Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #73


__ADS_3

"ini berkas perceraianmu dengan Danu" Alvaro memberikan sebuah map berwarna biru kepada Elsifa yang sedang bersantai melihat acara TV di ruang tengah sambil memakan camilan ringan. Elsifa menatap heran pada map yang kini di tangannya lalu beralih pada Alvaro,seolah tahu apa yang ada difikiran kembarannya itu Alvaro pun berkata


"tanpa sidang pun semua sudah beres berkat adanya uang,jadi kau tidak perlu repot-repot membuang waktumu percuma"


Tak mau ambil pusing,Elsifa meletakkan map di atas meja dan kembali dengan kegiatannya menonton acara TV ditemani camilan ringan rendah kalori dan minuman ringan kemasan kaleng yang sengaja disiapkannya. Sedangkan Alvaro memilih untuk pergi ke ruang kerjanya,sore tadi Sandy mengirim sebuah file yang belum sempat ia buka.

__ADS_1


Disebuah bar,Sandy yang tak terbiasa berada di sana memaksakan diri masuk ke dalam tempat yang penuh hingar bingar music disco yang bertalu,dengan aroma minuman beralkohol yang bercampur dengan aroma asap rokok yang menguap di udara juga wewangian parfum yang menguar bercampur jadi satu di dalam hidung. Pria itu melebarkan pupil matanya untuk menyerap cahaya sebanyak-banyaknya dalam ruangan yang cukup redup tersebut.


Adanya Sandy ditempat itu bukan untuk bersenang-senang atau mabuk-mabukan,tapi dia sedang memantau seseorang atas perintah atasannya. Seorang pria dewasa yang sudah tampak kerutan diwajahnya yang tak lagi muda,dengan perut yang membuncit yang membuat kancing baju yang dipakai olehnya seakan ingin berlari lepas dari belenggu. Pria dengan kumis tebal melintang di bawah hidungnya itu sedang duduk di kursi VIP dengan ditemani berapa perempuan berbaju seksi minim bahan. Dua tangannya yang besar berada di atas paha mulus 2 perempuan yang ada di sebelah kanan dan kirinya.


"menjijikkan sekali" decak Sandy menahan kekesalannya,karena dari awal masuk asisten Alvaro itu sudah berjuang menahan mual yang mendera. Sandy mengambil ponsel pintarnya dan mulai membidik beberapa gambar pria tua mesum yang menjadi targetnya. Setelah berhasil membidik foto targetnya,Sandy pun bergegas pergi dari sana. Beruntung,dia tak harus berlama-lama di tempat yang berlimpahan dosa itu.

__ADS_1


"aku tidak melihat Elsifa hadir di pemakaman mami" Rendra mengingat tamunya yang datang bertakziah,tak ditemuinya mantan kekasih semasa kuliahnya dulu.


Rendra tak mengetahui kalau sebenarnya El sudah hadir ketika jenazah Dahlia masih berada di rumah walau tak sempat ikut ke pemakaman. Hanifa hanya mengangguk mengiyakan karena memang itu yang menjadi permintaan dari gadis tersebut kepadanya.


Rendra berlutut di hadapan Hanifa,perlahan tangannya membelai lembut perut istrinya dan mulai mendaratkan ciuman disana.

__ADS_1


"hai,malaikatnya mama papa,selamat pagi" ucapnya menyapa calon anak mereka yang masih berada dalam kandungan istrinya tanpa melepaskan pelukan dan usapannya di perut Hanifa yang masih rata.


Hanifa memang sedang berbadan dua saat ini,setelah penantian selama 3 tahun. Hanifa memiliki kandungan yang lemah,sudah 2 kali wanita bertubuh mungil itu mengalami keguguran. Hal itu membuat Rendra menjaga ketat kesehatan ibu dan janin yang dikandung oleh istrinya. Rendra bahkan sampai mempekerjakan banyak ART di rumahnya supaya Hanifa tak menyentuh pekerjaan rumah sama sekali. Rendra yang dicap begundal oleh Joseph berubah jadi seorang suami siaga semenjak kehamilan Hanifa.


__ADS_2