
9 bulan kemudian
Kehamilan Yunia telah menginjak usia 9 bulan dan selama itu pula Yunia tinggal di rumah Hendarto. Sebenarnya Yunia merasa tidak enak dan berniat akan mengontrak rumah saja. Tapi Hendarto selalu melarang nya. Bahkan Hendarto lebih perhatian pada Yunia di banding istrinya.
Sedih dan Sakit yang selalu Mala rasakan. Melihat suaminya lebih perhatian pada wanita lain. Bukan nya tidak tahu kalau Yunia lah yang dicintai suaminya. Tapi sebagai seorang istri tetap saja tidak rela melihat suaminya mempunyai perasaan lebih pada wanita lain apa lagi ini kaka ipar nya sendiri.
Semenatara itu Hendika telah pergi keluar negri bersama asisten nya David Rahardian yang tak lain adalah Daddy nya Kevin.
Hendika memilih merintis usaha nya dari awal di luar negri. Dia menyerahkan perusahaan BRM GROUP kepada adiknya Hendarto. Tentu saja membuat Hendarto tersenyum puas karna inilah yang Dia harap kan selama ini.
................
Hari ini Hendarto dan istrinya sedang menunggu Yunia yang sedang berada di dalam ruang bersalin. Yunia melahirkan anak laki laki nya. Hendarto sudah seperti ayahnya yang langsung mengadzani bayi Yunia. Yah walaupun Hendarto seperti itu tapi Dia tetap pernah belajar agama sewaktu kecil.
Saat selesai mengadzani anak nya Yunia di ruangan bayi. Hendarto kembali ke tempat Yunia tapi saat sampai disana Hendarto melihat Istrinya sedang menangis dan berbicara dengan dokter. Hendarto pun langsung menghampiri nya.
"Ada apa ini dok?" tanya Hendarto menatap bingung ke arah dokter
"Maaf Tuan saya tidak bisa menyelamatkan Nona Yunia. Dia mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan" jelas dokter yang membuat Hendarto diam mematung.
__ADS_1
Air mata telah membasahi pipi Hendarto yang tidak bisa lagi menahan nya. Hendarto langsung masuk ke ruangan Yunia diikuti istrinya. Dia melihat wajah pucat Yunia yang terbaring tak bernyawa lagi. Tak menyangka wanita yang dicintai nya akan meninggalkan nya secepat ini.
Mala hanya mengelus punggung suaminya mencoba menguatkan. Untuk pertama kalinya Hendarto merasa nyaman di dekat istrinya itu. Hendarto memeluk istrinya sambil terus menangis.
"Sabar Mas. Kita harus mengiklaskan Yunia agar Dia tenang. Sekarang kita harus memikirkan anak nya Yunia yang harus kita sayangi dan merawat nya dengan baik" kata Mala menenangkan suaminya
"Terimakasih Mala. Aku minta maaf karna selama ini telah menyia nyiakan wanita sebaik kamu" ucap Hendarto pada Istrinya
"Sama sama mas. Aku sudah memaafkan kamu karna mau bagaimana pun kamu adalah suamiku" jawab Mala
Mereka pun akhirnya mengurus kepulangan jenazah Yunia dan membawa pulang bayi Yunia. Mala terlihat sangat antusias melihat bayi Yunia yang sangat tampan seperti Hendika.
"Aku akan memberi nya nama " berfikir sejenak
"Satya Kaisar Bramarta" kata Hendarto tersenyum senang
"Nama yang bagus. Cocok untuk kamu Satya" Mala mencium pipi Satya yang sedang di gendong nya.
...............
__ADS_1
Dua Tahun sudah setelah kepergian Yunia. Hendarto merawat Satya dengan penuh kasih sayang. Sikapnya pada istrinya pun sudah lebih baik. Bahkan mereka pun sudah mempunyai anak laki laki yang bernama Elvano kaisar Bramarta. Elvano dan Satya di besarkan bersama dan sudah seperti saudara seibu dan seayah saja.
Di saat mereka sedang duduk santai di ruang keluarga. Tiba tiba Mala pingsan dengan hidung yang mengeluarkan darah. Hendarto sangat panik dan segera membawa istrinya ke rumah sakit. Namun sayang semuanya terlambat Mala telah menghembuskan nafas terakhirnya.
Seperti mendapatkan pukulan keras Hendarto telah di tinggalkan oleh kedua wanita yang di cintai nya.
Setelah selesai acara pemakaman istrinya Hendarto pulang ke rumah dan langsung memasuki kamar nya. Hendarto melihat sebuah kertas yang di lipat di atas meja kecil samping tempat tidur. Hendarto pun segera mengambil nya.
*Untuk Suamiku
Mas mungkin saat kau membaca surat ini aku sudah tiada di dunia ini. Maafkan aku yang tidak memberi tahu tentang penyakit ku. Sebenar nya Papa menjodohkan kita karna aku memang sudah memiliki penyakit kanker hati dari dulu. Aku hanya ingin membahagia kan Papa saja sebelum aku meninggalkan mereka tuk selamanya.
Maaf jika selama ini aku hanya merepotkan mu. Aku titip anak anak kita Mas. Aku sangat mencintai mu. Dan aku ingin kau memberi tahukan Satya suatu saat nanti kebenaran nya. Terimakasih telah membuatku merasakan menjadi istri dan ibu untuk kamu dan anak anak kita.
Mala Haniah*
Air mata Hendarto menetes setelah selesai membaca surat nya. Kini Dia tahu kenapa dulu istrinya terlihat lemah dan selalu saja pucat. Hendarto menyesali semuanya. Tapi entah kenapa Dia malah makin membeci kaka nya yang sekarang telah sukses di luar negri. Hendarto melimpahkan kesalahan nya kepada Hendika. Dia merasa semua ini gara gara Hendika. Yunia meninggal juga karna Hendika yang telah mengusirnya dan tak mau mengakui anak nya. Dendam telah merasuki hati Hendarto hingga tak bisa berfikir dengan sehat.
Satu episode lagi baru bisa selesai masalalu Papi Hendarto ya. Maaf jika kurang seru ceritanya. Maklum saya penulis baru. Terimakasih telah membaca karyaku.
__ADS_1