Gadis Misterius

Gadis Misterius
Part 18


__ADS_3

Hari berganti minggu waktu terlewati hingga tak terasa 5 bulan sudah hubungan Reno dan Sisika... Hubungan mereka berjalan lancar dan selalu memahami satu sama lain. Reno dan Siska pun sudah memutuskan untuk melaksanakan acara lamaran yg di hadiri dari keluarga dua belah pihak. Ya meskipun Reno sudah melamarnya tapi mereka merasa tidak apdol jika belum mempertemukan kedua keluarga mereka..


Hari ini Reno and the geng sedang berkumpul di rumah Vano. Alisya juga memasak makan malam untuk mereka.


Setelah mereka makan malam mereka duduk di ruang tamu sambil mengobrol.


"Ada yg gue mau omongin sama kalian" ucap Reno serius


"Apa? serius amat lo" ucap Vano


"Lusa gue mau adain acara lamaran sama Siska. Kedua org tua Siska baru bisa pulang dari Singapura besok." ucap Reno menjelaskan


"Hah? bukan nya lo udah pernah lamar Siska bro?" tanya Kevin tak percaya


"iya udah... Tapikan gue sama Siska mau mempetemukan kedua org tua kita" jawab Reno santai.


"okelah.. Ohh ya lo kapan mau kenalin Siska ke gue?" tanya Vano yg emang belum pernah bertemu Siska.


"Sekarang Dia lagi menuju kesini. Gue sengaja nyuruh Dia kesini biar lo bisa kenal dan biar bini lo itu gk kesepian sama cowo cowo " jelas Reno


"oke.." Vano mangut mangut mengerti


"Terus org tua lo kapan datang nya?" tanya Satya


"Sama besok baru kesini"jawab Reno tenang


"oke.. kita pasti datang buat dampingi lo lamaran" kata Satya bijak


Orang tua Reno memang tinggal di luar kota tepat nya di kota B. Mereka membangun bisnis yg perusahaan mereka juga berdiri atas bantuan dari BRM GROUP . Maka dari itu Reno gak bisa menolak saat Satya meminta nya menjadi Asisten pribadi Satya. Karna menurut Reno keluarga Satya sudah sangat baik dan mau membantu org tuanya yg hampir bangkrut.

__ADS_1


Tin tin tin


Suara klakson mobil membuyarkan obrolan mereka. Alisya yg dari tadi hanya diam sambil memainkan ponselnya pun segera berjalan menuju pintu.


"Assalamualaikum " ucap Siska


"Waalaikumsalam " jawab Alisya tersenyum ramah


"Ini rumah nya Vano bukan ya?" tanya Siska


"iya benar.. ayo masuk. saya istrinya " Alisya membuka pintunya lebih lebar agar memudahkan Siska masuk.


"ohh. kalau begitu perkenalkan nama saya Siska" Siska mengulurkan tangan nya


"Alisya" jawab Alisya menjabat tangan Siska


"Baiklah.. Aku juga belum punya teman perempuan. Senang kenal dengan kamu Siska" kata Alisya tulus


"Aku juga senag bisa kenal sama kamu. sepertinya kamu asyik di ajak ngobrol" kata Siska dengan senyuman manis nya.


Alisya hanya tersenyum.. Jauh di lubuk hatinya Dia bersyukur masih bisa merasakan yg namanya mempunyai seorang teman perempuan. Semenjak menikah dengan Vano.. Alisya selalu bisa mengendalikan dirinya Dia selalu bisa menampakan wajah cantik nya jika di depan teman teman Vano. Bahkan saat tau Siska akan kesini Alisya juga biasa saja tidak memakai masker. Karna Dia tahu Siska adalah kekasih Reno.


..................


Keesokan harinya Siska menemui Alisya kembali. karena menurut Siska Alisya adalah teman yg asyik di ajak ngobrol.


Alisya juga senang berteman dengan Siska yg ceria.


"Apa kamu juga segugup ini pas mau lamaran sama Vano sya?" tanya Siska

__ADS_1


Alisya tersenyum mendengar pertanyaan Siska. Dia kembali teringat bagaimana Vano melamarnya dengan cara yg beda dari org lain.Cara Vano melamar Alisya dengan penuh ketegangan dan kepanikan.


"Aku tegang bahkan panik setengah mati saat Vano akan melamarku " jawab Alisya tersenyum


"Hah. kamu sampe sepanik itu. Mungkin karna Vano melamarmu terlalu romantis kali sya" kata Siska antusias


Alisya menggeleng lalu Dia menceritakan bagaimana Vano melamarnya dengan cara yg beda dari org lain.


"Hahaha.. Vano hebat banget bisa buat kamu sepanik itu" Siska tertawa terbahak bahak mendengar cerita Alisya.


"kamu malah ketawa lagi" kata Alisya cemberut


"Abisnya Vano lucu... Masa lamar anak org pake cara prank kaya gitu. Hahaha" Siska masih dengan tawa nya


"udah jangan cemberut gitu nanti cantik nya ilang lho " bujuk Siska saat melihat Alisya cemberut menahan kesal


"Hahaha" kini giliran Alisya yg tertawa melihat Wajah Siska yg sedang membujuknya.


Akhirnya mereka bercerita panjang lebar dengan canda tawa menghiasi cerita mereka berdua.


.............


Ditempat lain seorang pria paruh baya sedang duduk melamun sesekali air matanya menetes begitu saja. Tatapan nya kosong. Tangan nya masih memegang Foto yg sama.


"Ampunilah aku Tuhan" kata itu yg selalu terlontar dari mulut nya.


Apa yg sebenarnya terjadi? Siapa org yg ada di foto itu? dan kenapa Dia selalu terlihat menyesal ketika melihat foto itu?


Semua pertanyaan itu selalu berseliweran di fikiran Asisten pria itu. Tapi Asisten nya tak pernah berani menanyakan itu semua. Dia hanya bisa diam dan mengamati apa yg di lakukan atasan nya ini.

__ADS_1


__ADS_2