
Danu bergegas pergi dan menyusul El ke bandara atas informasi dari wanita yang datang ke kantornya tadi. Tanpa fikir panjang,lelaki itu segera mengambil kunci mobil dan melaju ke arah bandara,dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Perasaan takut kehilangan tiba-tiba saja muncul dalam pikirannya. Suara handphone yang berdering karena panggilan masuk pun sudah tak lagi dipedulikan olehnya. Danu hanya fokus untuk dapat segera mencegah El agar tidak pergi dari sisinya.
Sementara disisi lain,seorang wanita sedang dibuat kesal karena panggilan teleponnya yang tidak mendapat respon dari si penerima,yaitu Danu.
"Mas Danu kenapa gak jawab panggilanku sih ??? nyebelin banget" gerutunya kesal.
Saai ini Rina berada di apartemen pemberian Danu. Sejak peristiwa itu,dirinya sama sekali tak berani untuk pulang ke rumah suaminya,lebih memilih menetap sementara di apartemen pribadinya,atau sesekali menginap di sebuah hotel dan bermalam bersama Anton.
Rina memutuskan pergi ke kantor untuk mengechek apakah suaminya sedang ada dikantor atau tidak. Dia ingin tau kenapa selama beberapa hari ini sangat sulit menghubungi suaminya itu.
__ADS_1
"Sayang,kau mau pergi ?" sapa Anton mengagetkan Rina yang sedang berada di depan gedung apartemen menunggu taksi datang.
"iya sayang,aku mau pergi ke kantor mas Danu" jawab Rina seadanya.
"mau aku antar ? tawar Anton tapi ditolak oleh kekasihnya itu.
Anton membukakan pintu taksi untuk Rina ketika sebuah taksi online yang sudah dipesan oleh Rina sudah datang. Rina mendaratkan ciumannya di pipi Anton sebelum masuk ke dalam taksi. Wanita untuk berbisik di dekat telinga Anton yang membuat pria itu mengukir senyumnya.
"nona Elsifa ? sapa seseorang yang baru saja datang
__ADS_1
"iya, maaf apa kita pernah kenal ? tanya Elsifa
"perkenalkan !! saya Karina. Saya sedang ditugaskan oleh Pak Joseph untuk mewakili perusahaan menghadiri konferensi gabungan perusahaan developer,saya tidak sendiri kok,ada yang lainnya juga" jawab wanita itu menjelaskan panjang lebar.
El hanya menjawab dengan senyuman,karena dirinya sungguh tak ingat wanita yang mengaku bernama Karina itu. Setelah menyapa,Karina pergi meninggalkan El menuju rombongan El duduk di sebuah bangku,dia mengambil handphone didalam tas kecil yang selalu menemaninya. Beberapa panggilan tak terjawab dari Danuarta, sms juga banyak masuk di dalam hpnya. Tak mau membebani pikirannya,dia memilih mematikan alat komunikasi tersebut dan kembali memasukkan ke dalam tempat semula.
Setelah hampir 40 menit perjalanan,akhirnya Danu tiba di bandara. Mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari sesosok wanita yang selama ini selalu setia berada di sampingnya dalam segala suasana,tanpa peduli perasaannya. Dengan perasaan takut,dia berlarian ke segala arah mencari cari keberadaan Elsifa,namun setelah berkali-kali mencari tak juga ditemukannya wanita itu. Rasa lelah karena berlarian tak ia pedulikan,yang ada dalam pikirannya hanya ingin segera menemukan istrinya itu.
Tiba-tiba saja mata tajamnya menangkap sosok wanita yang gestur tubuhnya ia yakini adalah El,tanpa banyak pikir lelaki itu pun berlari dan dengan segera memeluk erat wanita yang memakai baju atasan warna biru muda dan celana jeans dengan warna senada. Tapi Danu harus menelan pil kecewa karena ternyata wanita itu bukan Elsifa sang istri di atas kertasnya. Bahkan Danu hampir saja diusir oleh petugas karena sudah menyebabkan kerusuhan akibat ulahnya sendiri.
__ADS_1
Lelaki itu memutuskan meninggalkan bandara dengan perasaan kecewa karena gagal menemukan istrinya.