
Disebuah hutan yang cukup lebat,seorang pria dan wanita muda tersadar dari pingsannya. Si pria lebih dulu perlahan membuka matanya,dia menyipitkan matanya menerima paparan cahaya matahari yang menyilaukan mata. Saat kondisi matanya sudah benar-benar bisa terbuka betapa terkejutnya dia karena posisinya saat ini berada dalam hutan yang entah dimana.
"dimana aku sekarang?" gumamnya mencoba menyapu sekitarnya berharap ada sesuatu atau seseorang yang bisa ia tanya.
Saat pandangannya menyapu ke segala arah,dilihatnya seorang wanita yang sepertinya tak asing baginya. Pria ini berusaha berdiri dengan menahan rasa sakit dan berjalan perlahan mendekati sosok wanita yang tergeletak tak berdaya.
"Elsifa !!!" pekiknya kaget.
Pria itu adalah Sandy,mereka adalah korban selamat dari kecelakaan pesawat yang mereka tumpangi.
Sandy menepuk-nepuk pipi wanita yang sudah ia angkat dari tanah kemudian ia baringkan di pahanya sambil menyebut namanya berulang-ulang.
"Elsifa,bangun El !!"
"aku mohon bangun,aku gak mau lagi kehilanganmu untuk yang kedua kali"
__ADS_1
Antara sadar dan tidak,Elsifa mendengar ucapan Sandy yang seakan takut kehilangan dirinya untuk yang kedua kalinya. Di alam bawah sadarnya,Elsifa dibawa ke sebuah dunia yang penuh dengan kabut putih.
Elsifa menyaksikan dirinya sendiri di masa kecil. Elsifa kecil yang sedang bermain dengan riang seorang diri di sebuah taman dia bermain mengejar kupu-kupu yang terbang dengan mengepakkan sayap-sayap indahnya.
Tanpa sadar langkah kakinya sudah berada di tepi jalan raya. Beruntung,ada seorang petugas penyapu jalan yang memperingatinya. Elsifa kecil pun mundur dan urung mengejar kupu-kupu tadi dan berbalik arah kembali ke taman.
Belum sampai kakinya melangkah,telinganya mendengar suara mesin mobil yang dipacu dengan kencang. Elsifa kecil menoleh ke sebelah kiri,dilihatnya sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Disaat bersamaan,dari arah seberang dilihatnya seorang wanita paruh baya yang sedang menuntun anak laki-laki yang sepertinya seumuran dengannya. Mereka hendak menyeberang.
"AWAAAAAAAS !!!" teriak Elsifa kecil memperingati ibu dan anak lelakinya.
Karena jarak antara Elsifa lebih dekat dengan mobil yang melaju itu,tubuh Elsifa terpental hingga beberapa meter ke sisi jalan. Lengan kirinya tergores sebuah batang pohon kecil yang sengaja di tanam di sepanjang tepi jalan.
Elsifa tak sadarkan diri karena benturan keras di bagian kepalanya. Disaat bersamaan,tiba-tiba Elsifa bangun dan melihat Sandy yang sudah memeluknya erat karena takut terjadi apa-apa pada wanita itu.
"Sandy" lirih Elsifa dalam dekapan Sandy.
__ADS_1
Sandy membuka mata perlahan,dilihatnya Elsifa yang sudah sadar dan hendak bangun. Tak diduga,Sandy justru mengeratkan dekapan tubuhnya memeluk tubuh Elsifa. Lalu melepaskan sejenak dan kembali memeluk wanita itu.
"syukurlah,kamu sudah sadar" ujarnya memegang wajah Elsifa,sedangkan Elsifa tak bisa protes dengan perlakuan yang ia dapatkan dari lelaki di depannya.
"aku takut terjadi apa-apa denganmu" tambahnya lagi mulai melepaskan tangannya dari wajah Elsifa yang nampak masih kebingungan.
Elsifa mengamati wajah Sandy sekian detik
"siapa sebenarnya lelaki ini ?"
"apakah di masa lalu kita adalah orang yang dekat ?"
"apakah dulu aku orang yang berarti untuknya ?"
"apakah aku yang sudah pergi darinya ?"
__ADS_1