
Vano terus gelisah berguling kesana kemari di tempat tidur.. Kini Vano sedang tidur di kamar tamu.. Dia benar benar tak bisa tidur tanpa Alisya... Karna terlalu lama berguling kesana kemari.. Vano pun menyerah Dia bangun dan berjalan ke atas menuju kamar nya dan Alisya.. Dengan segenap perasaan Vano mengetuk pintu kamar.
Tok tok tok
Alisya yg memang belum tidur tentu mendengar ketukan pintu kamar nya. Alisya sudah tahu siapa yang mengetuk pintu. Alisya memilih diam di tempat duduk nya tanpa mau membukakan pintu. Dia masih kesal sama suaminya itu.
Tok tok tok
"honey.. buka pintunya dong. Aku minta maaf sayang" Vano frustasi dan kembali mengetuk pintu.
Alisya kesal juga pintu kamar nya terus diketuk. Dia akhirnya berjalan menuju pintu kamar dan membuka nya.
"Ada apa?" tanya Alisya ketus sambil menyender kan tubuh nya dinding dengan tangan dilipat di dada.
"Sayang.. aku minta maaf ya. kamu jangan hukum aku kaya gini dong. Kamu kan tau aku gk bisa tidur tanpamu" Vano memelas dengan mengatupkan kedua tangan nya di depan dada memohon.
Alisya ingin sekali tertawa melihat tingkah suaminya. Tapi Dia tetap berusaha sedatar mungkin.
"Dulukan juga terbiasa tidur sendiri waktu belum menikah. Kenapa sekarang jadi lebay begini" ucap Alisya datar
"Honey.. plisss. Itukan dulu waktu aku masih single. Sekarang aku sudah terbiasa dengan pelukan istri tercinta ku" Vano mencoba membujuk dan merayu Alisya
'Cih.. dasar playboy pinter banget menggombal ' batin Alisya kesal
"Mana ada istri tercinta tapi dijadikan taruhan"kata Alisya dingin dan penuh penekanan
Elvano langsung diam. Dia juga tidak tahu kenapa dulu Vano sampai membuat taruhan dengan abang nya sendiri. Yang jelas waktu itu Vano belum kefikiran bakal jatuh cinta bahkan sampai menikah dengan Alisya.
Cinta memang selalu tak terduga dimana Cinta harus bersemi bahkan pada hati orang yang kita benci sekalipun. Cinta bisa merubah kata Benci menjadi sayang dan takut kehilangan. Itulah yang di rasakan Vano saat ini.
"Honey... Pliss.. " Vano memegang kedua tangan Alisya dan menatap wajah nya dengan ekspresi memelas
__ADS_1
"Maaf kan aku ya. Aku menyesal telah melakukan itu. Tapi itukan dulu dan taruhan nya juga batal. Setelah aku menyadari bahwa aku benar benar telah jatuh cinta padamu. Aku membatalkan taruhan nya" Vano menjelaskan
Alisya menghembuskan nafas kasar
"Baiklah.. aku maafkan kamu. Tapi awas kalau sampe melakukan nya lagi pada siapapun itu" Alisya luluh.
Sebenarnya Dia juga tak nyaman jika harus tidur tanpa suaminya. Tapi Alisya ingin memberi pelajaran pada suaminya dan ingin melihat seberapa besar perjuangan suaminya untuk mendapatkan maaf darinya.
Akhirnya Vano bisa bernafas lega dan masuk ke dalam kamar mereka. Alisya dan Vano tidur berpelukan seperti biasa. Vano bisa juga memejamkan matanya setelah Dia mendapatkan pelukan istrinya kembali.
.................
Di tempat lain tepatnya di kamar Siska dan Reno juga sedang duduk di tempat tidur sambil berpelukan. Mereka baru saja selesai melakukan kegiatan panas.
"Sayang kamu juga ikutan pas kak Satya dan Vano taruhan?" tanya Siska penasaran
"hmmm. ikutan si nggak. Tapi tau " jawab Reno santai lalu mengecup puncak kepala istrinya
"Hahaha.. aku justru mau tau gimana ekspresi Vano kalau istrinya marah.." Reno tertawa senang
"kamu ini.." Siska memukul pelan dada Reno
"Besok aku bakal temuin Vano" ucap Reno lebih pada diri sendiri
"Buat apa? pasti kamu mau meledek Vano ya" Siska mengacungkan telunjuk nya di depan wajah Reno.
Reno menjadi gemas dengan tingkah istrinya Dia memegang telunjuk Siska lalu di gigit gemas sehingga membuat Siska teriak kaget.
"Kamu apaan Si sayang.. Sakit tau" Siska meniup telunjuk nya
"Maaf sayang.. Abisnya kamu bikin aku gemas tau gak" Reno meraih tangan Siska dan mencium nya.
__ADS_1
"udah ahh.. Aku ngantuk mau tidur" Siska menarik tangan nya dan merebahkan tubuhnya.
Reno pun menarik selimut untuk menyelimuti istrinya dan Dia pun ikut berbaring memeluk Istrinya dan mereka pun terlelap dengan posisi berpelukan.
.................
Di apartemen Satya sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya. Di meja depan nya sudah ada coklat hangat kesukaan nya.
Tiba tiba ponsel Satya berdering menandakan ada telepon masuk. Satya segera mengangkat nya. Karna nomor yg menelpon adalah nomor yg tak dikenal.
"Hallo" kata Satya dingin
"Satya aku kembali.. Aku sangat merindukan mu" ucap orang di sebrang sana antusias
Satya terkejut sampai ponselnya jatuh menimpa kaki nya sendiri. Tapi Satya tidak merasakan sakit di kakinya. Hatinya lebih sakit , dadanya terasa sesak. Wanita yang selama ini mmenuhi fikiran nya kini datang kembali. Mendengar suaranya saja sudah membuat Satya Sesak.
"Hallo... Hallo... Satya kamu masih disana kan?" org di sebrang sana masih teriak teriak karna tidak mendapat jawaban dari orang yang sedang di telpon nya.
Satya segera mengambil ponsel nya dan langsung mematikan sambungan telepon nya lalu melempar ponsel nya ke sofa. Dia benar benar Frustasi. Satya menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
JANGAN LUPA **VOTE, LIKE DAN KOMEN.
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERHARGA UNTUK AUTHOR
Siska Latif**
Reno Adiputra
__ADS_1