
Disuatu malam yang sunyi,seorang gadis cantik sedang duduk di sebuah bangku taman yang berada di sebuah cafe. Gadis itu memakai gaun warna merah terbuka dengan satu tali yang menggantung di kedua pundaknya. Sesekali ia menyesap sedotan yang mengalirkan minuman berperisa strawberry ke dalam tenggorokannya.
Tringgg....
Ada pesan masuk ke hp milik gadis itu. Dengan segera gadis itu pun membacanya. Setelahnya ia memanggil pelayan untuk membayar minumannya. Tak lama berselang pelayan pun datang dengan membawa selembar kertas bertuliskan harga minumannya. Dia nyalakan hp miliknya dan segera membayar harga sesuai yang tertera di kertas melalui aplikasi berbayar yang ada di hpnya. Ucapan terima kasih diucapkan pelayan seraya membungkuk hormat melihat kepergian tamu cafenya,tak lupa ucapan silakan datang kembali juga diucapkan pelayan.
Gadis itu memberhentikan sebuah taksi,lalu meminta driver taksi untuk mengantarkannya ke sebuah tempat yang ditunjuk oleh seseorang melalui pesan singkat di nomor pribadinya. Supir pun segera melajukan mobilnya di jalanan yang tampak masih cukup ramai oleh lalu lalang kendaraan walau waktu menunjukkan jam yang sudah sangat larut.
Setelah menempuh waktu perjalanan kurang dari 20 menit,taksi berhenti di depan sebuah hotel berbintang. Gadis berwajah oriental china itu pun segera keluar dari taksi setelah memberikan sejumlah uang untuk membayar taksi.
Saat akan memasuki hotel,hp miliknya berbunyi,ia pun mengangkat telepon masuk tersebut.
"iya pa,aku sudah didepan hotel" setelahnya panggilan terputus begitu saja.
Seorang pegawai hotel sigap membukakan pintu untuk tamu yang berkunjung,tak lupa ucapan selamat datang diteriakkan oleh lelaki berseragam rapi yang berada di pintu masuk. Ulasan senyum tersungging di bibir gadis yang baru memasuki area hotel.
"selamat malam,selamat datang di hotel Selayar. Ada yang bisa kami bantu ?" tanya petugas wanita bagian resepsionis ramah menyambut tamu mereka.
Gadis bergaun merah itu pun mengatakan maksud kedatangannya. Tapi belum juga resepsionis selesai mencari data orang yang dikatakan oleh gadis itu,seorang laki-laki datang menghampirinya.
"apa anda nona Maria Prahes ?" tanya pria yang tampak baru keluar dari lift.
Maria pun mengiyakan,dan mengajukan pertanyaan pada pria di depannya.
__ADS_1
"saya Handoko,asisten bu Yeria. Mari ikut saya,atasan saya sudah menunggu anda di kamarnya" jawab pria itu seraya mengajaknya menuju kamar yang sudah dipesannya.
Tentu saja itu hanya sebuah alasan agar Maria tak menolak ketika diajak untuk masuk ke dalam kamar hotel. Sebenarnya nama Yeria hanya karangannya saja.
Mereka pun berjalan menuju lift untuk sampai ke kamar yang akan mereka tuju. Tak sampai 1 menit lift berhenti,Handoko keluar lebih dulu diikuti Maria dibelakang. Berjalan melewati lorong hotel yang sepi,keduanya tak banyak bicara. Setelah melewati beberapa kamar bernomor langkah mereka terhenti di sebuah kamar paling ujung. Handoko membuka pintu dengan sebuah kunci.
Ceklek,pintu pun terbuka.
"mari,silakan masuk !" ajak Handoko dengan sopan.
Maria pun tanpa curiga segera menuruti perkataan Handoko. Dia masuk lebih dulu disusul Handoko yang lebih dulu mengunci pintu kamar. Gadis cantik itu memindai ruangan mencari keberadaan kliennya,tapi saat akan kembali untuk menanyakan pada Handoko,justru dia dikagetkan dengan tindakan pria yang mengajaknya ke kamar itu yang tiba-tiba mendorongnya ke atas kasur.
Handoko langsung mengukung tubuh Maria yang berada di bawahnya. Maria berontak,tapi tenaganya kalah kuat dengan Handoko yang memiliki tubuh kekar dan atletis bak atlet angkat besi.
"dasar ba*****n"
Handoko tak memperdulikan gadis yang dibawah tubuhnya yang terus saja mengumpatinya.
Kini gaun merah milik Maria sudah lepas dari tubuhnya karena Handoko yang menarik paksa sehingga robek. Terpampanglah tubuh Maria yang hanya tertutupi oleh pakaian dalam. Kulit putih dan mulus Maria membuat hasrat lelaki itu semakin membuncah.
Maria mencoba menutupi tubuhnya dengan meringkuk di ujung ranjang sampai dia merasakan gelayar aneh ketika nafas Handoko yang hangat menerpa di belakang lehernya. Pria itu terus berusaha meraih gadis yang sudah dibelinya sore tadi. Tapi si gadis belum mengetahui kalau kedatangannya adalah sebagai pemuas nafsu. Bukan sebagai konsultan seperti yang dikatakan oleh Prahes di chatnya tadi.
Kecupan demi kecupan dihujani Handoko kepada Maria yang masih saja melipat tubuhnya menghindar agar pria yang kini mendekapnya tak dapat menyentuh tubuhnya lebih jauh.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Handoko melepaskan dekapannya terhadap Maria. Merasa ada celah untuk kabur,Maria segera meraih sebuah selimut tebal yang teronggok di ujung ranjang dan berusaha menutupi tubuhnya. Sementara pria tadi membuka pintu kamar karena mendengar suara ketukan.
"bagaimana,apa kau sudah bisa menikmati anak gadisku ?" samar-samar Maria mendengar obrolan Handoko di depan pintu.
Maria menajamkan indera pendengarannya karena merasa tak asing dengan suara itu. Dan benar dugaannya.
"papa ?" panggil Maria sambil memegangi selimut untuk menutupi tubuhnya yang hanya memakai pakaian dalam.
"papa menjualku pada pria ba*****n ini ?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca tak menyangka kalau ayahnya tega melakukan itu padanya.
Handoko menutup pintu kamarnya. Maria meraung di depan pintu meminta tolong pada Prahes yang sudah pergi meninggalkan kamar Handoko.
"aku sudah membelimu pada papamu,jadi kau tidak punya alasan untuk menghindar dariku" ucap Handoko kesal karena Maria yang terus saja menghindar.
"kembalilah kemari pa,bawa aku dari sini,aku tak mau dia merenggut mahkotaku,aku janji menuruti apapun kemauan papa,tapi jangan suruh aku melayani teman ayah ini" lirih Maria tanpa sadar Handoko sudah membuang selimut yang tadi menutupi tubuhnya.
Kini Maria hanya bisa pasrah dengan keadaan dan membiarkan tubuhnya di nikmati oleh Handoko,pria tampan pengusaha kaya yang selalu mencari kepuasan di atas ranjang. Handoko terus mencumbu kulit mulus Maria dan menciptakan tanda kepemilikan hampir di sekujur tubuhnya.
Sampai di atas ranjang,pria yang hanya mengenakan celana boxer itu pun mendorong tubuh Maria hingga gadis itu terjatuh di atas ranjang. Dengan segera Handoko mengoyak sisa kain yang masih menutupi tubuh gadis didepannya,kemudian dengan cekatan dia kembali mencumbuinya sambil tangannya berusaha melucuti sendiri pakaiannya.
Maria hanya menangis dengan kenyataan pahit yang harus ia terima,karena malam ini mahkota berharganya yang sudah ia jaga dengan baik dan akan ia berikan pada suaminya kelak sudah terenggut dengan cara tidak hormat. Maria bahkan merasa jijik terhadap dirinya sendiri.
Dari situlah,Maria berubah jadi gadis yang berperangai kejam dan sadis. Dengan uang yang dimilikinya,ia membeli sebuah bar yang bangkrut dan hampir tutup dan mulai membangun bisnis prostitusi miliknya.
__ADS_1