
Seminggu telah berlalu. Alisya kini sedang menyiapkan pakaian Vano. Setelah itu Alisya segera turun dan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Vano baru keluar dari kamar mandi Dia tersenyum melihat pakaian nya sudah siap. Vano segera memakai nya dan segera turun ke bawah setelah siap siap. Vano langsung memeluk istrinya yang sedang menata makanan di meja makan.
"Sayang.. sudah siap ayo sarapan dulu" Alisya memegang tangan Vano yang melingkar di perut nya.
"iya" Vano duduk di kursi meja makan diikuti Alisya.
Alisya segera mengambilkan sarapan untuk suaminya lalu untuk dirinya sendiri. Mereka makan dengan tenang.
"Sayang nanti sore aku sama Bang Sat mau menjemput Papi. Kamu ajak Siska sama Fiya untuk datang kesini ya. Kita makan malam bersama" kata Vano setelah selesai makan
"iya sayang nanti aku telepon mereka. Kamu hati hati ya." Alisya berdiri dan mengantar syaminya sampai teras depan.
Setelah Vano pergi ke kantor Alisya segera menghubungi Siska dan Alifiya. Mereka sangat senang karna bisa berkumpul lagi.
................
Vano telah bersiap untuk menjemput Papi nya. Dia keluar dan menemui Satya di ruangan nya.
"Lo udah siap Bang Sat?" tanya Vano langsung masuk ke ruangan Satya
"udah. Ayo kita cepet pergi sebentar lagi Papi sampe. Reno dan kevin suruh langsung aja ke rumah lo" kata Satya seraya berdiri dari duduk nya
Mereka pun berjalan beriringan. Setelah sampai di parkiran mereka langsung masuk ke dalam mobil masing masing lalu melajukan nya.
Sesampainya di bandara mereka melihat seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah dan berwibawa tersenyum ke arah Satya dan Vano. Mereka pun langsung menghampirinya dan memeluk pria itu.
"Gimana perajalanan nya Pi?" tanya Vano setelah melepas pelukan nya
__ADS_1
" Melelahkan. Ayo cepat kita pulang Papi sudah tak sabar ingin melihat istrimu " kata Papi menunjuk Vano
"Ayo Pi. Papi pasti suka sama Dia. " jawab Vano tersenyum bangga
"Baiklah ayo kita pergi. kamu si gak mau kirim foto istri kamu jadikan Papi gak tau gimana menantu Papi" kata Papi kesal
"Hahahaha.. kan biar surprise Pi"
Vano merangkul Papi nya dan berjalan diikuti Satya yang membawa koper Papinya sambil menggerutu kesal.
"Gue kaya anak tiri disini" kesal Satya
"udah deh Bang Sat.. Lo itu gak usah cemburu gitu" Vano menjawab dengan nada meledek
"Heh.. dasar adhe kurang ajar Lo. manggil gue aja gk ada sopan sopan nya. Gue ini kaka lo" Satya makin kesal
"apanya yg gak sopan. Gue kan udah panggil lo Bang Sat" Vano tersenyum cerah
Satya langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
"kenapa Abang mu Van. ko gk biasanya Dia kaya gini?" Tanya Papi heran
"gak tau juga Pi. mungkin Dia lagi berantem kali sama sarang tawon " jawab Vano yang ikutan bingung melihat tingkah kaka nya.
"Sarang tawon?" Papi mengerutkan dahinya tak mengerti
"iya Pi. itu si Bella " jawab Vano santai
"kamu ini ada ada aja deh" Papi tertawa
__ADS_1
"ayo Pi masuk. kita pulang" Vano membukakan pintu mobil untuk Papi nya.
Mereka pun pergi menuju rumah yang dintinggali Vano dan Alisya.
.....................
Di rumah Alisya dan yang lain nya sedang sibuk mempersiapkan makan malam untuk mereka. Alisya terlihat gugup karna akan bertemu mertuanya untuk pertama kalinya.
"kamu gugup Sya?" tanya Siska
"iya ni Sis. Ini kan pertama kalinya aku bertemu mertuaku" jawab Alisya gelisah
"udah Kak. tenang aja aku yakin ko mertua kaka bakal suka sama kaka" Alifiya yang tiba tiba muncul dari dapur sambil membawa piring berisi makanan dan menaruh nya di meja makan.
Alisya mengangguk dan mencoba menenangkan perasaan nya yang gelisah dan gugup.
Tak berselang lama terdengar suara mobil yang masuk ke pekarangan rumah. Mereka yang ada di dalam pun segera keluar. Mereka menyambut dengan senyuman hangat.
Senyum mereka seketika memudar saat melihat hanya Satya yang keluar dari dalam mobil. Satya menghampiri mereka dengan wajah kesal.
"Kak mana Papi sama Vano?" tanya Alisya bingung
"Mereka di belakang. Kalian tunggu aja" Satya langsung masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan mereka yang menatap nya bingung.
Tin Tin Tin
Suara klakson mobil yang masuk ke pekarangan rumah. Vano menghentikan mobilnya lalu keluar di ikuti Papi nya. Mereka berjalan ke arah 3 wanita cantik yang sedang menyambut nya.
Deg
__ADS_1
'Tuhan inikah jawaban dari setiap doa ku. Aku menemukan nya.' Batin Papi