
"Membalaskan dendam mu?" Arsyad mengulangi ucapan Ana dengan kedua alis terangkat.
"Ya, kenapa? apakah ada yang salah" tanya Ana menatap Arsyad santai.
Arsyad menghela nafas nya berat, "Bagaimana cara nya aku membalaskan dendam mu Ana?, kau tahu sendiri bukan jika diriku paling malas berurusan dengan dia" ucapnya.
"Lagi pula kenapa kau tak ingin membalasnya secara langsung saja?" lanjut Arsyad bertanya.
"Hm, sampah seperti nya tidak perlu orang seperti diriku yang turun tangan untuk membalas dendam, hanya akan mengotori tangan ku saja. Dan ya, bukankah kalian berdua terlihat akrab selama ini?"
"Itu semua hanyalah pandangan orang saja, aku sama sekali tidak pernah ingin berurusan dengan nya, bahkan berbicara saja paling lama 10 menit" jelas Arsyad.
"Benarkah? sungguh menarik" ucap Ana tersenyum kecil.
"Apa yang menarik" tanya Arsyad heran.
Lagi dan lagi Ana hanya menampilkan seutas senyum kecil kepadanya, "tidak ada".
Arsyad hanya mendengus sebal mendengar penuturan Ana yang terkesan menyebalkan menurut nya.
__ADS_1
"Huhh.. yasudah lah, lebih baik kamu segera katakan apa yang kini tengah dirimu rencakan"
Mendengar keputusan Arsyad membuat Ana bersorak gembira dalam hatinya, baginya tidak perlu turun langsung untuk membalas dendam dirinya dimasa lalu, semua itu cukup menggunakan Arsyad yang katanya adalah teman dekatnya.
Ana menjelaskan apa saja yang perlu Arsyad lakukan, baik dari bagaimana caranya bersikap dan juga bagaimana caranya untuk bertindak.
"Apa kau sedang bercanda??" tanya Arsyad tak terima dengan semua penjelasan Ana, baginya itu sungguh berbanding terbalik dengan kebiasaan yang dilakukan nya.
"Apakah muka ku terlihat jika aku sedang bercanda?" tanya Ana menatap Arsyad tajam.
"Tapi ini semua bertentangan dengan kebiasaan ku Ana, apakah kau tak mengerti?" keluh Arsyad.
"Sial" batin Arsyad, kenapa ia jadi berada di situasi seperti ini, itu pilihan yang sulit menurut nya.
"Ku harap kau segera menjawab pertanyaan ku, ku beri waktu sampai besok malam, jika tidak mendapat jawaban darimu, maka tak perlu lagi kau datang menemui ku" sarkas Ana langsunh meninggalkan Arsyad seorang diri.
...----------------...
"Pemirsa hari ini, ada sebuah kabar mengejutkan mengenai universitas ternama di negara ini yaitu Alexandria university, telah terjadi kebakaran pada siang hari tadi hingga menghabiskan seluruh bangunan bangunan yang ada, diduga kebakaran terjadi akibat terjadinya korslet listrik, hingga saat ini diduga hampir seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi korban, reace in pace buat keluarga korban!"
__ADS_1
Ana yang tengah duduk santai di ruang tamu apartemen nya langsung menyunggingkan senyum indah mendengar berita yang beredar di beberapa stasiun televisi hari ini.
Tangan nya meraih handphone dimeja dan mengetikan sesuatu.
'Kerja bagus' itulah kata yang tertulis dilayar handphone nya, Ana memencet tanda send yang berada di ujung keyboard dan langsung terkirim pada orang yang ditujunya.
drtt.. drtt...
Handphone Ana kembali bergetar karena notifikasi pesan masuk di aplikasi hijau, tertera nama Samuel sebagai kontak yang mengirim pesan kepadanya.
'thank u queen'
'semua itu berkat keahlian dirimu'
Ana hanya membaca pesan itu dan kembali meletakkan handphone nya, ia langsung berdiri dan berjalan ke ruangan yang penuh komputer yang sebelumnya pernah ia gunakan.
Tangan nya dengan sangat lincah berselancar di atas keyboard, mengetikkan kata demi kata. Bahkan terlihat seperti kode-kode aneh yang tidak bisa di pahami oleh orang awam.
"Selesai" seringai nya melihat informasi yang baru saja ia dapatkan.
__ADS_1