
'Tatapan mata itu seperi...' Alifiya
Alifiya memberanikan diri berjalan mendekati wanita yg memakai masker. Dia berjalan perlahan dengan perasaan yg sudah tak karuan.. Matanya sudah berkaca kaca. Dengan berani Alifiya membuka masker Alisya yg dari tadi hanya diam mematung.
Semua yg ada disana terkejut dengan tindakan Alifiya. Tapi ada yg lebih terkejut yaitu Alifiya sendiri saat melihat wajah di balik masker ternyata wajah yg selama ini Dia rindukan.
"Ka Syasya" teriak Alifiya dan langsung menghambur ke pelukan Alisya yg masih mematung.
Alisya baru sadar dari keterkejutan nya Dia baru sadar kalau semua ini bukan lah mimpi. Awalnya Dia mengira ini hanyalah mimpi tapi setelah Alisya merasakan pelukan dan tangisan Alifiya Dia sadar bahwa ini nyata.
"Fiya ini beneran kamu kan sayang?" tanya Alisya tak percaya dan membalas pelukan Alifiya.
"iya kak aku Alifiya.. aku masih hidup kak
aku selamat dari tragedi itu" jawab Alifiya terisak di pelukan Alisya
Semua yg ada disana hanya menatap mereka dengan pandangan bingung.
"Sebenarnya apa yg terjadi sama kalian?" tanya Kevin yg sudah sangat penasaran
Alisya dan Alifiya melepas pelukan nya. Mereka saling mengusap sisa air mata dan tersenyum.
"sebenarnya Kita adalah saudara kandung" ucap Alifiya setelah tenang
"Hah" semua yg ada disana melongo kecuali Siska dan org tuanya.
"Maksud kamu apa Be?" tanya Kevin tak percaya
"iya kita saudara yg terpisah" jawab Alifiya tenang
"Coba kamu ceritakan apa yg sebenarnya terjadi di antara kalian" kata Vano menimpali
"Baiklah aku akan menceritakan" jawab Alifiya memandang kaka nya.
Alisya mengangguk seolah memberi jawaban iya untuk Alifiya menceritakan semuanya. Toh Dia juga penasaran kenapa Alifiya bisa selamat.
FlasBack ON
Alisya dan Alifiya sedang tidur nyenyak di kamarnya. Mereka memang sekamar berdua maka dari itu kaka beradik ini sangat dekat.
Dor Dor Dor
__ADS_1
Terdengar suara tembakan di halaman rumah. Alisya dan Alifiya pun terbangun dan langsung berlari ke luar kamar. Saat mereka sudah berada di ruang keluarga mereka sudah Melihat Ayah dan Ibunya disandra oleh kedua pria yg memakai topeng dan pakaian serba hitam.
Alisya dan Alifiya kaget dan langsung menangis takut. Seseorang baru masuk ke dalam rumah Dia tertawa keras hingga suaranya memenuhi langit langit ruangan itu.
Alisya langsung memeluk adiknya dan mencoba menenangkan Alifiya yg sudah gemeteran takut.
"Kalian semua harus mati" teriak Pria bertopeng itu
"Tembak mereka semua" perintah pria itu kepada kedua anak buahnya.
"Jangan... jangan sakiti ibu dan Ayah" teriak Alisya menangis histeris
"Hahaha. kalian juga harus mati gadis manis" Pria itu mendekati mereka
Alisya memeluk adiknya lebih erat.. Tubuh nya sudah gemeteran. Alifiya hanya menangis dipelukan kaka nya Dia bingung harus berbuat apa.
"Bunuh mereka" teriak pria itu lagi
Dor Dor Dor
Suara tembakan menggema di rumah itu. Ibu dan Ayah mereka sudah berlumuran darah.
"Lepaskan anak... an...ak..ku" ucap Ayah sebelum Dia menghembuskan nafas terakhirnya.
Mereka berdua menangis histeris melihat Ibu dan Ayahnya meninggal dengan cara mengenaskan seperti ini.
"Hahaha. bagus... sekarang habisi kedua putrinya" perintah pria itu dan berjalan keluar rumah meninggalkan mereka.
Kedua anak buahnya itu langsung mengarahkan pistol mereka ke Alisya dan Alifiya. Saat Pistol yg mengarah ke Alifiya akan segera di tembakan. Alifiya segera menggeser tubuh nya kedepan kaka nya.
Dor Dor
Alifiya tumbang dengan luka tembak di dadanya. Alisya tersentak kaget saat Alifiya menghindari tembakan yg akan melesat kepadanya. Tapi kini Alifiya malah terkena tembakan yg harusnya terkena pada dirinya.
"Ce..pat Pergi kak.. Cepat" teriak Alifiya disisa sisa kesadaran nya.
Alisya menangis histeris tapi Dia tetap menuruti kata Alifiya. Alisya berlari sekuat tenaga. Hingga Dia sampai di halte bus Alisya segera menaiki bus itu dan menuju kota A.
Sementara itu Alifiya dan kedua org tuanya masih tergeletak dengan penuh darah.. Terdengar suara mobil polisi dari luar. Semua polisi masuk ke dalam rumah dan mengecek satu persatu dari ketiga mayat yg ada di dalam rumah.
"Dia masih hidup " teriak salah satu polisi yg memeriksa keadaan Alifiya.
__ADS_1
"Baik ayo kita bawa kerumah sakit secepatnya. " Komandan kepolisian yg dikenal Bimo.
"Baik Dan" mereka pun membawa Alifiya kerumah sakit.
Sementara yg lainnya mengurus jenazah suami istri korban pembataian tersebut.
Alifiya sudah berada di ruang operasi. Polisi yg bernama Bimo itu masih menunggu nya di luar ruangan. Bimo yg masih harus tugas akhirnya menelpon kaka nya untuk datang ke rumah sakit. Tak lama kemudian datang sepasang suami istri dan gadis remaja.
"Ada apa Bim kamu nyuruh kami kesini?" tanya Pak Ahmad.
"Gini Mas di dalam ruangan operasi ini ada gadis remaja yg umurnya tak jauh dari Siska. Dia salah satu korban pembataian di sebuah rumah. Kedua org tuanya meninggal dan aku gk tau harus gimana. Aku juga masih banyak pekerjaan. Jadi apa bisa Mas Ahmad bantu aku buat merawat anak ini. Kasian Dia mas" jelas Bimo panjang lebar
"kasian sekali Dia. Pa Ma kita rawat aja ya.. Aku jadi seneng kalo punya temen di rumah" ucap Siska
"Baiklah kita akan merawatnya dan juga akan mengadopsinya bila perlu" ucap Pak Ahmad yg juga merasa kasian pada gadis itu.
"Terima kasih Mas. kalo gitu aku pergi dulu. Assalamualaikum " Bimo pamit dan berlalu pergi
"Waalaikumsalam " jawab Mereka.
...................
Sudah seminggu Alifiya dirawat di rumah sakit Dia juga sudah mengenal Siska dan keluarganya. Mereka sangat baik pada Alifiya. Dia juga sudah menceritakan semua kejadian nya pada Bimo dan keluarga Siska. Alifiya berharap pelaku pembantaian di rumah nya akan segera tertangakap.
"Assalamualaikum Fiya" Siska masuk dengan senyum cerianya
"Waalaikumsalam kak" jawab Alifiya tersenyum
"Gimana keadaanmu ?" tanya Siska sambil duduk di kursi samping ranjang Alifiya.
"Sudah lebih baik kak. Kata dokter nanti sore sudah boleh pulang" jawab Alifiya tersenyum
"Hmmm. ada yg mau kaka bicarakan" kata Siska
"Apa kak? Bicara saja" jawab Alifiya
"Begini Alifiya.. Kaka sama Papa dan Mama mau pindah le singapore untuk menjalankan bisnis Papa yg disana. kamu maukan ikut sama kita?" tanya Siska ragu
Alifiya diam Dia masih memikirkan jawaban apa untuk pertanyaan Siska. Tapi Alifiya juga tau kalau Dia tetap berada disini Dia takut pelaku pembantaian itu akan mengincarnya lagi jika tau Dia masih hidup.
"Baiklah kak aku mau ikut kalian ke Singapore. Terimakasih kalian sudah mau menganggap aku keluarga kalian. Aku juga akan tetap mencari Kak Syasya karna aku yakin Dia selamat dan masih hidup" jelas Alifiya
__ADS_1
"iya Fiya kita akan coba bantu sebisa kita" Siska memeluk Alifiya erat.
FlasBack OF