya.
__ADS_1
Mungkin inilah takdir yang Tuhan berikan untuk mempersatukan mereka dalam ikatan sebuah pernikahan.
END