
Vano dan Kevin kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil kunci mobil.
"Kalian temenin mereka berdua" perintah Papi kepada Reno dan Satya
Satya dan Reno pun mengangguk dan berlari mengejar mereka. Satya masuk ke mobil Vano dan Reno masuk ke mobil Kevin.
Mereka melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Sementara Siska masih berada di rumah Vano bersama Papi. Mereka cemas dengan keadaan Alisya dan Alifiya. Apalagi Siska yang tahu Alisya sedang berbadan dua.
.............
Di mobil Elvano
Vano terlihat sangat khawatir dan cemas. Dia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Dia mencoba melihat lihat setiap mobil yang Dia lewati. Tapi tak ada mobil yang di pakai Alisya dan Alifiya. Beberapa kali Vano memukul setirnya.
"Sabar Van. Gue yakin bini lo baik baik aja " Satya mencoba menenangkan adiknya.
"Gue bingung Bang Sat. Selama ini gue gak tau apa yang Papi lakukan di masa lalu" Vano terlihat frustasi
"Gue juga bingung apa sebenarnya yang terjadi diantara Papi dan keluarga Alisya" kata Satya
"Kita harus minta penjelasan Papi nanti Bang" kata Vano
Satya mengangguk setuju Dia pun sangat penasaran dengan kebenaran nya.
.............
Alisya dan Alifiya sedang berada di rumah Siska. Alifiya sengaja mampir ke rumah Siska untuk mengambil barang barang nya. Apalagi Dia tahu kalau kaka nya tak membawa apapun. Setelah selesai Alifiya segera turun dengan koper nya. Dia langsung menghampiri Alisya yang menunggu di ruang tamu.
__ADS_1
"Kak apa kaka membawa ponsel?" tanya Alifiya
"Tidak dhe. Ponsel kaka ketinggalan di rumah " jawab Alisya
"Oke kalau begitu. "
Alifiya mematikan ponsel nya lalu mencopot kartu yang biasa Dia gunakan dan mematahkan nya lalu di lempar ke lantai.
"Apa yang kamu lakukan dhe?" tanya Alisya bingung
"Kita harus pergi kak dan Kita juga harus menghilangkan jejak. Kalau aku masih menggunakan nomor yang sama maka mereka akan mudah melacak kebaradaan kita. Aku belum siap untuk bertemu mereka Kak" Jelas Alifiya panjang lebar
"Iya dhe. Kak juga belum siap menerima kenyataan ini. Apalagi kaka sekarang sedang mengandung anak Vano yang ternyata anak dari pembunuh Ibu dan Ayah" Alisya meneteskan air mata sambil mengelus perut rata nya.
"Sabar kak. Aku janji akan melindungi kaka dan keponakan ku." Alifiya juga meneteskan air mata namun segera Dia menghapusnya.
"Ayo Kak kita harus pergi sekarang sebelum mereka datang kesini. Aku yakin pasti diantara mereka ada yang mencari kita ke rumah ini " kata Alifiya yang langsung berjalan keluar diikuti Alisya.
"Aku menyayangi mu kak Siska " Alifiya kembali meneteskan air mata.
Alisya begitu mengerti perasaan adiknya. Melihat Siska yang menyayangi nya dengan tulus. Pasti akan berat untuk adiknya meninggalkan kenangan berasama kaka nya itu.
"Kamu yang kuat dhe. Kaka yakin suatu saat kita akan bertemu lagi dengan Siska" bujuk Alisya
"Iya kak. Semoga saja semua ini cepat ada jalan keluarnya" jawab Alifiya menghapus air matanya.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan melajukan nya. Benar saja saat mobil mereka keluar dari gerbang rumah Siska. Mobil Reno dan Kevin masuk ke pekarangan rumah. Tapi terlambat karna Alisya dan Alifiya sudah pergi.
Kevin dan Reno segera masuk ke dalam rumah dan berlari ke arah kamar Alifiya. Saat membuka pintu kamar Alifiya Kevin sudah diam mematung melihat kamar Alifiya yang berantakan.
__ADS_1
"Alifiya sudah pergi Bang. Gue harus gimana?" Kevin mengacak rambut nya frustasi
Reno berjalan ke arah lemari dan membuka nya. Benar saja barang barang Alifiya tinggal sebagian. Berarti Alifiya memang mampir kesini untuk membawa barang barang nya. Pikir Reno.
"Lo yang sabar Vin nanti kita cari mereka lagi. Alifiya memang sudah pergi barang barang nya tinggal sebagian " Reno menunjuk ke arah lemari yang masih terbuka.
Kevin berjalan mendekati Reno dan mengambil satu gaun yang cople dengan nya saat pernikahan Reno. Alifiya sengaja tidak membawa nya karna takut akan selalu mengingat Kevin.
"Dia bahkan tak membawa baju ini Bang. Alifiya benar benar benci sama gue. Tapi apa salah gue Bang?" Kevin sampai meneteskan air mata dan memeluk lalu mencium aroma Alifiya di gaun yang sedang di peluk nya.
Perasaan nya hancur dan hampa. Kevin merasa separuh jiwa nya hilang. Kevin merasa sangat rapuh saat ini Dia bahkan tidak tahu apa kesalahan nya. Dia sendiri bingung dengan apa yang telah terjadi di masa lalu Daddy nya.
"Sabar Bro. Lo pasti kuat kita gak boleh putus asa. Alifiya dan Alisya pasti ketemu " Reno merasa tak tega melihat Kevin yang selalu ceria kini seperti kehilangan kehidupan nya.
Mereka pun akhirnya kembali ke rumah Vano dan ingin meminta penjelasan kepada Papi Hendarto. Satya dan Vano pun kembali pulang atas segala bujuk rayu Satya. Karna percuma mereka terus mencari Alisya dan Alifiya. Sementara mereka pun belum tahu apa yang telah terjadi di masa lalu. Setidak nya mereka mengetahui dulu apa masalahnya.
Sesampainya di rumah Vano. Kevin dan Reno segera masuk dan ternyata Vano dan Satya sudah berada di dalam rumah. Keadaan menjadi tegang.
"Bisa Papi jelaskan semua ini" kata Vano dingin
"Apa benar Papi yang membunuh kedua orang tua Alifiya? " tanya Kevin datar
Hendarto hanya bisa menghela nafas dengan sikap Vano dan Kevin. Ini wajar mereka lakukan karna semuanya adalah kesalahan nya.
"Bukan Papi yang membunuh mereka" jawab Papi
"Lalu siapa kalau bukan Papi?" tanya Vano sedikit menaikan nada suaranya
"Jawab Pi" teriak Kevin yang memang sudah tak sabar ingin tahu kebenaran nya.
__ADS_1
Reno, Siska dan Satya hanya diam menunggu jawaban dari Papi. Jujur saja mereka juga penasaran.
"Papa nya Satya lah yang membunuh mereka" kata Papi lirih tapi masih terdengar oleh mereka.