
Pengakuan cinta memang selalu membuat bahagia. Apalagi jika cinta kita tidak bertepuk sebelah tangan. Pernikahan yang berawal dari sebuah kesalahan kini berakhir dengan saling mancintai.
Laila sedang duduk di taman seperti biasa di pagi hari Dia memang sangat suka duduk di taman menikmati udara pagi hari yang masih segar.
"Sayang minum dulu susunya" Raksa yang baru saja datang sambil membawa segelas susu
Laila menoleh dan tersenyum lalu Dia mengambil gelas dari tangan Raksa.
"Terimakasih" Laila langsung meminum susu itu sampai habis
Raksa berlutut di depan Laila Dia mengelus perut buncit Laila dan mengajak ngobrol baby dalam kandungan Laila. Sungguh ini sangat membuat Laila bahagia.
"Anak Papi sedang apa? Sehat sehat ya di perut Mami dan jangan buat Mami susah" kata Raksa dan mencium perut Laila berulang kali
Raksa berdiri lalu duduk di samping Laila "Sayang ayo makan dulu"
"Iya sebentar lagi ya, belum lapar juga" jawab Laila
"Baiklah kalau begitu, aku ke kamar dulu ya mau siap siap ke kantor" Raksa mencium kening Laila lalu Dia berlalu pergi ke kamarnya
'Terimakasih Ya Allah atas semua kebahagiaan ini. Semoga aku bisa terus bahagia bersama keluarga kecilku ini'
Laila mengusap perut buncitnya sambil meneteskan air mata bahagia.
Laila kembali masuk ke dalam rumah dan menyiapkan sarapan untuk suaminya. Saat Laila sedang mengoleskan selai coklat ke roti tawar untuk sarapan mereka hari ini tiba tiba ada tangan kekar yang melingkar di perutnya.
"Sayang" Raksa mencium bahu Laila
"Mas kamu ini ngagetin aja" kata Laila
"Sarapan dulu Mas" kata Laila
Mereka pun sarapan dengan tenang. Selesai sarapan Laila pun mengantar suaminya sampai di depan rumah.
"Aku pergi dulu ya Sayang, jangan terlalu capek. Nanti siang akan datang pembantu baru di rumah ini. Jadi kamu jangan kerjakan apapun" Raksa mencium kening Laila
"Kenapa harus cari pembantu si Mas, aku masih sanggup kerjain semua pekerjaan rumah" kata Laila
"Gak sayang, kamu gak boleh kecapean. Kamu sekarang lagi hamil besar sayang" kata Raksa tegas
"Baiklah, hati hati di jalan" Laila mencium punggung tangan suaminya
Laila kembali masuk ke dalam rumah setelah mobil suaminya keluar dari gerbang.
__ADS_1
Sementara masih melajukan mobil nya menuju perusahaan. Tapi tiba tiba ponselnya berdering.
"Daddy" gumam Raksa
Raksa pun memasangkan airphone dan mengangkat telpon dari Daddy nya.
"Hallo Dad, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam. Kapan kamu pulang?"
Raksa mengerutkan keningnya mendengar suara Daddy nya yang terdengar dingin.
"Ada apa memangnya Dad?"
"Kau tidak merasa punya dosa sama Daddy dan Mommy ?"
Deg
Jantung Raksa seakan berhenti berdetak saat mendengar ucapan Daddy nya.
"Ap..apa maksud Daddy?"
"Pulang minggu ini kalau tidak Daddy dan Mommy yang kesana"
Raksa bergelut dengan fikiran nya, Dia bingung harus menjawab apa sama Daddy nya.
"Raksa Rahardian"
"Eh iya Dad"
"Pokonya Daddy tidak mau tahu, kamu harus pulang minggu ini "
Raksa menghela nafas berat "Baiklah Dad"
"Oke, Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam "
Raksa mengusap wajah kasar, Dia tahu kalau Daddy nya sudah memerintah maka tidak bisa di bantah.
...----------------...
Raksa baru saja sampai di rumah nya. Dia berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai. Selain pekerjaan yang membuatnya lelah juga permintaan nya Daddy nya yang membuat nya pusing.
__ADS_1
"Assalamualaikum " kata Raksa
"Waalaikumsalam. Mas sudah pulang " Laila segera menghampiri suaminya dan mencium tangan nya
"Iya Sayang" Raksa mencium kening istrinya
"Mandi dulu Mas, biar aku siapkan makan malam dulu" kata Laila
"Iya sayang, oh ya apa pembantu barunya sudah datang?" tanya Raksa
"Udah Mas, tadi Bi Siti sudah datang" jawab Laila
"Oh jadi namanya Bi Siti" kata Raksa
Laila hanya mengangguk, Raksa pun naik ke lantai atas untuk bersih bersih di kamarnya.
Selesai bersih bersih Raksa pun langsung turun ke lantai bawah untuk makan malam.
"Mas ayo makan malam dulu" ajak Laila
Raksa hanya tersenyum lalu duduk di kursi meja makan di ikuti Laila. Mereka pun makan dengan tenang. Selesai makan malam Raksa mengajak istrinya untuk ke kamarnya. Raksa akan menceritakan tentang Daddy nya yang menyuruh Dia pulang.
"Sayang ada yang mau aku bicarakan" kata Raksa serius
"Apa Mas?" tanya Laila
"Aku harus pulang ke Jerman minggu ini" kata Raksa
Laila diam tak menjawab, Dia membiarkan suaminya selesai berbicara semuanya dulu. Raksa pun menceritakan tentang Daddy nya yang menelpon tadi dan menyuruh nya pulang ke Jerman.
"Aku gak mungkin ngajak kamu sayang. Kamu sekarang sedang hamil besar dan gak baik jika melakukan perjalanan jauh. Tapi Daddy juga maksa nyuruh aku pulang" kata Raksa bingung
Laila tersenyum dan mengusap tangan suaminya "Aku gak papa ko Mas, kamu pergi aja lagian gak akan lama kan?"
"Gak ko sayang, paling cuma 3 sampai 4 hari aja" jelas Raksa
"Ya udah kamu pergilah temuin Daddy sama Mommy kamu" kata Laila
"Terimakasih Sayang " Raksa mencium kening istrinya
Boleh mampir di karya saya yang baru. Judulnya KU INGIN BAHAGIA
__ADS_1