Gadis Misterius

Gadis Misterius
Part 32


__ADS_3

"Ini istriku Pi namanya Alisya" Vano merangkul bahu Alisya


"Alisya" menyalmai Papi dan mencium punggung tangan nya


Papi merasa terharu dengan perlakuan Alisya kepadanya. Dia benar benar bahagia melihat Vano menikahi wanita seperti Alisya. Sudah terlihat jelas dari wajah dan sikap sopan nya.


"Saya Hendarto Bramarta. Saya mertua mu. Panggil saja Papi ya" kata Papi mengenalkan diri


"Kalau kalian siapa?" tanya Papi lagi menunjuk ke arah Siska dan Alifiya


"Saya Siska Om. Istrinya Mas Reno" Siska menyalami Papi


"Ohh. ya ampun anak itu bisa juga cari cewe ya. Hahaha" kata Papi sambil tertawa


"Ohh ya ini Alifiya Pi, adiknya Alisya" Vano memperkenalkan Alifiya


"Saya Alifiya Om" Alifiya juga menyalami Papi


"Kalian jangan panggil saya Om. Panggil Papi aja oke" Papi tersenyum ramah


Mereka pun mengangguk lalu mengajak Papi Hendarto dan Vano masuk ke dalam. Tak lama kemudian Kevin dan Reno pun sampai di rumah Alisya.


"Papi Kevin kangen tau" Kevin langsung lari dan memeluk Hendarto


"Kamu ini masih saja manja ya" Papi tersenyum bahagia


"Minggir lo gue juga kangen sama Papi"


Reno menyingkirkan tubuh Kevin yang masih memeluk Papi. Dan Reno pun langsung memeluk Hendarto


"Kamu nikah gak bilang bilang sama Papi ya" Papi menjitak gemas kepala Reno


"Awww.. Sakit Pi" Reno mengusap ngusap kepalanya.


Kevin dan yang lainnya hanya tertawa melihat adegan itu. Alisya, Siska dan Alifiya hanya tersenyum melihat kedekatan mereka.

__ADS_1


"Kan Papi sibuk lagian pas nikahan Vano aja Papi gak dateng kan" Reno cemberut tangan nya masih mengusap ngusap kepala nya.


"Iya maafkan Papi ya yang gak bisa datang di pernikahan kalian berdua. " kata Papi menyesal


"Gak papa ko Pi. Kan sekarang Papi udah tahu istri kita berdua" jawab Reno kembali memeluk Hendarto


"Heh itu Papi gue ya. Gue aja belum puas peluk Dia" kata Satya yang baru muncul dari kamar yang selalu Dia tempati dulu sebelum pindah ke apartemen.


"Apaan si lo Sat. Sana lo peluk aja sarang tawon " kata Reno meledek


"Diam lo" hardik Satya


"Sudah.. Sudah.. kalian ini masih saja kaya anak kecil berantem mulu" Papi menengahi perdebatan itu.


"Alisya, Alifiya dan kamu Siska pasti aneh ya melihat para lelaki ini dekat dengan Papi" kata Papi yang bisa menebak raut wajah mereka bertiga


"Dulu Reno dan Kevin besar bersama disini. Karna orang tua Reno di luar kota begitupun orang tua Kevin di luar negeri mengurus bisnis Papi. Jadi mereka sangat dekat dengan Papi" kata Papi menjelaskan


Mereka pun mengangguk sambil tersenyum. Setelah berbincang bincang dan bercerita banyak hal. Tak terasa sudah waktunya makan malam. Alisya dan yang lainnya langsung menyiapkan makan malam.


Setelah selesai makan malam mereka pun kembali ke ruang keluarga. Mereka bercanda ria. Apalagi ada 4 sekawan pasti suasana akan lebih ramai.


Alisya dan Alifiya sampai meneteskan air mata. Sudah lama mereka tidak merasakan momen kebersamaan seperti ini. Ingatan masa lalu kembali terbayang di fikiran mereka.


"Sayang kenapa kamu menangis?" tanya Kevin pada Alifiya


"Sayang?" tanya Papi bengong


"Hahaha aku lupa bilang Pi kalau Kevin dan Alifiya pacaran" kata Vano


"Ya ampun jadi kamu sudah laku sekarang?" tanya Papi menggoda Kevin


"Hahahahha " tawa mereka kembali pecah.


Alisya dan Alifiya pun kembali tersenyum sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


"Papi ini suka gitu deh sama Kevin" Kevin cemberut


"Maaf.. Papi kan kaget kamu udah punya pacar. Kamu kan belum pernah pacaran sebelum nya" kata Papi jujur


"Oh ya sayang tadi kamu kenapa nangis?" tanya Kevin mengalihakan pembicaraan


"iya honey kamu juga kenapa nangis. Apa ada yang sakit hmm?" tanya Vano mengelus kepala istrinya


Hendarto merasa sangat bahagia melihat keharmonisan anak anak nya. Selama ini Hendarto memang sudah menganggap mereka semua anak kandungnya.


"Aku hanya merasa bahagia saja bisa merasakan lagi kehangatan keluarga seperti ini. Entah mengapa tragedi itu kembali lagi di ingatan ku mungkin karna aku terlalu merindukan kedua orang tua ku" jelas Alisya tersenyum


"iya aku juga memikirkan yang sama dengan kaka" jawab Alifiya


Deg


Papi merasa dihantam sesuatu yang berat di hatinya. Perasaan nya merasa sangat prihatin pada kedua perempuan di depan nya.


"Kalian berdua kan bisa menganggap Papi keluarga kalian. Kita semua adalah keluarga." kata Papi tersenyum haru


"Terimakasih Pi" jawab Alisya dan Alifiya serempak


"Sudah larut malam kalian menginap saja. Ayo semuanya kita tidur Papi lelah " kata Papi beranjak dari tempat duduk nya.


"iya Pi kalian tidur di kamar tamu. Kevin lo sama gue biar Alifiya di kamar tamu" kata Satya


"kalau Bang Reno sama Siska tidur dimana?" tanya Kevin sok polos


"Ya di kamar tamu lah. Kan kamar tamu di rumah ini ada dua " jawab Vano santai


"Jangan harap lo mau tidur sama Alifiya ya" Satya menyelidik


Kevin hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Mereka pun pergi ke kamar masing masing.


....................

__ADS_1


Di kamar Hendarto sedang merenung sambil duduk berselonjor di tempat tidur. Entah apa yang difikirkan nya hanya Dialah yang tahu.


__ADS_2