Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #81


__ADS_3

Malam sudah semakin larut,tapi Elsifa masih terus saja melenggangkan kakinya menyusuri sudut demi sudut kota Paris. Derasnya hujan salju yang turun pun tak menyurutkan semangatnya untuk berjalan-jalan. Sandy juga masih terus setia mengikuti kegiatan Elsifa sambil sesekali melemparkan senyum saat melihat Elsifa yang sesekali bertingkah konyol.


Saat gadis itu tengah berdiri di tepian jalan sambil mendongakkan kepalanya membiarkan dinginnya butiran salju menerpa wajahnya,tiba-tiba saja tubuhnya terhuyung ke belakang karena ada seorang laki-laki yang berlari tanpa melihat-lihat. Dengan sigap Sandy segera menangkap tubuh Elsifa yang hampir jatuh agar tak sampai jatuh ke tanah bersalju.


"Aaaaaaakh" teriaknya sambil memejamkan mata mengikuti arah tubuhnya yang terhuyung.


Sampai beberapa saat kemudian gadis itu baru membuka matanya yang tadi terpejam. Sedikit kebingungan karena tak sedikitpun merasa kesakitan,padahal ia tahu betul posisinya jatuh seharusnya di atas trotoar jalan yang keras.


"apa kamu sungguh menikmati dalam posisi ini ?" suara Sandy membuyarkan lamunan Elsifa di tengah kebingungannya.

__ADS_1


Cepat-cepat Elsifa mencoba menegakkan kembali tubuhnya. Merapikan kembali posisinya,dan berusaha menetralkan suasana yang sedikit canggung karena tak sengaja dua matanya bertatapan dengan milik Sandy.


"sejak kapan kamu ada di sini,apa kamu dari tadi mengikutiku ?" tanya El sedikit curiga.


Gadis itu bahkan memicingkan matanya mencoba mencari jawaban dari mata lelaki yang tanpa ia sadari kini sudah berjalan agak jauh. Elsifa dibuat melongo melihat Sandy yang sudah jauh meninggalkannya.


"Sandy Damara,tunggu !!" teriaknya memanggil sambil berusaha mengejar.


Dua orang terlihat memantau sebuah bangunan hunian yang berada di kawasan perumahan elit. Rumah tersebut dijaga ketat oleh para security di beberapa sudut rumah.

__ADS_1


"kelihatannya sangat sulit buat kita bisa masuk tanpa ketahuan penjaga" ucap seorang diantara mereka ragu.


"iya" timpal yang lain.


Selama beberapa jam mereka mengintai rumah tersebut. Menunggu sosok Elsifa keluar dari rumah tersebut,tapi yang mereka tunggu tak juga muncul. Itu karena mereka tak tau kalau Elsifa sedang tidak ada di rumah.


Mereka pun mulai jengah menunggu di posisi yang sama selama ber jam- jam. Tapi mereka tak menyerah begitu saja,kali ini Gerry berinisiatif lebih mendekat ke rumah besar yang mereka intai,berharap dapat menemukan jalan untuk mereka bisa masuk dan menyergap target mereka. Namun nihil,tak ada sedikitpun celah yang bisa diterobos. Bahkan untuk seekor tikus pun tak bisa masuk.


Karena hari sudah semakin malam,akhirnya Gerry juga Lucas memutuskan menghentikan pengintaian mereka dan akan kembali esok pagi-pagi sekali. Sebelum berpisah untuk menuju rumah masing-masing mereka sudah janjian bertemu di tempat yang sudah ditentukan.

__ADS_1


Hujam turun dengan derasnya,membuat hawa malam semakin dingin. Orang-orang sudah tertidur lelap di bawah selimut tebalnya masing-masing. Tapi tidak demikian dengan seorang Joseph Wiratama. Lelaki itu masih saja tak bisa memejamkan matanya yang sayu. Dia terus merasa bersalah karena kepergian Dahlia merupakan kesalahannya. Selama ini ia belum pernah mengatakan sejujurnya kalau yang sebenarnya Danu adalah anak kandung mereka,hanya saja karena sebuah rahasia besar dengan Maria yang harus ia tutupi dari Dahlia yang memaksa Joseph harus melakukan kesaksian palsu dengan mengaku kalau Danu bukan anak yang lahir dari rahimnya,melainkan anak Dahlia.


__ADS_2