Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #99


__ADS_3

Sandy dibawa oleh dua orang pria suruhan Alvaro. Masih dalam keadaan pingsan,pria berlesung pipi itu dimasukkan ke dalam mobil,untuk kemudian dibawa ke sebuah tempat yang jauh dari pemukiman. Disisi lain hal yang hampir sama dilakukan kepada Elsifa. Saat baru keluar dari sebuah supermarket Elsifa dibuat tak sadarkan diri setelah dipukul menggunakan sebuah kayu di bagian belakang kepala oleh seseorang yang tidak dikenal.


40 menit kemudian,mobil yang membawa Sandy tiba di tempat. 2orang pria yang membawa Sandy menurunkan Sandy dan mendudukkannya pada sebuah bangku sofa besar lalu mengikatnya dengan sofa tersebut. Setelah berhasil mengikat tubuh Sandy pada sofa,salah seorang dari mereka mengambil ponsel lalu mengarahkan ponsel kameranya mengambil gambar Sandy yang terikat dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kemudian mengirimkan hasil jepretan kameranya itu kepada seseorang yang sudah memberinya perintah,tak lain orang tersebut adalah Alvaro.


Beberapa saat setelah dirinya ditinggalkan di kamar tersebut,Sandy tampak menyipitkan mata mengintip suasana sekitar. Ternyata Sandy sudah sadarkan diri dari tadi,dia hanya berpura-pura masih pingsan untuk mengetahui siapa yang menyuruh orang-orang tersebut menculiknya dan apa tujuannya. Tapi Sandy tak mendapat sedikitpun informasi. Karena orang-orang tadi hanya berkomunikasi satu sama lain dengan isyarat,tanpa mengeluarkan suara seperti yang diperintahkan oleh Alvaro.


Sandy terus bergerak berusaha melepaskan ikatan yang membelenggunya,tapi usahanya tak membuahkan hasil. Talinya terlalu kuat mengikat,dan terlalu rumit simpul yang mereka aplikasikan. Hingga Sandy merasakan lelah.


Sementara itu,Elsifa baru saja tersadar dari pingsannya. Tapi dia sudah memakai sebuah setelan kebaya lengkap. Dan saat ini dia sedang duduk di depan sebuah cermin besar dan dikelilingi beberapa orang perias yang sedang memoles wajahnya dengan sapuan make up yang semakin mempercantik penampilannya. Sebenarnya Elsifa memang sudah cantik dan menawan walau hanya mengaplikasikan riasan tipis. Jadi para perias itu tak perlu bersusah payah mempercantik kliennya kali ini.


"Nona sudah sadar ?"


Elsifa hanya melenguh masih merasakan sedikit pusing di kepalanya. Dia tak menjawab pertanyaan yang ditujukan untuknya,justru malah sibuk bertanya pada dirinya sendiri siapa yang sudah melakukan ini pada dirinya.


Tok tok tok


Seorang pria berpakaian rapi dengan setelan jas hitam dan celana hitam memakai sepatu pantofel mengkilap ala pengusaha sukses masuk lalu membisikkan sesuatu pada seorang yang mungkin pimpinan MUA yang tadi merias Elsifa. Kemudian wanita yang dibisiki memberikan kode pada rekan-rekannya disana untuk merapikan peralatan mereka lalu pamit keluar karena tugas mereka sudah selesai.


Setelah semua perias tersebut keluar dari kamar,masuklah 2 orang pria dan mengajak Elsifa keluar dari kamar. Lebih dulu Elsifa diminta untuk menutup mata sampai tiba nanti ada perintah membukanya. Elsifa hanya menurut saja,dia bukannya tidak melawan,hanya sedang memikirkan cara untuk kabur dari tempat tersebut.


Elsifa dituntun oleh 2 orang pria disisi kiri dan kananya menuju sebuah meja. Kemudian dia dipersilakan duduk di kursi. Setelahnya dua pria tersebut tetap berjaga di samping kanan dan kiri Elsifa.

__ADS_1


"apa aku sudah boleh membuka penutup mataku ?" tanya Elsifa mendongak dengan mata yang masih tertutup.


"maaf,belum boleh nona" jawab seorang disisi kirinya.


Sandy sedang dalam perjalanan menuju sebuah tempat yang ia sendiri tak tau. Sebelumnya,dia diperintah memakai setelan serba putih kemudian dua orang perias datang dan memberi sedikit polesan bedak tipis di wajah agar Sandy terlihat lebih fresh.


Dilihat dari pakaian yang dipakai Sandy merasa dipaksa untuk menikah dengan seseorang yang dia sendiri tak tau siapa. Tapi dia tak bisa berkutik setelah mendapat kiriman foto bahwa keluarga Alvaro dalam bahaya kalau sampai dirinya berani berbuat macam-macam.


Setelah 30 menit kemudian,mobil yang membawa Sandy tiba di depan sebuah hotel. Hotel yang merupakan salah satu diantara banyak hotel milik Alvaro. Dengan dikawal oleh beberapa orang Sandy memasuki loby hotel. Disana sudah banyak orang-orang berkumpul.


"Mempelai pria tiba !!!!" teriak seorang dari lantai atas dengan sangat lantang.


Sandy terkejut melihat Alvaro ada disana. Tapi dia melihat wajah atasannya itu nampak tegang jadi diapun mengurungkan diri hendak bertanya. Dia pun segera duduk di depan Alvaro dan 2 orang lelaki lainnya. Alvaro nampak berbincang dengan seorang lelaki yang tak dikenali yang duduk tepat dibelakangnya.


Pada detik selanjutnya,seorang pria yang berada di belakang Alvaro tampak membisikkan sesuatu pada Alvaro. Setelah pria itu menyelesaikan ucapannya,Alvaro sedikit melirik pada Sandy kemudian menganggukkan kepalanya seolah membenarkan.


"pak Alvaro,apakah bisa kita mulai acaranya ?" tanya seorang pria dewasa yang berada di depan Sandy.


Alvaro hanya mengulas senyum dan memberi isyarat mempersilakan dengan telapak tangan yang dihadapkan ke atas. Saat itu suasana tiba-tiba menjadi hening karena penghulu meminta semua orang untuk tenang sejenak.


"bagaimana nak Sandy,apa nak Sandy sudah siap ?" tanya penghulu pada mempelai.

__ADS_1


Sandy tampak ragu menjawab,dia melirik ke arah Alvaro yang masih memasang muka tegang seolah dia juga seorang tawanan. Sandy mengalihkan pandangannya berharap akan ada yang menolongnya untuk bisa lepaskan diri dari situasi ini.


Sementara itu,di gedung hotel yang sama tapi di lantai 2. Diana melihat jalannya acara dari lantai 2 melalui rekaman CCTV. Sambil terus mengawasi Elsifa yang sedari tadi diam tak berkutik karena matanya ditutup dengan kain,sedangkan tangan juga kakinya juga terikat. Itu karena janda gadis ini berusaha mengakali penjaga. (dibilang janda gadis karena dia sudah bercerai dari suaminya,tapi mahkota perawannya masih tersegel )


Kembali ke Sandy,


"kalau nak Sandy belum siap,kita bisa latihan dulu. Bagaimana ?" tanya penghulu lagi ketika Sandy tak juga menjawab pertanyaan yang diajukannya tadi.


Sandy pun mengangguk ragu,tapi dia tetap mengikuti arahan dari pria dewasa yang kini sudah menjabat tangannya.


"saudara Sandy Damara bin Beny Damara saya nikahkan engkau dengan Elsifa Savira Hadinata binti Hadinata dengan mas kawin seperangkat alat sholat , uang tunai senilai 6,11 M,dan perhiasan seberat 2022 gram,dibayar TUNAI " ucap Alvaro diakhiri dengan menghentakkan tangan Sandy yang sekarang sudah dijabatnya.


Seketika Sandy mendongakkan kepalanya lalu menjawab dengan lantang


"saya terima nikah dan kawinnya Elsifa Savira Hadinata binti Hadinata dengan mas kawin tersebut,TUNAI "


disambut dengan seruan lantang dari penghulu


" bagaimana saksi,SAH ??"


"SAHHHHH" jawab semua orang yang ada di sana dengan serempak.

__ADS_1


__ADS_2