
Laila terbangun tepat pukul 4 pagi, Dia langsung melakukan pekerjaan nya sebagai asisten rumah tangga di rumah Raksa.
"Ayo Laila kamu harus kuat" Laila berbicara sendiri dengan setetes air mata yang mengalir di pipi nya.
Selesai Laila mengerjakan semua pekerjaan rumah dan menyiapkan sarapan untuk Raksa. Laila pun langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri dan siap siap untuk pergi ke kampus.
"Aku harus pergi sebelum Tuan Raksa bangun" gumam Laila
Setelah siap Laila pun langsung pergi ke kampusnya tanpa menunggu Raksa bangun terlebih dahulu. Karna memang Laila ingin menghindari majikan nya itu.
Raksa menuruni tangga dengan setelan sudah siap untuk pergi ke kantornya. Raksa melihat keadaan rumah nya sudah rapi dan melihat bungan mawar putih yang sudah terletak di dalam vas yang berada di atas meja ruang tamu dan ruang keluarga.
Raksa mengambil setangkai bunga mawar putih dari vas dan mencium nya sambil memejamkan matanya.
"Pembantu gue bisa juga di andelin, Dia setiap pagi mengganti bungan di ruang keluarga dan ruang tamu" gumam Raksa langsung menyimpan kembali bunga itu ke dalam vas.
Raksa berjalan menuju meja makan dan Dia melihat sudah ada sarapan yang tersaji di meja makan. Raksa pun duduk dan langsung memakan sarapan nya hingga habis tak bersisa.
Kini Raksa sudah keluar dari rumah untuk berangkat ke kantornya. Raksa menghampiri Mang Ijang terlebih dahulu untuk menanyakan sesuatu.
"Pak, Laila kemana?" tanya Raksa
"Laila sudah berangkat ke kampus tadi pagi pagi sekali"kata Mang Ijang
Raksa hanya mengangguk lalu pergi menuju parkiran mobil nya dan masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah nya menuju kantor.
Di perjalanan Raksa seperti sedang memikirkan sesuatu. Dia beberapa kali menghembuskan nafas kasar.
"Kenapa Laila seperti menghindari gue? Emang apa salah gue sama Dia? Apa gue sangat menakutkan sampai Dia menghindari gue majikan nya sendiri " gumam Raksa
...----------------...
__ADS_1
Sore harinya Laila sudah pulang dari kampusnya. Dia masuk ke dalam rumah mewah dimana Dia mengais rezeki itu dengan perasaan was was.
'Mudah mudahan Tuan Raksa belum pulang' Laila
Seperti nya harapan Laila saat ini tidak di kabulkan. Karna Raksa sudah pulang dari kantornya dan menunggunya di ruang tamu. Laila sudah tidak bisa menghindar lagi.
"Kau baru pulang ?"tanya Raksa menatap Laila
Laila hanya menunduk "Iya Tuan"
"Hmm. Kalau begitu tolong buatkan saya kopi Capucino" perintah Raksa
Laila mengangguk "Baik Tuan"
Raksa berjalan ke arah tangga dan berhenti sebentat "Antarkan ke kamar ku"
Setelah berkata seperti itu Raksa melanjutkan langkah kakinya menaiki tangga menuju kamar pribadinya. Sementara Laila hanya bisa menelan salivnya dengan sangat susah.
Laila berjalan menaiki tangga dengan kaki yang sudah gemetar. Laila mencoba meyakinkan fikiran nya kalau semuanya tidak akan terjadi lagi.
"Ayolah Laila, kamu pasti bisa melewati semua ini. Demi kuliahmu" gumam Laila menyemangati dirinya sendiri
Tok Tok Tok
"Masuk" teriak Raksa saat mendengar ketukan di pintu kamarnya
Ceklek
Laila masuk dengan secangkir kopi di tangan nya. Dia berjalan dengan pelan karna kakinya sudah sangat lemas dan gemetaran.
'Kamu bisa Laila, semuanya akan baik baik saja' Laila
__ADS_1
Raksa menatap bingung pada Laila yang seperti sangat takut saat memasuki kamarnya.
"Ini kopinya Tuan" Laila menaruhnya di atas meja kecil samping tempat tidur milik Raksa
"Hmmm" jawab Raksa datar
"Kalau begitu saya keluar dulu Tuan. Permisi" Laila berjalan ke arah pintu masih dengan menunduk kan kepalanya
"Tunggu" teriak Raksa membuat Laila menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Tuannya
"Ada apa Tuan?" tanya Laila mulai gelisah
"Sebentar" Raksa berjalan menghampiri Laila
"Tu..Tuan ma..mau apa?" tanya Laila gugup saat Raksa meraih dagunya dan mendongak kan wajah Laila untuk menatap nya
Untuk beberapa saat Raksa terus menatap mata Laila dengan dalam. Dia mengamati wajah Laila dengan intens.
'Apa mungkin Dia....' Raksa
"Tuan lepaskan saya" kata Laila semakin takut
"Tuan" kata Laila lagi karna Raksa hanya diam
"Eh iya" Raksa tersadar dan langsung melepaskan tangan nya yang mencengkram dagu Laila
"Kau keluar lah" kata Raksa dingin
Laila pun mengangguk dan langsung berjalan keluar kamar Raksa dengan tergesa gesa sambil terus memegangi dadanya yang terus berdebar dari tadi.
Semoga Suka😊😊
__ADS_1