
Setelah pembicaraan waktu itu, Kevin dan Vano masih terus membujuk para wanitanya. Kevin dan Vano pun telah menceritakan semua kejadian yang sebenarnya kepada Alisya dan Alifiya. Kevin dan Vano menceritakan semua yang telah diceritakan oleh Papi Hendarto. Alisya dan Alifiya tentu saja sangat terkejut mengetahui kenyataan nya.
Mereka memikirkan perasaan Satya yang pasti sangat hancur melebihi rasa kecewa mereka berdua.
Kini Kevin kembali menjemput Alifiya di kantornya. Dia akan mengajak Alifiya untuk jalan jalan sebentar karna di kontrakan nya Vano juga sedang berjuang membujuk istrinya.
"Kamu jemput aku lagi Mas" kata Alifiya yang melihat Kevin sedang berdiri menyender di mobil nya dengan kacamata hitam yang di pakai nya menambah kadar ketampanan seorang Kevin.
"Iya sayang. Aku gak akan bosan untuk menjemput kamu" kata Kevin tersenyum manis
Sudah beberapa hari ini Kevin selalu menjemput Alifiya tapi Dia selalu ditolak oleh Alifiya. Dan kali ini Kevin tak mau penolakan lagi.
"Kan aku sudah bilang gak usah jemput aku lagi. Aku bisa pulang sendiri " kata Alifiya kesal
Jujur saja Alifiya masih belum siap menerima dan menjalin hubungan seperti dulu lagi bersama Kevin.
"Untuk kali ini tak ada lagi penolakan sayang. Cepat masuk" Kevin mendorong tubuh Alifiya dan memaksanya masuk.
Mau tak mau Alifiya pun masuk ke dalam mobil Kevin dengan wajah ditekuk kesal. Kevin segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Sayang sampai kapan kamu akan dingin gini sama aku?" tanya Kevin sedih
"Apa aku tak pantas untuk dimaafkan? Bahkan aku pun tak tahu kesalahan ku. Aku hanya korban dari perbuatan Daddy. Apa kamu tetap akan menyalahkan aku?" tanya Kevin panjang lebar
Alifiya yang mendengar nada suara Kevin yang sedih pun menoleh ke arah Kevin. Alifiya kaget melihat Kevin yang sudah berlinang air mata. Terlihat jelas penyesalan dan terluka di wajah nya. Alifiya menjadi tidak tega. Jujur saja Dia juga masih sangat mencintai lelaki di samping nya ini.
__ADS_1
"Mas" panggil Alifiya ragu
Kevin menoleh dan segera menghapus air matanya.
"Iya Sayang"
"Aku akan mencoba memberimu kesempatan. Karna aku juga tahu kalau kamu gak bersalah dan tidak tahu apa apa. Tapi aku belum bisa memaafkan Daddy kamu" kata Alifiya lirih
Kevin langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Kevin menggenggam tangan Alifya dengan penuh perasaan rindu.
"Sayang aku ngerti ko dan aku juga gak bakalan maksa kamu untuk memaafkan Daddy aku. Yang terpenting sekarang kamu mau menerima aku lagi" kata Kevin tersenyum senang
"Aku akan mencoba lagi Mas. Aku juga akan mencoba bisa memaafkan Daddy kamu dan mengiklaskan kematian kedua orang tuaku. Tapi mungkin masih butuh waktu" kata Alifiya
"Iya sayang.. Terimakasih sudah mau menerimaku kembali" Kevin memeluk Alifiya dengan perasaan bahagia.
...................
Di kontrakan Alista dan Vano sedang mengobrol di ruang tamu. Sebenarnya mereka sudah saling memaafkan. Karna mau bagaimana pun Alisya sangat mencintai suaminya. Apalagi setelah Alisya tahu kenyataan sebenarnya. Tapi tetap saja Alisya belum siap jika harus bertemu dengan Papi nya Vano untuk saat ini .
Vano tentu sangat bahagia saat istrinya mau kembali padanya. Vano juga memberikan Alisya waktu untuk tetap disini selama Alifiya belum mau kembali ke kota A.
Vano duduk di sofa dengan Alisya yang duduk di samping nya sambil menyandarkan kepala nya di dada Vano.
"Sayang kenapa Fiya susah sekali di bujuk si?" kata Vano mengelus kepala istrinya
__ADS_1
"Fiya itu keras dan gak gampang buat bujuk Dia. Fiya selalu berdiri pada pendirian nya sendiri. Jika ada orang yang bisa membuat pendirian nya goyah berarti itu orang emang jodoh nya Fiya yang bisa menangani Fiya yang keras kepala." Jelas Alisya
"Kalau Kevin berhasil membujuk Alifiya berarti Dia jodoh yang tepat buat Fiya dong sayang" kata Vano antisias
"Bisa jadi" kata Alisya santai
"Sayang apa kamu tak mengidam gitu?" tanya Vano heran karna istrinya tidak banyak maunya seperti pada umumnya wanita hamil.
"Ya ngidam lah. Masa iya gak ngidam aneh kamu" kata Alisya santai
"Terus kamu mau apa ? katanya ngidam ko kamu gak minta apa apa sama aku?" tanya Vano mengelus perut buncit Alisya
"Gak mau apa apa orang yang aku mau udah terpenuhi ko" jawab Alisya tenang
"Maksud kamu?" tanya Vano bingung
"Aku itu gak ngidam macem macem sayang. Anak kita baik banget gak rewel di dalam perut aku. Cuma satu keingianan aku yang belum terwujud. Tapi sekarang sudah terpenuhi" jelas Alisya
Vano mengkerutkan kening nya tak mengerti ucapan Alisya yang Dia rasa berbelit belit.
"Ya ampun kamu masih belum mengerti juga sayang. Aku itu ngidam nya mau ketemu kamu dan bersama kamu lagi" Alisya menepuk kening nya sendiri melihat suaminya masih bengong
"Ohh. Kenapa gak bilang dari tadi si sayang. Malah berbelit belit. " Vano tersenyum senang
"Aku malu Mas" kata Alisya dengan wajah memerah
__ADS_1
"Hahaha. Kenapa harus malu sayang? Aku kan suami kamu" Vano memegang wajah Alisya lalu mencium bibirnya.
Ciuaman yang walanya hanya kecupan kini berubah jadi ******an panas. Alisya dan Vano mencurahkan segala kerinduan nya lewat ciuman ini.