
Laila dan Raksa sudah berada di dalam mobil. Laila lebih banyak diam setelah pertemuan nya dengan sahabat masa kecilnya itu.
"Sayang tadi itu bukan nya model Laura Van ya?" tanya Raksa sengaja agar istrinya tidak terus diam
"Iya Mas, Dia teman masa kecil aku waktu di panti. Kami seumuran namun saat Mala eh maksudnya Laura kuliah Dia di ajak menjadi seorang model dan Dia jadi berubah setelah menjadi model terkenal" jelas Laila sedih
Raksa mengusap kepala istrinya "Udah ya jangan sedih lagi. Nanti juga Dia akan berubah "
Laila menganggk "Semoga ya Mas"
"Iya Sayang"
Mereka pun telah sampai di rumah, Raksa dan Laila pun segera masuk ke dalam rumah. Raksa menuju kamar sementara Laila pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Laila masih asyik bergulat di dapur dengan masakan nya. Laila memang sangat suka memasak jadi Dia selalu memasak sendiri meskipun sudah ada pembantu.
"Masak apa Sayang" Raksa memeluk Laila dari belakang dan mengelus ngelus perut buncitnya.
"Masak ayam kecap sama perkedal dan sop iga" jelas Laila
"Wahh enak banget tuh, kamu memang paling hebat sayang" kata Raksa
"Sudah selesai, ayo makan Mas" kata Laila
"Nanti saja habis shalat isya ya nanggung " kata Raksa
Laila mengangguk dan tersenyum senang karna suaminya sudah benar benar berubah sekarang.
Selesai shalat isya berjamaah Laila dan Raksa pun turun untuk makan malam. Mereka makan dengan tenang. Selesai makan malam Raksa mengajak istrinya ke dalam kamar karna melihat wajah Laila yang kelelahan.
Laila menyandarkan kepalanya di dada Raksa dengan tangan menggambar pola tidak jelas di dada suaminya.
"Mas apa waktu kamu di Jerman, perempuan itu datang kesana menyusul kamu?" tanya Laila
Deg
'Kenapa Laila bisa tahu' Raksa
__ADS_1
"Maksud kamu Shafira?" tanya Raksa pura pura tidak tahu
"Oh namanya Shafira, Dia cantik ya Mas" kata Laila
Raksa mencium kening, pipi dan bibir Laila "Kamu lebih cantik karna kamu cantik luar dalam dan tidak ada yang lebih cantik dari istri aku ini"
Laila hanya tersenyum malu "Jadi Dia datang gak kesana Mas?"
Raksa menghela nafas "Iya sayang, tapi aku sama Daddy langsung usir Dia"
"Tega banget" kata Laila menatap suaminya
"Ya mau bagaimana lagi, Dia ngajakin aku balikan sementara aku sudah punya istri cantik dan solehah kaya gini. Mana mungkin aku berpaling" kata Raksa
"Hmmm gombal kamu Mas" Laila menepuk pelan dada suaminya
"Hahaha aku gak gombal sayang memang itu kenyataan nya" kata Raksa
"Sayang" panggil Raksa wajahnya berubah serius
"Iya Mas" Laila mendongak dan Raksa mencium kening istrinya
Laila menatap suaminya dengn mata berkaca kaca "Iya Mas, aku janji akan selalu berada di samping mu apapun yang terjadi"
"Terimakasih Sayang " Raksa mencium kening istrinya.
"Ya udah yu tidur udah malam" kata Raksa
Mereka pun tidur berpelukan dengan perasaan lega karna sudah jujur satu sama lain tanpa ada yang di tutup tutupi.
...----------------...
Pagi harinya seperti biasa Laila menyiapkan sarapan untuk suaminya. Raksa pun sudah siap dengan pakaian kantor nya.
"Sarapan dulu Mas" kata Laila saat melihat suaminya turun
"Iya Sayang "Raksa mencium kening Laila
__ADS_1
Raksa dan Laila pun sarapan dengan tenang. Selesai sarapan Laila mengantar suaminya sampai di depan rumah. Tapi mereka di buat terkejut saat membuka pintu dan ada seseorang disana.
"Mommy" Raksa langsung memeluk Alifiya
Laila hanya menunduk karna takut kalau Mommy nya Raksa tidak menyukainya. Tangan nya sudah gemetaran.
"Bang mana istri kamu? Apa kau tidak mau mengenalkan nya pada Mommy" kata Fiya
Raksa tersenyum dan menarik lembut tangan Laila agar mendekat padanya.
"Ini istri aku Mom namanya Laila" kata Raksa
"Assalamualaikum Tante, apa kabar?" Laila mencium tangan ibu mertuanya
"Waalaikumsalam. Kamu cantik sekali Nak"
Alifiya memeluk Laila tentu saja membuat Laila terkejut tapi langsung tersenyum saat merasakan pelukan hangat dari ibu mertuanya.
"Terimakasih Tante " kata Laila
"Jangan panggil Tante dong, panggil Mommy" kata Fiya mengusap perut buncit Laila
"Berapa bulan La?" tanya Fiya
"Menginjak ke 9 bulan Tan, eh Mommy" kata Laila merasa canggung
"Tinggal menunggu beberapa minggu lagi dong ya" kata Fiya yang di jawab anggukan oleh Laila
"Oh ya Mom, Daddy gak ikut?"tanya Raksa
"Ck kau kaya yang tidak tahu Daddy mu saja. Kalau nunggu Dia gak sibuk kapan kesininya. Mommy udah gak sabar pengen lihat menantu Mommy dan calon cucu Mommy" kata Fiya
"Ya udah kalau gitu Abang pergi ke kantor dulu ya. Assalamualaikum "pamit Raksa mencium kening istrinya dan mencium pipi Alifiya
"Waalaikumsalam " jawab mereka
Setelah Raksa pergi ke kantor Alifiya dan Laila masuk ke dalam rumah. Mereka mengobrol dan bercerita banyak hal. Sungguh Laila merasa bahagia karna ternyata ibu mertuanya sangat baik dan hangat.
__ADS_1
Baca juga KU INGIN BAHAGIA 🤗🤗