
Pesanan sudah sampai dan sudah diterima dengan baik oleh resepsionis,untuk selanjutnya sudah diberikan pada atasan mereka.
Sebuah pesan masuk di hp milik Elsifa. Gadis itu meletakkan hp miliknya dan kembali fokus pada layar laptopnya,ternyata ia sedang chat dengan seseorang. Tangannya yang lentik lihai menari-nari diatas tuts keyboard benda pipih yang diletakkan di atas meja kecil di depannya.
Disamping gadis itu sedang duduk seorang pria yang diam-diam mencuri tahu dengan siapa adik yang baru dia temukan itu sedang asyik mengobrol di dunia maya. Terlihat sekali adiknya yang kini telah menjelma menjadi gadis dewasa yang cantik jelita itu sedang asyik berselancar di dunia digital melalui sebuah layar yang sedikit memancarkan cahaya kebiruan.
"kak Varo gak ada kerjaan ?" tanya El yang menyadari sedari tadi kakaknya terus memperhatikannya.
"ehm,uhukk uhukk" reflek Alvaro berdehem dan sedikit batuk-batuk untuk menutupi kegugupannya karena sudah ketahuan oleh adiknya.
Pria itu berpura-pura tak mendengar ocehan Elsifa dengan mengutak-atik remot tv.
__ADS_1
"kenapa acara tv hari ini jelek-jelek semua ?,tak bermutu sama sekali" gerutunya lalu pergi begitu saja dengan Elsifa yang melirik ke arahnya.
"dasar aneh,udah ketahuan ngintip orang lagi chatting malah pura-pura gak denger" gumam Elsifa terus memandangi punggung Alvaro yang perlahan menjauh dan menghilang dibalik pintu sebuah ruangan.
Elsifa kembali melanjutkan kegiatan ngobrol dengan seseorang di kejauhan tanpa sepatah kata pun yang terucap,hanya barisan kata demi kata yang tersusun menjadi kalimat percakapan. Mengirim pesan,lalu menerima pesan.
Didalam ruang kerjanya,Alvaro mengambil hp miliknya dan menghubungi seseorang.
"cari tau tentang akun Adam AM !!" titahnya ketika panggilannya mendapat jawaban. Ia lalu menutup telepon secara sepihak lalu meletakkan benda pipih miliknya di atas meja kembali.
Ardi duduk santai di sebuah bangku panjang yang ada di teras belakang rumah. Disamping lelaki itu tampak terhidang secangkir teh hangat lengkap dengan kue kering yang diletakkan terpisah dalam sebuah toples mika kecil. Diambilnya cangkir berisi teh hangat beraroma melati. Sedikit menghirup aroma harum dari ekstrak melati yang menguar di hidung akibat reaksi penguapan.
__ADS_1
Tak nampak Santi disamping pria itu,karena wanita itu sedang menikmati serial drama kesukaannya. Sesekali tangannya mengusap air mata yang jatuh tanpa permisi karena adegan yang menyedihkan muncul di televisi.
Terkadang wanita itu terlihat baper saat scene romantis tayang.
Diruang kerjanya Joseph memijit dahinya yang terasa berdenyut. Dirinya dihadapkan beberapa masalah sekaligus. Dahlia yang drop karena belum terima kenyataan bahwa Danu ternyata bukan anak kandungnya. Ditambah para investor yang tiba-tiba saja menarik dana investasinya. Membuat kondisi keuangan perusahaan menjadi kacau.
"kenapa semua jadi kacau begini ?" keluhnya sembari mengusap wajahnya kasar kemudian menopang kepalanya menggunakan kedua tangannya.
Sudah 2 hari sejak istrinya dirawat dirumah sakit,bapak dari Danu dan Rendra itu belum menengok keadaan Dahlia. Dia hanya menanyakan perkembangan kondisi Dahlia melalui dokter yang menangani istrinya selama dirawat. Bukan tanpa alasan dia melakukan itu,Joseph hanya ingin yang terbaik untuk istri tercintanya.
Malam sudah sangat larut,para karyawan di kantornya sudah seluruhnya pulang. Hanya tersisa beberapa tenaga keamanan yang nampak masih berjaga di beberapa sudut baik di luar maupun dalam kantor. Mereka memang sedang bertugas menjaga keamanan kantor atas nama Joseph tersebut namun lebih dari 50% saham merupakan milik Dahlia sang istri.
__ADS_1
"Malam pak,anda sudah mau pulang ?" sapa seorang satpam yang kebetulan bertemu saat Joseph baru keluar dari lift.
" Hmm " jawab lelaki yang rambutnya berwarna putih keabuan seluruhnya itu singkat kemudian berlalu begitu saja dan segera masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya di depan loby.