Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #76


__ADS_3

Sandy dan Elsifa berangkat ke bandara dari rumah mereka masing-masing. Hari ini mereka berdua akan berangkat ke Paris,kota destinasi yang kebetulan sama-sama dua orang itu inginkan.


Tepat pukul 11.00 pesawat tujuan Paris-Perancis lepas landas. Sandy dan Elsifa yang duduk di satu deret bangku yang sama terlihat saling diam karena merasa canggung.


Elsifa asyik memainkan game offline di ponsel pintarnya. Sedangkan Sandy sesekali terlihat mencuri pandang ke arah gadis di sampingnya.


"ehm" Sandy coba mencairkan suasana.


Terasa tidak nyaman kalau perjalanan panjang yang akan mereka tempuh harus dilalui dengan saling diam satu sama lain.


Elsifa yang menutupi telinganya dengan sebuah handsfree tak mendengar suara deheman Sandy. Malah sekarang gadis itu menguap karena rasa bosan yang mendera sehingga kantuk menyerang.


Elsifa membenahi posisi duduknya agak berbaring,kemudian mengambil selembar kain selimut yang memang sudah ia siapkan didalam tasnya. Tak lupa ia juga memasang kain penutup mata,lalu ia pun mulai memejamkan mata.

__ADS_1


"yaah,dia malah tidur" Sandy hanya bisa menghela nafas sedikit kecewa.


Sementara itu,Maria yang sudah kembali ke dalam sel nya selesai melaksanakan kerja pagi rutin bersama dengan narapidana yang lain segera merapikan peralatan mereka kemudian bergegas membersihkan diri dari kotoran dan debu yang menempel.


Teng teng teng,suara lonceng dipukul oleh seorang petugas memberi tanda kalau sudah saatnya untuk makan pagi. Para penghuni lapas pun bergegas masuk dan segera duduk di tempat mereka masing-masing. Mengambil piring kotak yang berbahan aluminium dengan sekat yang memisahkan antara nasi dan lauk pauknya. Lalu mulai mengantre untuk mendapat jatah makanan.


Sementara itu Danu semakin terpuruk mendapati kenyataan bahwa ternyata dia sudah tertipu mentah-mentah oleh rekan bisnisnya. Uang kerjasama malah dibawa kabur oleh rekannya. Tak main-main jumlah yang sudah ia setorkan,padahal sebagian besar uang itu adalah harapan untuknya dapat lebih mengembangkan perusahaan yang saat ini sudah menjadi miliknya sepenuhnya.


Danu sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan pria bernama Sam yang sudah berhasil mengelabuhinya dan berhasil membuatnya kehilangan sejumlah uang bernominal fantastis.


Danu mengacak rambutnya frustasi,mendongakkan kepalanya lalu meraup kasar wajahnya sambil menghela nafas dalam untuk melepas segala emosinya. Kemudian dua tangannya ia gunakan untuk menyangga kepalanya yang terasa berdenyut dengan bertumpu pada meja kerjanya.


Disaat kepalanya yang berdenyut kencang,sebuah panggilan masuk di ponselnya. Tertera nama Elda sayang di layar,pria yang sudah 2x berstatus duda itupun segera mengangkatnya.

__ADS_1


"halo,ada apa anak papa ?" sahutnya menerima telepon.


"papa nanti pulang jam berapa ? Elda kangen papa"sahut dari seberang telepon.


Suara Elda yang terdengar imut membuat mood Danu sedikit lebih baik. Lelaki itu terus tersenyum disela kegundahannya mendengar celotehan sang putri yang sudah diadopsi sejak setahun yang lalu.


"nanti jam makan siang papa akan jemput kamu,kita makan siang diluar ya" ajak Danu disambut antusias oleh Elda yang terdengar berteriak kegirangan.


Telepon pun diputus setelah Elda meminta telepon diakhiri. Danu kembali duduk termenung meratapi nasib buruk yang bertubi-tubi menimpanya. Danu menekan beberapa digit nomor di intercall yang ada di meja nya memanggil seorang karyawan untuk datang ke dalam ruangannya.


"tolong laporan keuangan bulan ini bawa ke ruanganku,sekarang !!" perintahnya.


Sementara itu orang yang menerima perintahnya segera mengantarkan apa yang diminta oleh atasannya. Selesai menyerahkan laporan keuangan yang diminta Danu,wanita berambut pendek yang menjabat sebagai kepala keuangan itu pun segera meninggalkan ruangan Danu.

__ADS_1


"sepertinya sedang terjadi kekacauan disini,tidak biasanya pak Danu minta laporan keuangan di tanggal- segini" curhatnya pada salah seorang rekan dalam satu ruangannya.


__ADS_2