
Hari yg di tunggu pun tiba. Malam ini adalah hari lamaran Reno dan Siska. Alisya dan yg lainnya sedang siap siap. Reno dan keluarga nya pun sudah berada di halaman rumah Vano. Elvano sengaja menyuruh kedua org tua Reno untuk menginap di rumahnya karna selama ini Reno tinggal di apartemen. Memang Apartemen Reno juga lumayan besar dan luas jika hanya untuk menampung kedua org tuanya. Tapi Vano tetap menyuruh nya tinggal di rumah Dia.
Semuanya sudah siap kini mereka semua sedang berada di halaman rumah Vano. Mereka masuk ke mobil masing masing. Reno semobil dengan org tuanya. Kevin semobil dengan Satya. Vano ya tentunya dengan istrinya Alisya yg malam ini sangat cantik dan anggun. Tapi Alisya tetap memakai masker karna hari ini Dia akan bertemu banyak org. Vano juga mencoba mengerti meskipun Dia belum tahu apa yg membuat istrinya bersikap seperti ini.
Sesampainya di halaman rumah Siska mereka langsung turun dari mobil masing masing dan langsung masuk ke dalam rumah. Mereka langsung di sambut ramah oleh kedua org tua Siska. Mereka pun langsung masuk dan duduk di ruang tamu. Palayan rumah itupun datang membawa minuman dan cemilan.
"Silahkan diminum" ucap Papa Siska ramah
"Terimakasih pak" kata Papa Reno yg langsung mengambil minuman dan meminum nya.
"Maaf om Siska nya mana ya?" tanya Reno celingukan mencari sosok kekasihnya.
"Cieleh udah gk sabar banget lo" kata Kevin meledek Reno
"Hahaha" semuanya tertawa mendengar penuturan Kevin dan melihat wajah merah Reno.
"Biar Mama panggil kan dulu Siska nya" ucap Mama Siska sambil beranjak dari duduk nya dan berlalu pergi menuju lantai atas.
Mama Siska sudah sampai didepan pintu kamar anaknya itu. Dia langsung membuka pintu dan melihat anaknya yg sedang mengobrol dengan Alifiya.
"Sayang.. keluarga Reno sudah datang. ayo cepat turun" ucap sang mama berjalan mendekat ke arah Siska dan Alifiya.
"iya ma. Aku turun sekarang. Ayo Fiya kita kebawah " ajak Siska ke Alifiya
"kaka duluan aja deh.. aku nanti nyusul lagi tanggung ni siapin berkas buat miting kita besok pagi. " Alifiya sambil membereskan beberapa berkas di meja kerjanya.
"ya udah.. kamu jangan terlalu lelah nak" ucap sang mama mengusap kepala Alifiya
"iya ma. ini juga bentar lagi ko. Semangat kak. Pasti semuanya lancar" ucap Alifiya mengepalkan tangan nya ke udara memberi semangat pada kakanya.
__ADS_1
"iya Fiya. kalau sudah cepatlah turun ya" ucap Siska sambil berjalan menuju ke pintu
"iya kak" jawab Alifiya yg fokus pada laptopnya.
Siska keluar dan menutup kembali pintu kamar Alifiya. Dia berjalan beriringan denga mama nya. Saat sampai di ruang tamu. Siska langsung duduk bersama mama nya.
"jadi begini pak, ibu dan nak Siska kedatangan kami kesini pasti kalian juga sudah tau. Anak kami Reno akan melamar nak Siska untuk menjadi istri dan pendamping hidupnya selamanya. Apakah keluarga bapak berkenan menerima lamaran Reno." Papa Reno langsung berbicara pada intinya.
"Semuanya saya serahkan pada Siska. Biar Dia yg menjawab nya. " kata Papa Siska
"jadi bagaimana nak Siska?" tanya Papa Reno tak sabar
Semuanya hening semua mata tertuju pada Siska dengan ekspresi berbeda. Kecuali Satya yg selalu datar dan cuek. Siska menarik nafas dalam dan menghembuskan nya mencoba mengusir kegugupan dalam dirinya.
"Saya bersedia menjadi istri dan pendamping hidup mas Reno selamanya" jawab Siska mantap
Semuanya bernafas lega dan tersenyum senang. Reno langsung mengusap mukanya menggunakan kedua tangan nya mengusir ketegangan dalam dirinya.
Reno pun berdiri dan berjalan menuju Siska lalu Dia mengeluarkan kota Cincin di dalam saku jas nya. Untung nya Siska sudah memindahkan posisi cincin yg dulu diberikan Reno ke tangan kanan nya. Jadi sekarang Reno bisa menyematkan lagi di jari manis tangan kirinya.
"Aku melamar mu dan mencintai mu karna Allah Siska" ucap Reno lalu mencium tangan Siska.
Mata Siska berkaca kaca mendengar kalimat romantis yg di ucapkan Reno. Siska pun mengambil Cincin satunya lagi dan menyematkan nya di jari manis Reno.
"Aku mencintaimu karna Allah calon suamiku " ucap Siska yg juga mencium tangan Reno.
Prok Prok Prok
Semua yg ada disana bertepuk tangan..
__ADS_1
Setelaha selesai acara itu kedua orang tua Reno undur diri di antar bersama Satya. Sementara yg lain masih duduk di ruang tamu untuk mengobrol dan bercerita.
"om tante Fiya mana ya?" tanya Kevin yg daritadi tak melihat kekasihnya itu
Deg
'Gak mungkin.. nama Fiya banyak di dunia ini.. Gak... ini gak mungkin Alisya' batin Alisya yg sudah mematung karna perasaan nya sudah tak karuan mendengar nama Fiya. Entahlah..
"Fiya ada di kamarnya Dia masih mengerjakan kerjaan nya yg belum selesai katanya. kamu ke atas aja ajak pacarmu kesini" kata Mama Siska
Kevin mengangguk dan berlalu pergi ke lantai atas. Kevin menuju kamar Alifiya yg sudah ditunjukan oleh mama nya Siska.
Tok tok tok
Kevin mengetuk pintu kamar Alifiya.
Alifiya yg mendengar pintu kamar di ketuk langsung berjalan menuju pintu dan membukanya.
"ehh. kamu ngapain ke kamarku?" tanya Fiya kaget
" aku disuruh mama kamu untuk mengajak mu ke bawah. lagian kamu itu ya masa kaka lamaran kamu malah lerja si" Kevin
"hehe. maaf. ya udah ayo kita ke bawah. lerjaanku baru aja selesai" Alifiya menutup pintu dan berjalan beriringan bersama Kevin.
Alifiya berjalan menuruni tangga sambil bercanda bersama kekasihnya. Saat sampai di bawah Alifiya langsung berjalan menuju ke ruang tamu.
Alisya yg melihat Alifiya berjalan ke arah nya hanya diam mematung dengan mata yg sudah berkaca kaca. Mata mereka berdua beradu pandang.
Deg Deg Deg
__ADS_1
Suara jantung keduanya berdetak kencang.
'Tatapan mata itu seperti...' Alifiya