Gadis Muda Untuk Pak Duda

Gadis Muda Untuk Pak Duda
Kebenaran dan Akhir Cerita


__ADS_3

Hari ini, hari di mana pernikahan antara Darren dan Riana. Hari yang membahagiakan bagi Riana, tetapi tidak bagi Darren. Darren sangat membenci hari ini, dia benci harus menikah dengan orang yang tidak dirinya cintai.


Di sisi lain ada Nata yang memandang semua orang dengan raut wajah datarnya, tatapan wanita itu begitu menusuk. Wanita itu sudah bertekad untuk menyembunyikan rasa sedihnya pun perasaan sakit yang dirinya rasakan. Nata tak mau terlihat lemah hanya karena seseorang yang merebut suaminya.


Sebentar lagi akad akan dimulai, ijab kabul yang akan menyatukan kedua manusia dengan jenis kelamin yang berbeda. Di sebelah Darren ada Riana yang duduk dengan anggun, raut bahagianya sangat jelas terpancar. Namun, berbanding terbalik dengan Darren yang terlihat muram. Riana memandang Nata dengan senyum penuh kemenangan, jangan lupakan tatapan penuh kepuasan dari matanya.


Nata yang melihat itu berdecih. Dia tersenyum miring saat seluruh tamu akan mengucapkan kata 'sah'. Dengan sengaja dia mendorong sebuah vas bunga yang ada di dekatnya. Semua orang memandang Nata dengan erat, tetapi wanita itu hanya tersenyum canggung.


"Yah . . . Gagal sah enggak tuh?" ejek Alika sembari memandang Riana remeh.


Riana menggeram, dia menggepalkan tangannya dengan erat. Wanita itu sedang berusaha menahan emosi miliknya. Dia tak ingin acara pernikahannya hancur karena emosinya, Riana akan membalasnya setelah ini.


"Btw, emang yakin itu anak Darren?" tanya Yesha membuat semua orang bertanya-tanya.


"Aku sih enggak yakin, apalagi belum tes DNA," sahut Cellyn.


Semua orang terdiam, mereka jadi bertanya-tanya apakah benar itu anak Darren atau bukan. Darren sendiri terdiam, dia bahkan tak berpikir untuk melakukan tes DNA. Dia melirik Nata yang dibalas kedikan bahu tak peduli oleh wanitanya.


"Sini, Sayang." Nata meminta Darren menghampiri dirinya, Darren dengan semangatnya berjalan mendekati sang istri dan memeluknya.


Mereka semua larut dalam diam, hingga suara Nata membuat semuanya memandang ke arah wanita hamil itu. Riana yang melihat Darren memeluk Nata segera bangkit dari duduknya, dia berjalan mendekati keduanya. Namun, sebelum itu Alika sudah menghadang jalan wanita itu.


"Diem di tempat atau mati muda?" tanya Alika sembari menarik turunkan alisnya dengan wajah tengil miliknya.


Baru saja Riana ingin membalas ucapan Alika, tetapi Nata sudah lebih dulu menyelanya. "Kenapa, hm? Itu bukan anak suami saya, Nona. Coba ingat-ingat dengan siapa kamu melakukannya, lagi pula kamu bodoh juga, ya."


"INI ANAK DARREN ASAL KALIAN TAU!" teriak Riana dengan penuh amarah.


Nata tertawa dengan terbahak-bahak. Tak lama masuklah seorang pria dengan santainya, hal itu membuat Riana kebingungan. Wanita itu terus saja memandang keduanya bergantian. Dia tahu salah satu pria itu Darren, tetapi siapa satu lagi?


"Kenapa bingung?" ejek Leon.


"Hahaha . . . Mampus!" kelakar Devan.


Nata berjalan mendekati Riana, wanita itu berbisik tepat di telinga Riana. "Anda salah mencari lawan, Nona. Suami saya tidak pernah selingkuh, tetapi Anda melakukannya dengan supir pribadi saya."


Riana yang mendengar itu menegang. Wanita itu menggelengkan kepalanya dengan keras, dia tak akan menerima semua ini. Dia yakin Nata hanya mempermainkan dirinya. Riana menatap semua orang yang tengah memandangnya dengan sinis, tatapannya berakhir pada seorang pria yang tengah memandangnya dengan tatapan mengejek.


"ENGGAK! INI SEMUA BOHONG! LO BOHONGIN GUA, 'KAN?!" jerit Riana sembari memandang Nata dengan raut penuh amarah yang bercampur ketakutan.

__ADS_1


"Kalau itu bukan Darren, kenapa wajah mereka mirip?!" Mendengar ucapan dari Riana, pria itu segera melepas sesuatu yang melekat di wajahnya. Riana yang melihat itu dibuat terkejut, dia bahkan tak mampu berdiri dengan tenang.


"To—topeng?" lirih Riana dengan raut wajah terkejut.


"Jangan pingsan, Ri," kekeh Refan.


Alisha dan Thofid memandang Riana dengan tatapan mengejek. "Bukankah ini kejutan yang menyenangkan, Riana?"


Riana menggeleng dengan kerasnya. "Ke—kenapa bisa?"


"Penasaran, hm?" tanya Nata.


Flashback On . . ..


*Nata baru saja keluar dari kamar mandi yang berada di mall. Namun, langkah kakinya terhenti saat mendengar ada seseorang yang menyebut namanya. Nata berjalan mendekati asal suara itu, dia berdiri menghimpit ke dinding. Nata mencoba mendengarkan segala ucapan itu, saat dia melihat siapa orang itu, dia tersenyum mengerikan.


"Gua akan rangsang Darren," ujarnya berbicara di telepon dengan seseorang.


"Gua akan goda Darren dan hancurin pernikahan dia. Enggak ada yang boleh ngerebut Darren dari gua."


". . .."


Nata yang mendengarkan itu tersenyum dengan sinis. Dia segera pergi dari kamar mandi agar perempuan itu tak dapat melihatnya. Nata kembali ke tempatnya, dia menghampiri sahabatnya dan membicarakan semuanya.


Setibanya di rumah, Nata pun membicarakan ini dengan Darren. Mereka bahkan baru saja selesai melakukan hubungan suami istri dan kini keduanya tengah berpelukan dengan tubuh telanjang.


"Nekat banget Riana," sahut Darren sembari mengeratkan pelukannya.


"Aku ada ide! Gimana kita minta orang untuk jadi kamu?! Nanti kita minta pengrajin topeng untuk buat topeng yang mirip sama kamu, kita minta orang itu buat pake. Tapi tiap mereka bercinta, orang itu buka topengnya. Riana matanya ditutup pake kain! Biar imajinasi dia liar hehe." Nata menatap Darren dengan berbinar membuat pria itu tak tahan untuk tak mengecup bibir Nata.


"Dasar nakal, tapi lakukan semaumu, Sayang*."


Flashback Off.


"Sampai sini, paham?" lanjut Nata dengan smiriknya.


Riana masih berharap ini hanya bualan Nata, tetapi melihat wajah serius Nata membuat harapannya pupus sudah.


"Kalian bukannya ribut?" Riana masih belum puas dengan kenyataan yang ada, dia terus mencoba mencari jawaban yang membuatnya puas.

__ADS_1


"Siapa bilang, Cantik? Anda terlalu melihat dari satu sisi, tidak melihat kemungkinan-kemungkinan lainnya. Terlalu terpaku dengan satu masalah yang ada," jawab Nata dengan wajah puasnya.


"Jangan mencoba bermain-main dengan saya, Nona. Anda jelas akan kalah satu langkah. Pengawal! Bawa dia pergi dari sini!" ucap Nata.


Beberapa orang berpakaian hitam datang, mereka membawa Riana dengan paksa untuk keluar dari kediaman Gautama. Wanita itu terus saja berteriak, tetapi tak ada satu pun yang peduli.


"GUA AKAN BALAS DENDAM. LIAT AJA KALIAN!"


Cellyn yang mendengar itu menggeleng pelan. "Enggak kapok juga."


"Biasalah, enggak laku," celetuk Lina yang sedari tadi diam bersama Nisya.


"Hahaha . . . Ini mending kita pesta daripada makanannya yang kebuang."


...***...


5 tahun kemudian . . ..


Seorang anak laki-laki berlarian di sekitar taman rumahnya dengan raut wajah bahagia. Dia tengah menanti kehadiran orang yang ditunggu-tunggu, sembari menanti kehadiran orang itu, dia memutuskan untuk bermain seorang diri.


Hingga tak lama sebuah mobil terhenti di depan rumahnya, anak itu segera berlari. Dia menunggu orang itu keluar dari mobilnya dengan wajah berbinar.


"KAK CELLYN! PUTLA KANGEN!" teriak anak laki-laki yang umurnya 5 tahun.


Cellyn yang mendengar teriakan itu terkekeh kecil, dia berjalan menghampiri anak itu. Membawa anak itu ke gendongannya, Cellyn mengecup gemas pipi berisi anak itu.


"Mama mana, Sayang?" tanya Cellyn sembari berjalan masuk ke dalam rumah diikuti yang lain.


"Di dapul."


Dia, Putra Aryan Gautama. Anak pertama dari Darren dan Nata, Putra sapaannya. Anak itu sudah menginjak usianya yang kelima tahun. Sifatnya sangat persis dengan sang Ayah. Setelah Putra berusia lima tahun, tak berselang lama Nata kembali hamil. Wanita itu kini tengah mengandung, usia kandungannya baru saja menginjak dua bulan.


Lantas Cellyn dan Devan semakin harmonis setiap harinya, wanita itu melahirkan seorang anak perempuan yang amat sangat cantik. Anak itu diberi nama Cecilya Arclena Brawirya, gadis kecil yang selalu saja bertengkar dengan Putra ketika ketemu. Namun, akan saling merindu jika berjauhan.


Tak hanya itu, Leon dan Yesha pun telah menikah empat bulan lalu. Setelah keduanya berjuang mendapati restu Ria, akhirnya Ria luluh juga. Wanita itu berhasil dibuat luluh oleh perjuangan yang dilakukan Yesha dan anaknya. Bahkan saat ini Yesha tengah mengandung, usia kandungan wanita itu baru menginjak 5 bulan.


Tak jauh berbeda, Alika dan Refan bahkan sudah memiliki anak laki-laki yang berusia 3 tahun. Anak itu bernama Arkian Sastraca Alaskar, kerap disapa Sastra.


"Ya udah, ayo. Kita cari Mama, ngueenggg."

__ADS_1


__ADS_2