Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #84


__ADS_3

Alvaro dan Diana telah sampai di kediaman mereka. Dua pelayan yang bekerja dirumahnya sudah menunggu kepulangan kembali majikan mereka setelah beberapa hari harus dirawat di rumah sakit.


"selamat datang kembali nyonya Diana" ucap bi Inah,pembantu yang sudah mengabdikan hidupnya selama lebih dari 30 tahun bahkan sebelum Alvaro dan Elsifa dilahirkan.


Eni,rekan pembantu turut memberi ucapan selamat datang pada nyonya rumah tempatnya bekerja.


Diana melemparkan senyuman manisnya untuk menghargai maksud baik kedua orang asisten rumah tangganya.


"aku mau langsung ke kamar saja,sayang" ucapnya sedikit berbisik di telinga Alvaro. Alvaro mengiyakan dan masih berjalan perlahan seraya menuntun Diana menuju ke kamar mereka.


...****************...


"ada apa kau datang kemari ?" tanya Marina menahan kesal melihat kedatangan Amelia di lapas.


"sebagai keponakan yang baik,aku hanya ingin berkunjung untuk memastikan kalau tanteku baik-baik saja di pen ja ra " Amelia menekan kata penjara.


Selama ini memang keduanya sangatlah tidak pernah akur sebagai tante dan keponakan,itu karena Amelia yang selalu saja mencari masalah dengan Maria.

__ADS_1


"seperti yang kau lihat,jadi lebih baik kau segera pergi dari hadapanku sekarang juga,atau aku akan meminta petugas untuk menyeretmu keluar ? hardik Maria,bukannya takut justru gadis itu malah meledek dengan menjulurkan lidahnya keluar dari mulut,kemudian berlalu meninggalkan ruang besuk.


Amelia keluar dari kantor polisi,di seberang sudah ada sebuah mobil yang menunggunya. Gadis yang selalu tampil dengan dandanan menor itu berjalan menyebrang dimana seseorang sudah menunggunya di dalam mobil.


"apa yang kau lakukan di sana ? tanya seorang pria saat Amelia masuk ke dalam mobil tersebut.


Amelia tersenyum puas tanpa menjawab pertanyaan yang ditujukan padanya. Ia segera menutup pintu mobil kemudian dengan nada manjanya ia mengajak pria tersebut untuk segera pergi dari sana.


Dalam penjara,Maria kembali duduk meringkuk membenamkan wajahnya pada paha yang ia katupkan jadi satu dengan tangan yang memeluk kedua kakinya.


"akhh,mungkin hanya perasaanku saja" Maria coba membuang jauh pikiran negatifnya.


Ia pun coba untuk membaringkan tubuhnya di atas kasur tipis dan berusaha memejamkan matanya,tapi tetap saja Maria tak juga bisa terlelap. Miring kiri,lalu miring kanan,tengkurap,duduk selonjor. Segala posisi ia lakukan,tapi Maria tak juga bisa menemukan mimpinya. Wanita itu pun mulai frustasi. Dia mengacak rambutnya yang kini sudah pendek.


"bu polisi,apa boleh saya menggunakan teleponnya ? saya ingin menghubungi putri saya " berteriak,Maria memohon untuk meminjam telepon kepada petugas.


Seorang polisi datang dan membukakan gembok sel penjara kemudian mempersilakan Maria untuk menggunakan telepon yang ada.

__ADS_1


"silakan,waktumu hanya 5 menit" petugas polisi mempersilakan dengan tetap mengawasi.


Maria menenangkan hatinya,mengusir kekhawatiran yang melanda. Dengan tangan yang sedikit gemetar ia menekan acak nomor-nomor di telepon tersebut kemudian menempelkan gagang telepon di telinganya.


Tuuuuut........


Tuuuuut........


Tuuuuut........


Hingga beberapa kali ia mencoba,tapi tak juga ada jawaban dari seberang. Maria menoleh ke arah jam dinding,hampir 10 menit. Ia kembali mencoba menghubungi nomor telepon putrinya,tapi nihil.


Sementara itu,di sebuah jalan yang cukup ramai oleh lalu lalang kendaraan. Ada sebuah mobil yang melaju kencang melebihi batas maksimum yang dianjurkan. Mobil tersebut melaju dengan sangat kencang meliuk-liuk melewati kendaraan lain yang menghalangi laju mobilnya. Tanpa disadari ada sebuah truk trailer berukuran sangat besar sedang melaju kencang dari arah berlawanan.


Kecelakaan tak terelakkan,mobil yang melaju kencang sudah tak bisa lagi menghindar ketika berhasil melewati sebuah truk di depannya tetapi malah berpapasan langsung dengan kendaraan yang bahkan berukuran berkali-kali lipat lebih besar dari ukuran mobil pada umumnya.


Terdengar bunyi klakson truk trailer dibunyikan dengan panjang dan lampu darurat yang menyala sebagai tanda agar kendaraan di depannya segera menghindar,tak lama kemudian terdengarlah suara decitan ban mobil yang bergesekan dengan aspal jalanan ditambah lagi dengan suara klakson yang berbunyi panjang. Tak lagi sempat menghindar,mobil tersebut terpental jauh dari jalan terseret badan trailer hingga beberapa puluh meter sebelum akhirnya supir trailer berhasil mengerem kendaraan yang ia kemudikan.

__ADS_1


__ADS_2