Gadis Muda Untuk Pak Duda

Gadis Muda Untuk Pak Duda
Nata Sakit


__ADS_3

Cellyn melirik jam yang terpasang di pergelangan tangannya, sudah pukul 16.00 wib. Satu pasien lagi dan ia akan segera pulang setelah ini. Rasanya ia lelah sekali, ingin sekali dirinya merebahkan diri ke ranjang yang berada di kamarnya.


Cellyn yang tengah memejamkan mata, terkejut saat ada yang membuka pintu ruangannya. Reflek ia membuka matanya, ternyata pasien yang memiliki janji temu dengannya. Segera Cellyn benahi dirinya yang berantakan. Dirinya tersenyum manis kala pasiennya sudah berada di hadapannya.


“Silakan duduk, Pak,” ujar Cellyn mempersilahkan.


Cellyn memandangi pasiennya dengan lembut, tetapi intens. dirinya tak mau pasien nantinya merasa terintimidasi. Beliau melakukan janji temu dengan Cellyn untuk konsultasi mengenai dirinya. Cellyn sendiri tak tahu apa yang ingin pasiennya bicarakan dengan dirinya.


Dia menatap pasiennya sekilas lantas melihat buku catatan yang ada di mejanya “Benar dengan Pak Tian?”


“Iya, betul, Dok.” Cellyn menggangukan kepala mengerti.


“Sebelumnya, boleh saya tahu apa yang ingin Pak Tian konsultasikan dengan saya?”


Pak Tian, dia pasien Cellyn hari ini. Dari perawakannya dapat Cellyn tebak usianya sekitar 30-an, masih sedikit muda. Ingat, ya hanya sedikit saja. Dengan penampilannya sudah sangat mencerminkan Pak Tian ini orang berada.


Beliau menatap Cellyn lantas menghela nafas. “Saya beberapa bulan terakhir ini menjadi sulit tidur, Dok.”


gadis itu menaikkan sebelah alisnya. “Insomnia maksud anda?” tanya Cellyn.


“Mungkin, Dok.”


Dia menghela nafas lalu mencatat keluhan dari Pak Tian. Sedikit info, insomnia sendiri juga salah satu dari gangguan tidur. Sulitnya tidur bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti, stress atau depresi, komsumsi obat-obatan, gangguan medis, usia lanjut, pecandu alkohol, dan faktor genetik.


Gangguan tidur memiliki 80 jenis. Meski memiliki banyak jenis, umumnya penderita gangguan tidur ini hanya mengalami beberapa saja. Dan, yang paling sering diderita adalah insomnia, obstructive sleep apnea, parasomnia, gangguan tidur berjalan, dan lainnya. Tentu setiap kasus memiliki penanganan yang berbeda. Gangguan tidur juga tak hanya ditangani oleh Dokter Umum saja, tetapi juga Psikiater.


“Apa Bapak mengonsumsi alkohol, obat yang mengandung kafein, atau Bapak tengah memikirkan sesuatu?” tanya Cellyn menatap serius pasiennya.

__ADS_1


Beliau kembali menghela nafas. “Iya, saya tengah memikirkan mengenai perceraian saya dengan istri saya. Dia ingin berpisah dengan saya dan saya tak mau itu terjadi,” jelasnya.


Cellyn mengganguk tanda mengerti. “Baik. Akar masalahnya ada pada pikiran Bapak, terlalu setress tidak akan baik untuk kesehatan. Aktivitas sehari-hari pun akan terganggu, begitu juga dengan jam tidur kita. Saran saya, coba diskusikan dengan istri Bapak terlebih dahulu, bicarakan baik-baik. Cari akar masalahnya agar bisa selesaikan, jangan gunakan emosi juga. Jika, kalian menggunakan emosi bukan memperbaiki justru menghancurkan,” jelas Cellyn.


“Seperti itu. Saya paham, Dok. Terima kasih atas waktunya,” sahutnya.


Cellyn tersenyum ramah. “Sama-sama, Pak. Sudah menjadi tanggung jawab saya. Semoga Bapak lekas membaik.”


Cellyn menghela nafas berat saat Pak Tian sudah keluar dari ruangannya. Sudah saatnya dirinya pulang dan beristirahat. Hari yang melelahkan, sungguh.


Bukannya kembali ke rumah, Cellyn justru memilih pergi ke kantor ayahnya. Sudah lama dia tak mengunjungi kantor Beliau, entahlah tiba-tiba dirinya ingin kemari. Mungkin dia tengah rindu dengan suasana kantor ini.


Para karyawan menyapanya dengan ramah, tentu Cellyn balas tak kalah ramah. Ternyata mereka masih mengingat dirinya, mengingat terakhir kali Cellyn berkunjung adalah semasa SMA. Tanpa membuang waktu, Cellyn langsung berjalan ke ruangan Darren.


Huh ... rasanya dia tak sabar ingin bertemu Darren. Padahal baru saja berpisah beberapa jam saja, tetapi Cellyn sudah merindukan Darren. Ia mengetuk pintu ruangan Darren kala sudah tiba di depan ruangannya, setelah mendapat intruksi dari dalam, kakinya segera melangkah masuk ke dalam ruangannya.


“Jangan terlalu sibuk, Pa,” ujarnya dengan masih memeluknya dari samping.


“Astaga, putri Papa kenapa kemari, hm? Dan, apa kau tak lihat ada Om Devan dan istrinya, Sweety?”


Cellyn melebarkan matanya kala mendengar penuturan dari ayahnya. Segera dia lepaskan pelukannya dan memandangi sekitar dengan raut tak terbaca. Dan, yeah, Cellyn menemukan orang yang ayahnya maksud. Di sofa, Devan tengah duduk berdua dengan seorang wanita cantik.


Tak hanya cantik wanita itu juga cukup sexy dan berpenampilan terbuka. Oh, jadi begini selera seorang Devano Brawirya? Not bad, pikirnya. Cellyn menoleh kala mendengar kekehan dari ayahnya, ia mendelik sebal karenanya.


“Lain kali liat-liat dulu,” nasihatnya yang membuat Cellyn meringgis.


“Hai, Om dan Tante,” sapa Cellyn sedikit ragu.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan, ia merasa canggung dengan mereka. Memang saat kecil dulu dirinya dekat dengan Devan, tetapi itu dulu bukan sekarang. Sekarang situasinya sudah berubah, belum lagi status Devan yang sudah beristri.


“Hm. Baru pulang dari rumah sakit?” Cellyn mengganguk guna merespon pertanyaan Devan.


Sadar jika Cellyn memperhatikan sosok wanita di sebelahnya, Devan berdehem sesaat. Cellyn lantas mengalihkan atensinya pada Devan dengan sedikit cengiran. Rasanya sangat malu ketahuan menatap seseorang. Sungguh bodoh kamu, Cellyn.


“Hahaha .... dia sepertinya ingin mengenal Hima, Dev,” tutur Darren sembari melirik putrinya dengan senyuman.


“Hehe ... kalau boleh sih,” ujarnya sembari menggaruk tengkukku.


Wanita itu terkekeh dengan pelan. Wow ... suaranya sangat merdu, ternyata tak hanya cantik. Sepertinya dia sosok wanita lemah lembut dan penyayang, sangat terlihat jelas dari senyumnya. Huh .... pantas saja Om Devan terpikat, pikir Cellyn.


“Saya Serhima, Serhima Brawirya tepatnya,” ucapnya.


“Cellyn, Tante,” sahut Cellyn ramah.


Dia mengganguk sebagai respon, jangan lupakan senyum yang terpatri di wajahnya, sangat cantik. Cellyn sebagai perempuan bahkan menyukai senyum Hima, manis bahkan sangat manis.


...***...


Nata menghembuskan nafasnya, dirinya harus pulang lebih awal karena dia tengah sakit. Saat ini perempuan itu tengah berada di rumahnya ditemani oleh kedua sahabatnya. Dia terlalu memforsir kerjanya sehingga dirinya jatuh sakit. Perempuan itu memejamkan erat matanya saat merasakan pijatan lembut di keningnya.


Yesha memijat kening Nata dengan lembut, sedangkan Alika tengah memasak untuk mereka. Mereka akan merawat satu sama lain jika salah satu dari mereka sakit, begitulah sejak dulu. Di antara ketiganya, Nata adalah orang yang paling sering jatuh sakit. Daya tahan tubuh perempuan itu memang lemah.


"Makanya jangan kecapean, Nat," nasihat Yesha.


"Iya, maaf." Nata menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


Yesha hanya tersenyum tipis melihat Nata yang tersenyum masam. Dia tentu tahu sahabatnya itu tengah merasa jenuh sekarang. Namun, dirinya tentu tak bisa berbuat banyak selain memulihkan kondisinya.


__ADS_2