Gadis Misterius

Gadis Misterius
Season 2 (Part 20)


__ADS_3

Laila duduk di sofa yang ada di ruang kerja suaminya. Sesekali Laila melirik suaminya yang masih fokus dengan laptopnya. Terlihat Raksa semakin tampan dengan kacamata minus nya yang sedang di pakai.


Laila mengelus perut buncitnya sambil membaca shalawat. Raksa hanya mendengarkan suara merdu istrinya.


"Mas" panggil Laila


Raksa menoleh "Apa sayang? bentar ya sebentar lagi kita makan siang"


"Mas aku boleh keluar ya" kata Laila yang sudah merasa bosan


"Ngapain Yank?" tanya Raksa mengerutkan keningnya


"Mau jalan jalan aja lihat lihat kantor kamu. Boleh ya" Laila memasang wajah memelasnya


Raksa menghela nafas jika istrinya sudah memasang wajah seperti itu pasti Dia tidak bisa menolak keinginan nya.


"Ya udah, tapi hati hati kalau ada apa apa hubungi Mas. Oke" kata Raksa


"Siap, kalau gitu aku keluar ya. Assalamualaikum " Laila mencium pipi suaminya sebelum pergi ke luar dari ruangan Raksa


Raksa tersenyum sambil memegangi pipinya. Merasa ada tambahan energi Raksa tambah semangat setelah menerima ciuman dari sang istri.


Laila sudah berada di lobi kantor, Dia berjalan sambil melirik kesana kemari. Mengagumi setiap interior kantor suaminya. Laila sempat berfikir sekaya apa suaminya sampai mempunyai perusahaan sebesar ini. Laila belum tahu kalau yang di kelola Raksa hanyalah perusahaan cabang karna pusatnya ada di Jerman.


Terdengar suara teriak teriak dari luar memanggil nama suaminya. Laila pun menuju sumber suara karna penasaran.


Laila diam melihat Shafira yang memberontak saat penjaga menahan nya yang akan masuk ke kantor suaminya.


"Hei tolongin aku, aku mau ketemu Raksa. Aku cuma mau minta maaf" teriak Shafira saat melihat Laila diam memandanginya


Laila berjalan mendekat ke arah Shafira dan satpam yang masih menghalanginya agar tidak menerobos masuk.

__ADS_1


"Maaf mbak mau apa lagi ya menemui suami saya?" kata Laila penuh penekanan


"Aku cuma mau menemui Raksa dan minta maaf sama Dia karna udah ninggalin Dia" kata Shafira tidak tahu malu


"Lepasin Pak, biar saya bicara sama Dia" kata Laila pada penjaga


"Tapi Nona"


"Gak papa Pak, saya bisa beresin Dia ko. Bapak lihatin saya saja jangan jauh jauh" kata Laila tersenyum


Penjaga itu pun mengangguk lalu melepas cengkraman tangan nya di tangan Sahfira. Shafira berjalan mendekat ke arah Laila dan akan masuk melewati Laila tapi dengan cepat Laila menahan tangan wanita itu.


"Apa si? Aku mau ketemu Raksa" kata Shafira menoleh ke arah Laila


"Mbak sadar gak? Mbak mau menemui laki laki yang setatusnya sudah mempunyai istri tanpa alasan yang jelas. Udah gitu mbak gak minta izin sama istrinya padahal istrinya ada disini. Apa mbak gak malu?" semua kata itu keluar begitu lancar dari mulut Laila


Shafira membelalak kan matanya tidak percaya Laila yang kelihatan nya lemah lembut bisa garang juga.


Shafira diam mematung mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Laila. Shafira melepaskana cengkraman tangan Laila dengan kasar lalu Dia pun pergi keluar kantor sambil menatap sinis pada penjaga tadi yang tersenyum mengejek melihat Shafira kalah telak oleh istri bos nya.


"Loh ko pergi mbak? Sayakan udah izini mbak buat ketemu sama suami saya" teriak Laila dengan senyuman mengejek nya


"Sudah Pak kembali jaga saja, saya mau masuk dulu. Assalamualaikum " kata Laila tersenyum ramah


"Baik Nona, Waalaikumsalam " kata penjaga tersenyum sambil mengangguk hormat


Raksa tersenyum senang melihat apa yang di lakukan istrinya pada mantan pacarnya itu. Awalnya Raksa sangat cemas saat melihat dari CCTV kalau Shafira menemui Laila. Tapi setelah melihat apa yang di lakukan istrinya membuat Raksa tersenyum lega.


Laila kembali ke ruangan nya dengan wajah sedikit di tekuk. Mungkin hormon ibu hamil membuatnya merasa kesal karna Dia berfikir kalau Shafira sering menemui suaminya ke kantor tanpa sepengetahuan nya.


Laila masuk ke ruangan suaminya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dia langsung duduk di sofa masih dengan wajah yang di tekuk kesal.

__ADS_1


Raksa mengerutkan keningnya melihat tingkah istrinya. Dia pun menghentikan pekerjaan nya dan berjalan menghampiri Laila.


"Sayang kenapa?" tanya Raksa sambil duduk di samping Laila


Laila tak menjawab, hanya diam tanpa mau menoleh ke arah suaminya itu.


"Hei kenapa hmmm?" Raksa menarik lembut dagu Laila agar melihatnya


Laila masih diam menatap mata suaminya yang terhalang kecamata minus itu.


"Kenapa?" tanya Raksa lagi


"Itu mantan pacar Mas sering kesini kan?" tanya Laila masih dengan wajah kesal


Raksa tersenyum, kini Dia mengerti kenapa istrinya kesal seperti ini.


"Gak pernah sayang, cuma tadi aja" kata Raksa


"Jadi kamu tahu tadi ada mbak Shafira. Kenapa gak ke bawah coba? Ngeselin banget" kata Laila mkin cemberut


"Kenapa harus ke bawah buktinya istri Mas bisa mengatasinya kan. Aku bangga sama kamu sayang" Raksa menciumi seluruh wajah istrinya


"Ishh dasar kau ini" Laila mencubit pinggang suaminya


"Aww sakit Yank" kata Raksa pura pura kesakitan padahal tidak sakit sama sekali


"Maaf" Laila mengelus pinggang suaminya


"Iya sayangku gak papa ko. Yuk kita makan siang dulu anak ku tidak boleh sampai terlambat makan" kata Raksa sambil mengelus perut buncit Laila


Laila tersenyum dan mengangguk. Mereka pun keluar dari ruangan Raksa untuk makan siang.

__ADS_1


__ADS_2