
Satya baru saja sampai di kantor. Dia langsung masuk dan menuju lift. Satya masuk kedalam lift khusus CEO dan Presdir.
Ting
Pintu lift terbuka. Satya langsung berjalan menuju ruangan nya. Saat Satya akan masuk ke ruangan nya tiba tiba Reno datang dengan wajah kesal.
"Ada apa?" tanya Satya datar
"Gawat Bos.. tadi Bella datang dan memaksa untuk masuk ke dalam ruangan anda. Saya baru tahu tadi dari sekertaris kita. Maafkan saya karna saya baru datang" Reno menunduk hormat
"Baiklahh.. Saya akan temui Dia.. Apa sebenarnya mau Dia" Satya berbicara penuh penekanan
"Apa anda Yakin ?" tanya Reno cemas
"Tenang saja. Saya bisa menghadapi nya sendiri" ucap Satya yg langsung masuk.
Reno hanya menghembuskan nafas kasar nya. Reno langsung pergi menuju ruangan nya.
Didalam ruangan Satya masih diam membisu.. Bella pun menjadi ragu untuk bicara saat melihat Satya yang dingin. Suasana di ruangan itu menjadi mencekam. Dengan perlahan Bella berjalan mendekati Satya.
"Sat.. aku merindukanmu" ucap Bella langsung memeluk Satya dari belakang. Karna saat ini Satya sedang berdiri menghadap jendela.
"Lepaskan tangan mu.... " Bentak Satya yang membuat Bella langsung melepaskan tangan nya.
"kamu kenapa jadi seperti ini?" tanya Bella sedih
" kamu tanya kenapa aku seperti ini.. Apa kamu gak sadar apa yang udah kamu lakukan selama ini padaku" ucap Satya datar
"Maafkan aku Sat. aku bisa jelasin semuanya" Bella menunduk dengan mata berkaca kaca
"Jelaskan" Satya berjalan ke arah sofa lalu duduk disana. Bella pun mengikuti nya.
"Keluarga ku kolaps Sat.. Hingga saat itu datanglah Sandi menawarkan bantuan tanpa fikir panjang Papa ku langsung menerima bantuan Sandi"
Bella menarik nafas melirik Satya yang hanya diam tak bergeming. Bella pun melanjutkan ceritanya.
"Aku gak tau kalau sebenarnya Sandi mengajukan sayarat pada Papa ku. Dan syaratnya adalah aku harus bertunangan dengan nya.. Aku tak punya pilihan lain Sat. Aku menyetujui nya dengan syarat hanya sampai aku bisa melunasi hutang Papa ku."
__ADS_1
Bella kembali menarik nafas dan melihat Satya yang masih diam mendengarkan.
"Nah tepat minggu kemarin hutang ku lunas Sat. Aku bekerja sebagai model diluar negeri. Dan akhirnya aku bisa kembali kesini karna hutang keluarga ku telah aku lunasi. Jadi aku mohon.. maafkan aku Sat" Bella memohon dengan berurai air mata
Satya menghela nafas. Mencoba mencerna semua yang dikatakan Bella. Mau bagaimana pun Dia sangat kecewa dengan wanita ini. Tapi Satya juga masih punya perasaan yang belum bisa Dia lupakan saat ini.
"Jika keluarga mu kolaps kenapa kau tidak meminta bantuan padaku.. Kenapa malah sama cowo lain?" tanya Satya sedikit emosi
"aku sudah mau bilang sama kamu dan meminta bantuan mu.. Tapi Sandi sudah terlebih dulu datang pada Papa.. Maafkan aku" Bella menunduk
"Baiklah.. aku maafkan kamu.. Tapi kau harus ingat ini adalah kesempatan terakhir bagimu" kata Satya tegas.
"Terimakasih banyak Satya. Aku gk akan menyia nyiakan kesempatan ini. Terima kasih." Bella langsung memeluk Satya sambil menangis haru
Satya membalas pelukan Bella. Jujur saja Dia sangat merindukan wanita yang di cintai nya selama ini. Satya mencoba mengerti keadaan Bella waktu itu.
..................
Di lain tempat Kevin dan Alifiya sedang makan siang bersama.. Kevin sudah memesan makanan hingga tak lama kemudian pelayan datang membawa makanan pesanan mereka. Tak butuh waktu lama mereka berdua telah menghabiskan makanan nya. Kini tinggal minuman yang masih tersisa.
"Lagi santai saja sayang. Kerjaan ku gak terlalu banyak. jadi bisa selesai lebih cepat" jawab Kevin tersenyum manis
"Ahhh. aku kangen Kak Syasya ni. Kita kesana gimana?" tanya Alifiya penuh harap
"Baiklah... Ayo kita kesana. Kurasa Vano juga pasti akan segera kembali dari kantor.. Karna hari ini jadwal nya hanya sedikit " ajak Kevin
Alifiya mengangguk dan tersenyum senang. Mereka pun akhirnya pergi ke rumah Vano. Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di rumah Vano.
Tok tok tok
"Assalamualaikum " kata mereka
"Waalaikumsalam " pintu dibuka oleh Alisya yang langsung tersenyum bahagia melihat adiknya datang.
"Kaka aku kangen" Alifiya langsung memeluk Alisya
"kaka juga kangen sayang.. Ayo masuk" Alisya mengelus kepala Alifiya lalu melepaskan pelukan nya dan mengajak Alifiya dan Kevin masuk.
__ADS_1
"Mau minum apa?" tanya Alisya setelah mereka duduk di sofa ruang tamu.
"Apa aja Sya" jawab Kevin
Alisya mengangguk lalu pergi menuju dapur. Sebenarnya masih ada pelayan di rumah Vano. Tapi Alisya meminta Vano menugaskan mereka yang lain karna untuk urusan dapur Alisya masih sanggup.
Alisya meletakan minuman dan camilan di atas meja. Lalu Dia pun ikut duduk.
"Assalamualaikum " Vano yang langsung masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam " jawab mereka serempak
"udah pulang sayang? tumben ?" tanya Alisya yang langsung meraih tangan Vano mencium nya dan membawa tas kerja suaminya.
"iya sayang.. lagi gk banyak kerjaan.. Tuh buktinya asisten aku aja udah santai santai" Vano mengarahakan dagunya ke arah Kevin
"Iya Sya kita lagi santai hari ini. kerjaan dikit" jawab Kevin
"ohh. Ya sudah kalau gitu kalian makan malam disini saja ya. Sekalian ajakin kak Reno, Siska sama Kak Satya juga" kata Alisya antusias
"Siap" jawab Kevin yg langsung menghubungi sahabat sahabatnya itu.
Alisya segera pergi ke kamar diikuti Vano. Alisya menyiapkan baju ganti untuk Vano.
Elvano sudah mandi dan berganti pakaian. Dia segera turun dan bergabung bersama mereka. Reno dan Siska pun telah datang .
"Hai bro. Cepet banget lo datang kesini" Vano duduk si sofa
"iyalah.. urusan makan mah Dia pasti cepet " Kevin meledek
"Hahaha.. Sialan lo pada tau aja gue udah laper." Reno tertawa
"Ya udah kalo gitu ayo Siska.. Fiya bantuin aku masak" ajak Alisya
Mereka mengangguk dan langsung pergi ke dapur bersama Alisya.
Di ruang tamu mereka masih bercerita dan bercanda ria.
__ADS_1