Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #43


__ADS_3

Tringgggg


El membaca sebuah pesan yang masuk di akun sosmed nya secara pribadi. Dia benar-benar penasaran siapa pemilik nama akun Mencari El,sampai-sampai dia mengirim pesan langsung untuk mengajak bertemu.


Cafe Phoenix lantai 5 ruang aurora,jam 7 malam. Bilang ingin bertemu asisten Sandi.


Pastikan datang tepat waktu,tak ada toleransi walau hanya beberapa detik saja.


"apa tuan tidak keterlaluan ?" tanya Sandy


"aku yakin dia juga mencari sebuah informasi yang sama denganku" jawab Alvaro yakin.


Sementara El merasa senang karena menurutnya mulai ada titik terang tentang informasi yang ia cari selama ini. Paling tidak ia akan segera mengetahui siapa keluarga kandungnya. Bukan berarti dia tidak bersyukur dengan keluarga papa Ardi dan mama Santi yang sudah menyayanginya seperti anak kandung mereka sendiri.


baik,saya akan datang tepat waktu. Tapi bisakah anda memenuhi satu syarat saya ?


El baru membalas setelah beberapa jam kemudian.


dalam sekejap ada sebuah balasan chat


*katakan saja !!


tolong taruh beberapa tangkai bunga lili di atas meja saat kita bertemu nanti* !!

__ADS_1


kali ini El membalas cepat. Tak ada lagi balasan.


Disisi lain


"tuan,nona ini ada satu permintaan" ucap Sandi setelah membaca balasan dari Elsifa.


"permintaan ?" dahi Alvaro berkerut.


"dia minta kita menaruh beberapa bunga lili di atas meja saat pertemuan nanti" jelas Sandi sesuai apa yang ia baca tadi.


"lili ?" Alvaro bergumam


"bukankah itu bunga kesukaan Elsifa?"


"apakah kali ini benar-benar dia yang akan kutemui ?"


Alvaro terus membatin sendiri.


Tak terasa malam pun tiba,


Sandi sudah memerintahkan beberapa orang untuk berjaga di depan cafe. Lantai 5 cafe tersebut sudah disewa khusus olehnya atas perintah Alvaro.


Elsifa sudah bersiap pergi ke cafe,dia memakai kalung berinisial A&E di lehernya lalu menutupnya dengan sebuah syal tipis yang dililitkan di lehernya yang indah. Menatap penampilannya dari pantulan cermin besar di lemari hotel

__ADS_1


"semoga kali ini akan kutemukan jawaban untuk pertanyaan yang tak pernah ku ungkapkan" batin El.


Lalu ia berbalik memunggungi cermin besar itu dan beralih meraih tas kecilnya. Berjalan ke arah pintu,kemudian menutup pintu kamar hotel dan pergi setelahnya. Beberapa langkah menuju lift hp nya berdering. El menghentikan langkahnya untuk melihat panggilan dari siapa.


"mama?" layar hp nya menunjukkan nama sang mama yang melakukan panggilan video.


El tidak mengangkatnya dan justru mematikan panggilan video. Lalu mengirimkan sebuah chat kepada Santi,sang mama.


maaf,ma. Aku sedang ada urusan penting,akan segera aku hubungi nanti setelah urusan ini selesai.


Mama dan papa jangan khawatir,El disini baik-baik saja.


Walau sedikit kecewa karena putrinya menolak menjawab panggilan darinya,tapi Santi cukup tenang karena tau keadaan Elsifa baik-baik saja di luar sana.


"bagaimana ma?" tanya Ardi pada Santi


"dia tidak bisa menjawab panggilanku untuk sekarang,dia bilang sedang ada urusan penting disana,dan akan menghubungi setelah urusannya tersebut selesai" Santi menjelaskan dengan rinci.


apa yang dimaksud urusan adalah tentang kalung berinisial A&E itu ?


apa dia sudah mengetahui nya ?


apa itu artinya sebentar lagi dia akan bertemu keluarga kandungnya ?

__ADS_1


dan itu berarti dia akan segera meninggalkan kami ?


pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul dan menghantui pikiran seorang ibu yang mungkin akan kehilangan putri tercinta mereka. Walau bukan lahir dari rahim nya sendiri,tapi sejak bertemu dengan sosok Elsifa kecil,dirinya merasa bagaikan bertemu malaikat yang selalu memberi kebahagiaan dalam hidupnya.


__ADS_2