Gadis Misterius

Gadis Misterius
Part 57


__ADS_3

Seminggu telah berlalu setelah Hendika meninggal. Satya kini berubah menjadi cowo yang arogan dan pemarah. Reno pun sebagai asisten nya kewalahan menghadapi sikap Satya. Cuek dan dingin memang sifat Satya dari dulu. Tapi sekarang Satya menjadi seorang yang pemarah kepada siapa pun yang membuat kesalahan padanya. Bahkan Satya bisa melumpuhkan lawan bisnis yang berniat curang pada perusahaan nya. Sebenarnya Satya seperti ini hanya ingin membuat bisnis peninggalan Papa nya berkembang lebih pesat lagi. Satya berjanji akan membuat almarhum Papa nya bangga.


Satya juga kembali berhubungan baik dengan Hendarto. Vano dan Alisya pun telah kembali tinggal di rumah bersama Hendarto.


Semua yang Satya lakukan hanya untuk melindungi keluarga dan perusahaan nya dari para pembisnis licik dan berniat menghancurkan mereka. Satya sudah nyaman dengan sikap nya sekarang yang lebih dingin dan pemarah.


...............


Di kediaman Siska semuanya tengah sibuk memepersiapkan pernikahan Alifiya dan Kevin yang akan di dilaksanakan satu minggu lagi. Alisya hanya diam melihat lihat gambar gaun pengantin yang akan digunakan Alifiya adik nya. Vano melarang nya melakukan yang terlalu berat dan melelahkan.


"Gimana kalau yang ini dhe?" tanya Alisya pada Alifiya yang sibuk melihat lihat jas yang cocok untuk digunakan Kevin di hari H.


"Mana Kak?" Alifiya menghampiri Alisya dan melihat gambar yang ditunjukan kaka nya itu.


"Hmmm. Aku suka si Kak, model nya simple dan gak banyak pernak pernik nya. Terus Mas Kevin harus pakai jas yang mana dong biar cocok sama gaun ini?" tanya Alifiya menyodorkan buku yang berisikan gambar gambar jas untuk pernikahan.


Alisya mengambil bukunya dan membuka lembaran demi lembaran buku sambil terus mencari jas yang cocok untuk Kevin gunakan nanti. Sampai mata Alisya tertuju pada satu gambar yang menurut nya sangat cocok sama gaun yang dipilih Alifiya.


"Kalo sama ini gimana Fiya? Kaka rasa cocok banget deh" kata Alisya menunjukan pilihan nya pada Alifiya.


"Bagus Kak. Fiya suka, yaudah yang ini aja Kak" kata Alifiya tersenyum


"Pilihan Kaka emang gak pernah salah" kata Alifiya tersenyum bangga


"Kamu bisa aja. Jadi udah fix ya yang ini baju nya " kata Alisya


"Iya Kak" jawab Alifiya senang

__ADS_1


Alisya pun segera menghubungi butik langganan keluarga Bramarta dan segera memesan gaun dan jas yang sudah di pilih Alifiya.


...................


Di tempat lain Vano and the geng sedang sibuk mempersiapkan tempat untuk resepsi pernikahan Kevin dan Alifiya. Pernikahan Kevin dan Alifiya akan dilaksanakan di hotel bintang lima. Pihak Wedding Organizer pun telah sibuk menghias pelaminan dan yang lain nya.


"Lo udah fitting baju ?" tanya Reno


"Udah di urus sama Fiya dan Alisya. Biar mereka aja yang pilih nanti gue tinggal fitting baju kalo udah dipilih model dan warnanya" jelas Kevin


"Oke kalo gitu. Kapan orang tua lo datang ke sini? " tanya Reno lagi


"Besok siang " jawab Kevin


Setelah selesai dengan urusan nya mereka pun pulang.


..................


"Apa kabar Mom" Alifiya langsung mencium tangan Mommy bergantian dengan Daddy.


"Baik sayang. Kamu apa kabar makin cantik aja" kata Mommy kepada Alifiya dan memeluk nya.


"Fiya juga baik Mom" kata Alifiya tersenyum


"Dilupain deh anak nya " kata Kevin cemberut


Semuanya menoleh dan langsung tertawa melihat kekonyolan Kevin.

__ADS_1


"Siapa bilang dilupain. Daddy tak pernah melupakan kau Tuan Muda" kata Daddy memeluk Kevin


"Thank you Dad" kata Kevin tersenyum


"Dasar kamu Vin, masa cemburu sama calon istrimu sendiri si" kata Mommy sambil geleng geleng kepala.


Mereka pun tertawa bersama. Setelah itu mereka pun segera pergi menuju rumah Siska dan Reno. Karna semuanya sudah berkumpul disana termasuk Hendarto.


Jujur saja perasaan David sudah tak karuan saat menginjakan kaki nya lagi di tanah air. Bayangan kejadian itu kembali terlintas di fikiran nya. Tapi David mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Sesampai nya disana mereka langsung disambut oleh semua orang. Hendarto pun langsung memeluk David.


"Bagaimana kabarmu Dav?" tanya Hendarto


"Aku baik Ndar. Kau bagaimana kabarnya?" kata David


"Aku juga baik" jawab Hendarto dan melepas pelukan nya


"Oh ya aku turut berduka cita atas meninggal nya Hendi. Maafkan aku yang tak bisa datang di hari itu" kata David penuh sesal


"Tak apa Dav, semuanya sudah takdir dan kita hanya bisa ikhlas" kata Hendarto


"Iya kau benar Ndar" David tersenyum bangga melihat perubahan Hendarto sekarang.


"Ayo semuanya kita masuk, ngobrolnya di lanjutkan di dalam saja" aja Siska yang di angguki semuanya.


Mereka pun masuk ke dalam rumah Siska. Para perempuan langsung pergi kedapur untuk membuatkan minum dan camilan. Sementara yang lain nya sudah duduk di sofa ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2