Gadis Misterius

Gadis Misterius
Season 2 (Part 7)


__ADS_3

Hari hari Laila masih sama seperti sebelum nya. Tidak ada yang berubah sedikit pun meski setatusnya sudah menjadi seorang istri dari Presdir RHD Corp. Tapi semuanya masih sama, hanya saja tubuh Laila yang sedikit melemah mungkin karna Dia tidak mau makan nasi dan selalu mengalami morningsick.


Hari ini adalah hari libur jadi Laila tidak ke kampus begitupun dengan Raksa yang tidak ke kantor. Hari dimana sangat Laila hindari karna Dia sangat malas jika harus berada di rumah dengan Raksa.


"Kau tidak makan?" tanya Raksa saat melihat Laila hanya meminum susu ibu hamil saja dan tidak makan apapun lagi


"Aku tidak bisa makan nasi, aku akan mual nanti" jawab Laila


"Benarkah?" tanya Raksa tidak percaya


Laila hanya mengangguk lalu pergi tanpa menghiraukan Raksa yang menatap kesal padanya karna merasa di acuhkan.


Laila pergi ke taman belakang, Dia duduk di bangku taman. Rasanya sangat nyaman sekali saat Laila menatap pada bunga bunga yang bermekaran indah setiap penjuru taman.


"Idahnya" gumam Laila


Setelah selesai sarapan Raksa pun menyusul Laila ke taman. Entah kenapa Raksa sangat ingin mengobrol bersama Laila. Walau Dia pun bingung apa yang harus di bicarakan nya pada Laila.


"Kapan kau lulus?" hanya itu yang mampu Raksa katakan


Laila menatap Raksa yang berdiri di sampingnya dengan tangan di masukan ke dalam saku celananya.


"Bulan depan" jawab Laila cuek


' Kenapa Dia bisa secuek itu sama gue? Padahal diluar sana banyak cewe yang mau gue ajak ngobrol kaya gini. Tapi Dia? Argghh' Raksa frustasi


"Untuk biaya wisuda nya apa sudah kau bayar?" tanya Raksa


'Bodoh.. kenapa menanyakan itu' Raksa


"Sudah, saya kan bekerja untuk membiayai kuliah saya" jawab Laila santai sambil menyandarkan badan nya di sandaran kursi taman.


'Hanya itu yang kau tanyakan? Apa kau tidak mau menanyakan kapan aku periksa kandungan ku? Kau benar benar tidak peduli pada anak ini' Laila

__ADS_1


' Ya Tuhan, kenapa Dia menjadi dingin seperti ini' Raksa


Keduanya hanya bisa diam dengan fikiran masing masing. Keegoisan keduanya membuat gengsi untuk memulai percakapan lebih dulu. Padahal hidup dalam rumah tangga itu harus banyak berkomunikasi agar keduanya bisa saling memahami satu sama lain. Bukan saling gengsi kaya gini.


"Baiklah kalau begitu aku akan masuk ke dalam ada kerjaan sedikit" kata Raksa


Dengan refleks Raksa mencium puncak kepala Laila dan berhasil membuat Laila terdiam dengan jantung yang sudah berdetak tak karuan. Raksa pun segera pergi karna tidak mau ketahuan kalau Dia juga salah tingkah dengan apa yang telah Dia lakukan.


'Bodoh, kenapa gue lakuin itu? Bisa ke pedean Dia' Raksa


Laila masih diam dengan tangan memegangi dadanya yang terasa berdebar debar.


'Kenapa aku jadi salah tingkah kaya gini. Dia juga kenapa bisa melakukan hal semanis itu. Akhhh ada apa dengan jantungku' Laila


Setelah cukup lama Laila mencoba menetralkan kembali perasaan nya. Dia pun kembali ke dalam rumah untuk menyiapkan makan siang.


Kini Laila sudah berada di dapur dan sedang sibuk dengan makanan yang ada di dalam wajan. Laila terus mengaduk nya sampai benar benar matang.


Setelah semuanya matang, Laila pun segera menata makanan nya dia atas meja makan. Setelah itu Dia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai mandi Raksa pun segera menuju meja makan. Raksa tersenyum melihat makanan yang sudah tertata rapi di meja makan.


Raksa tidak langsung makan, tapi Dia mencari dulu keberadaan Laila ke kamarnya.


Tok tok tok


Laila yang sedang rebahan pun langsung terbangun dan membuka pintu kamarnya dengan malas.


Ceklek


"Ada apa Tuan?" tanya Laila malas


"Ayo makan siang " ajak Raksa

__ADS_1


"Sayakan sudah bilang kalau...."


"Kau kan bisa makan sayuran atau buah walaupun tidak makan nasi. Aku tidak mau anak ku nanti kekurangan gizi" kata Raksa memotong ucapan Laila


Laila membuang nafas kasar "Baiklah"


Kini mereka sudah berada di meja makan, Laila hanya makan sayuran saja tanpa nasi sedikit pun. Raksa tersenyum tipis melihat Laila yang mau makan. Entah sejak kapan rasa khawatir itu tiba tiba muncul di diri Raksa.


"Kau kapan periksa ke dokter?" tanya Raksa disela makan nya


'Apa? Dia benar benar menanyakan itu? Dan kenapa hatiku terasa sangat bahagia saat Dia perhatian padaku dan juga bayiku' Laila


"Hey, malah melamun" kata Raksa


Laila baru tersadar dari lamunan nya "Minggu depan jadwal ku periksa"


"Baiklah biar ku antar" jawan Raksa


Ukhuk Ukhuk


'Apa? Dia mau mengantarku ke dokter? Ada apa dengan nya ? Kenapa Dia jadi semanis ini?'


Laila langsung tersedak saat mendengar ucapan Raksa barusan.


"Pelan pelan makan nya" Raksa memberi segelas air putih pada Laila sambil terus mengusap pungung Laila


Laila segera meminum air yang di berikan oleh Raksa.


"Terimakasih " kata Laila


"It's oke" Raksa kembali duduk dan melanjutkan makan siang nya


Selesai sarapan Laila pun segera membereskan bekas makan Raksa dan dirinya. Sementara Raksa pergi ke ruang keluarga untuk sekedar bersantai setelah seharian memeriksa laporan yang tidak ada berhenti nya.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Like and Komen 🤗🤗


__ADS_2