Gadis Misterius

Gadis Misterius
[Bab 8]


__ADS_3

"Beraninya kauuuu" geram Ana mengepalkan tangannya menahan amarah yang semakin memuncak akibat perlakuan Arsyad yang semena-mena.


"Cepat katakan padaku dimana sebenarnya pemimpin kalian saat ini" lagi dan lagi Arsyad kembali bertanya kepada Samuel dengan kesal karena merasa dipermainkan oleh mereka.


"Dasar brengsekkk!!!!" teriak Ana melayangkan tinju nya ke wajah Arsyad.


"Arghhhh... apa-apaan kau ini" marah Arsyad karena terlempar beberapa meter kebelakang.


"Sam, kau pergilah bantu rekan yang lain, biar aku yang mengurus baj*ngan ini sendiri" kata Ana sembari melangkahkan kakinya mendekat ke arah Arsyad yang telah kembali berdiri sambil membersihkan badannya yang terkena debu.


"Baik Nona" jawab Samuel mengerti dan langsung berlari pergi.


"Heii, mau pergi kemana kau" teriak Arsyad mencoba menghentikan Samuel.


"Karena lawan lo yang sebenarnya adalah gue!" kata Ana menghentikan langkah kaki Arsyad.


"Cukuplah Ana! gue lagi ga mau main-main sama lo" Arsyad berusaha sabar untuk menghadapi Ana, ia benar-benar belum mempercayai jika Ana adalah pemimpin yang telah dikhianati nya atau yang biasa mereka sebut dengan QUEEN.


"Memangnya siapa yang bilang kalo gue lagi mau main-main sama rubah kaya lo??" kesal Ana kembali melayangkan tinju nya.


"Ck, baiklah kalo itu mau lo" ucap Arsyad membalas bogem Ana dengan tinju nya juga, sepertinya kali ini mereka memilih bertarung dengan tangan kosong.


Keduanya kini sedang terlibat kedalam pertempuran yang sangat sengit, dan tak terlihat satupun dari keduanya yang mau mengalah.


Tinjuan, tendangan dan pukulan tak henti hentinya Ana kerahkan ke Arsyad dengan tenaga yang sangat besar hingga membuat Arsyad hampir kewalahan mendapat serangan darinya.


Rasa kesal dan marah telah bersatu di diri Ana sekarang ini membuat serangan nya semakin bertambah kuat namun tetap terarah pada titik vital Arsyad. Setelah sekian lama, akhirnya kini ia bisa perlahan-lahan membalaskan dendamnya kepada orang-orang yang telah menyakiti dirinya di masa lalu.

__ADS_1


Berdiri sendiri disaat orang-orang mencaci maki dirinya, mengejek dirinya dan bahkan dijadikan bahan mainan dari laki-laki yang sangat dicintainya, namun itu semua kini dapat dilalui Ana dengan sekuat tenaga nya, hingga ia bisa berubah menjadi sosok yang kuat dan dingin tak tersentuh oleh siapapun.


Sudah dua jam berlalu sejak awal mereka memulai pertarungan, namun Ana sama sekali tak memberikan keringanan pada Arsyad, bahkan serangan nya kini kian meningkat dan bertambah kuat hingga membuat Arsyad tak kuat lagi menahan serangan kasarnya dan terjatuh berlutut dihadapannya.


"Uhukkk.." Arsyad memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


"Hentikan Ana!" mohon Arsyad menangkup kedua tangannya memohon.


"Apa lo bilang??" tanya Ana mengangkat satu alisnya mendengar ucapan yang keluar dari mulut busuk Arsyad.


"Gue nyerah Ana, maafin gue.. uhukk.." Arsyad kembali memuntahkan seteguk darah karena memaksakan diri untuk bicara.


"Setelah apa yang telah lo lakuin selama ini ke gue, lo pikir gue bakalan maafin lo??" tanya Ana membuat Arsyad tertunduk mengingat perlakuan kasar nya selama ini kepada Ana, akibat obsesi yang dimilikinya ia justru terus saja membuat Ana merasa tersiksa akibat dari perbuatannya yang selalu saja mengancam Ana ini dan itu.


"Hahaha, tidak semudah itu Arsyad" ucap Ana tersenyum getir meneteskan satu buliran bening yang sedari tadi telah ditahannya.


Darah kini mengalir dari kedua lobang hidung Arsyad, perasaan bersalah serta sesal didalam dirinya membuat nya tak kuasa untuk melawan tinju Ana, bahkan hanya sekedar menatapnya pun ia tak kuasa, ia benar-benar sungguh menyesali perbuatannya yang telah memperlakukan Ana dengan jahat.


Sebenarnya Arsyad telah mencari Ana selama ini karena ingin meminta maaf kepadanya, hari hari yang dilalui nya pun tak pernah ada kata tenang karena belum saja mendapatkan keberadaan dari Ana, oleh sebab itu ketika ia kembali melihat Ana datang dikampusnya ia merasa sangat senang dan berniat ingin meminta maaf kepadanya secara langsung tepat setelah ia selesai mengadakan pertemuan.


Namun kejadian naas kini justru menimpa nya, orang yang kini telah benar benar dicintainya dan ingin ia kejar lagi justru menyerang markas nya dengan membawa kenyataan yang sebenarnya begitu mengejutkan baginya.


Bagaimana tidak? orang yang dikhianati nya, ternyata adalah orang yang telah dicari cari nya selama ini!.. Arsyad tentu saja menyangkal apa yang telah Samuel ucapkan, karena ia tidak ingin membuat masalah dengan Ana lagi, tetapi nyatanya kenyataan itu tidak bisa di sangkal nya dan harus berakhir seperti sekarang ini.


"Maafin gue na, gue bener-bener nyesel udah jahat sama lo, gue emang ga pantes nerima permintaan maaf dari lo na, hajar aja gue sampai lo puas na, gue emang sepantasnya mendapat balasan yang setimpal atas apa yang udah gue lakuin sama lo selama ini" Arsyad pun tak kuasa menahan air matanya, tampang seorang Arsyad yang suka berbuat kasar kini tak terlihat sama sekali diwajahnya, yang ada hanya guratan lembut dan tatapan kasih sayang tulus yang diperlihatkan nya.


"HENTIKAN SEMUA UCAPANMU ARSYAD SANUSI" teriak Ana menutup kedua telinganya tak ingin mendengar semua yang Arsyad ucapkan.

__ADS_1


"Gue tau syad, gue tau.. hiks" tiba-tiba saja tangisannya pecah karena sudah tidak kuat lagi.


"Apa maksud lo na? kenapa lo ga nerusin buat mukulin gue? gue udah banyak salah sama lo na, hajar aja gue sampai gue mati naa.. gue pantas menerima nya naa, gue pantas menerima nyaa!!" ucap Arsyad membuat tangisan Ana semakin kencang.


Grepp..


"Hikss.. makasih syad.. makasihhh" Ana memeluk Arsyad sangat erat sambil menangis tersedu-sedu mengingat semua hal yang diucapkan oleh abang nya beberapa tahun yang lalu.


"Na apa maksud dari semua ini?" tanya Arsyad tak mengerti, bukankah sebelumnya ia marah-marah kepadanya, lalu kenapa sekarang justru berakhir seperti ini?.


"Kenapa lo harus bohong syad? kenapaa?"


"Lo udah baik banget sama gue selama ini syad, maafin gue yang udah pernah membenci lo, gue gatau kalo sebenernya lo ngelakuin ini karena demi kebaikan gue sendiri. Gue bener-bener bodoh karena ga tau kebenaran dibalik perlakuan lo selama ini"


"Berkat lo gue bisa lepas dari brengsek Danny, berkat lo gue jadi bangun dan bisa jadi orang yang kuat seperti ini syad, gue juga baru tahu kalo sebenernya lo selama sekolah dulu sering jagain gue tanpa sepengetahuan gue, hikss.. gue bener-bener bodoh syad, karena cinta buta gue harus membenci lo yang udah memperingatkan gue buat jauhin Danny, dan karena kesalahan gue sendiri lo jadi harus berbuat jahat supaya gue bisa lepas dari dia"


"Hikss.. gue udah nahan selama beberapa tahun buat ga nemuin lo syad, tapi sekarang gue udah gabisa nahan lagi, gue bener-bener minta maaf sama lo syad.. hiks"


"Pliss.. maafin guee"


Ana tak henti-hentinya bicara untuk mengutarakan isi hati yang sudah dipendam nya selama ini, rasa sakit dan rasa sesal nya kini akhirnya bisa di ungkapkan nya setelah sekian lama.


Sebenarnya Ana sangat ingin meminta maaf ketika abang nya mengatakan kebenaran yang tidak ia ketahui selama ini, namun ditahan oleh abangnya karena janji Ana yang hanya ingin kembali jika dirinya sudah kuat dan tidak mudah ditindas lagi, dan kini akhirnya ia berhasil dan langsung kembali ke negaranya, sungguh bertepatan dengan ia yang harus menyelesaikan misi untuk memberantas pemberontak klan mafianya.


||kembali ke topik||


Keheningan terjadi pada keduanya setelah Ana selesai mengeluarkan isi hati dan unek unek nya selama ini, Arsyad pun tak bisa berkata-kata mendengar semua yang Ana ucapkan, ia tidak mengira Ana mengetahuinya lebih dulu sebelum ia meminta maaf.

__ADS_1


"Anaaaa..." teriak Arsyad membelalakkan matanya terkejut.


__ADS_2