Gadis Misterius

Gadis Misterius
Part 54


__ADS_3

Alifiya dan Kevin baru saja turun dari pesawat. Hari ini mereka memutuskan untuk kembali pulang ke tanah air dan segera memberikan kabar bahagia pada semuanya.


Kini mereka sudah sampai di depan rumah Siska dan Reno. Alisya dan Vano juga sudah berada disana karna sudah diberitahu oleh Alifiya kalau mereka akan pulang siang ini.


Saat mereka memasuki rumah semuanya telah menunggu di ruang tamu dengan senyuman bahagia. Alifiya langsung memeluk kedua kaka perempuan nya.


"Fiya kangen banget sama Kak Syasya dan Kak Siska" kata Alifiya


"Kita juga kangen sama kamu Fiya" kata Alisya


Kevin pun langsung memeluk Vano dan gantian memeluk Reno.


"Gimana disana kabar Om sama Tante ?" tanya Vano


"Alhamdulillah baik" jawab Kevin tersenyum


"Kalo gitu ayo kita masuk" ajak Siska


Mereka pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Para perempuan langsung membuatkan minum dan membawa camilan.


"Ada yang mau gue omongin sama kalian" kata Kevin serius


"Apa?" tanya Reno ikutan serius


"Gue sama Fiya mau menikah bulan depan" kata Kevin yang tak bisa menyembunyikan rona bahagia di wajah nya.


"Serius lo?" tanya Vano seakan tak percaya


"Lo fikir gue lagi bercanda apa ? ini menyangkut pernikahan Bro " kata Kevin kesal


"Hahaha. Biasa aja dong, Kan lo emang suka bercanda" jawab Vano


"Ya kali gue bercanda urusan beginian" kata Kevin


"Udah ih. Kalian ini malah berantem. Ini itu kabar bahagia tau gak. Selamat ya dhe akhirnya kamu akan menikah juga " kata Alisya memeluk adiknya yang duduk di samping nya.


"Terimakasih Kak. Do'akan semuanya lancar ya Kak" kata Alifiya tersenyum

__ADS_1


"Kita akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk mu sayang" kata Siska


"Terimakasih" Alifiya tersenyum haru


Alifiya sangat bahagia bisa berada diantara mereka yang sangat menyayangi nya. Sahabat yang sudah seperti saudara. Kekompakan dan kebersamaan nya membuat siapa saja iri melihat persahabatan mereka.


"Bang lo gak ajak Bang Sat kesini?" tanya Vano


"Gue udah ajak, tapi Dia bilang gak janji gimana nanti aja. Gitu katanya " jawab Reno


"Gue telepon aja deh. Ngerasa kurang gue kalau kumpul gak ada Bang Sat" kata Vano yang merogoh saku jaket nya dan menghubungi Satya.


"Hallo Bang. Lo dimana?" kata Vano setelah telepon nya tersambung


"Gue lagi di apartemen, ada apa?" tanya Satya di sebrang sana


"Ke rumah Bang Reno sekarang kita lagi ngumpul ni" kata Vano lagi


"Iya Bang Sat" Kevin teriak agar terdengar oleh Satya di sebrang sana


Padahal Dia memang belum siap bertemu Alisya dan Alifiya setelah Satya mengetahui semuanya.


"Hallahh. Lo masih hubungan sama sarang tawon. Lo buka mata dong Bang, Dia bukan yang terbaik buat lo. " kata Vano kesal


"Poko nya gue gak mau tahu, lo harus kesini sekarang juga kalau lo masih anggap gue adhe lo dan yang lainnya sahabat lo Bang" kata Vano memaksa dan langsung memutuskan sambungan telepon nya.


"Kesel gue sama Bang Sat, masih aja berhubungan sama sarang tawon" kata Vano kesal


"Yah namanya juga udah dibutakan sama cinta Van" kata Kevin ikutan kesal


"Gue rasa Satya bukan cinta sama sarang tawon. Tapi Dia hanya terobsesi saja di tambah lagi Satya belum dapat pengganti sarang tawon pas Dia kembali lagi ke Indonesia" kata Reno


"bener juga lo Bang. Kita harus bantu Bang Sat biar bisa berpaling dari sarang tawon" kata Kevin menimpali


"Ya bener tuh. Kita harus bantu Satya, kasian gue sama Dia yang dimanfaatin terus sama sarang tawon" kata Reno


"Sudahlah nanti juga pasti ada jalan nya dan Bang Sat pasti bakalan bisa berpaling tuh dari sarang tawon" kata Vano menyudahi pembicaraan mereka.

__ADS_1


Alifiya,Alisya dan Siska sedang menyiapkan makan siang. Mereka sedang menata makanan di meja makan. Tak lama kemudian para lelaki datang dan langsung duduk.


"Assalamualaikum " kata Satya yang langsung masuk ke dalam rumah Siska


"Waalaikumsalam" kata mereka yang ada di meja makan


"Disini Bang di meja makan. Lo kesini aja" teriak Kevin pada Satya yang masih di ruang keluarga


Satya pun langsung berjalan ke arah meja makan dan ikut bergabung dengan mereka.


"Akhirnya dateng juga lo Bang Sat " kata Vano senang


"Iya" jawab Satya datar


"Biasa aja dong muka nya Sat" kata Reno


"Sudah jangan berantem lagi. Ayo makan nanti keburu dingin makanan nya" kata Siska menengahi perdebatan mereka yang tak ada habisnya.


Mereka pun makan siang dengan tenang. Selesai makan siang mereka kembali berkumpul di ruang keluarga. Satya terlihat gelisah saat melihat Alifiya dan Alisya datang ke arah mereka.


"Hmmmm. Fiya, Alisya" panggil Satya ragu ragu


Semua mata telah tertuju pada Satya. Alisya dan Alifiya pun sudah menatap Satya menunggu kata selanjutnya yang akan keluar dari mulut Satya.


"Gue mau minta maaf sama kalian" Satya menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya sebelum melanjutkan ucapan nya.


"Gue minta maaf atas semua kesalahan bokap gue. Kalian pasti udah tau kan. Gue ngerasa gak enak aja sama kalian berdua" kata Satya


Semuanya tersenyum mendengar ucapan Satya membuat Satya mengerutkan kening nya tak mengerti dengan respon yang mereka berikan.


"Kak, aku udah maafin semuanya dan sudah mengikhlas kan nya. Mungkin ini takdir yang harus aku sama Kak Syasya jalani. Kaka gak perlu merasa bersalah kaya gitu lagian Kaka kan gak tau apa apa" kata Alifiya penuh kebijakan.


"Iya Kak Satya. Kita udah memaafkan dan mencoba melupakan semuanya. Kita akan menjadikan ini sebagai pelajaran yang berharga dalam hidup kita." tamabah Alisya


"Terimakasih semuanya. Kalian memang wanita yang baik, beruntung banget Kevin dan Vano bisa mendapatkan kalian" kata Satya terharu


Mereka hanya tersenyum kepada Satya. Akhirnya beban di fikiran Satya berkurang juga. Dia tak lagi takut jika bertemu Alisya dan Alifiya yang ternyata tak marah sama sekali padanya. Ya karna memang Satya tidak salah dan tidak tahu apa apa.

__ADS_1


__ADS_2